
Di suatu pagi, Mira berangkat ke kampus sendiri menggunakan mobilnya.
Mira langsung menuju ke kelasnya. Di kelas masih sangat sepi karena anak-anak belum pada datang. Mira duduk di tempat duduk yang biasa di tempatinya.
Alangkah terkejutnya Tak seperti biasanya di meja Mira ada kotak kecildengan tulisan "untuk Mira Andara Putri"
Karena penasaran akhirnya Mira membukanya mumpung belum ada orang yang melihatnya.
Kotak kecil dibuka, isinya adalah jepit rambut yang lucu juga cantik.
Setelah mengamati benda yang baru saja ditemukannya di kotak kecil, Mira langsung mencoba dan memakainya.
Di kotak tersebut terdapat kertas putih dengan tulisan
"Hay Mira, ini ada jepit rambut buat kamu untuk menghias rambut indahmu agar terlihat lebih anggun. Kamu belum perlu siapa saya dan suatu saat pasti tahu.
Saya adalah orang yang selalu mengagumimu, mengamatimu dan menikmati indah senyummu dari kejauhan.
Semoga kamu suka ya,
dari aku
Penggemar Rahasiamu"
"Wahhhhh... ada-ada aja, jaman sekarang masih ada juga ya penggemar Rahasia, kirain jaman duluaja sebelum ada handphone hahaha"
Mira tersenyum, sangat bahagia karena selama ini ada yang suka sama dia.
Mira sangat penasaran dengan semua ini.. siapa si cowo yang sudah berani mengirimkan ini ke Mira?
Beberapa saat kemudian, teman-teman banyak yang berdatangan begitupun dengan Ina. Ina yang melihat gerak gerik Mira aneh, senyum-senyum sendiri pun langsung bertanya oada Mira
Ina: "Ehh.. Mir, lo kenapa? stress? senyam senyum sendiri dari tadi perasaan gue?!"
Mira hanya diam saja sambil senyum
Ina: "Woiiii..... !!!!! (Sambil memggetak Mira)
Mira: "Alamakk.. ehhh Ada apaan? ngagetin aja lu, bukannya pelan kalo manggil"
Ina: "Gimana mau pelan, tadi lo udah gue panggil pelan tapi lo diam aja gak ada respon malah cuma senyam senyum sendiri Kaya orang stress, kesambet, atau apalah.. ga tau gue. kenapa si?" Tanya Ina
Mira: "Hehe gue gapapa, cuma lagi seneng aja"
Ina: "Seneng ? lo lagi jatuh cinta atau gimana? tumben amat!!"
Mira: "Jatuh cinta? ngga lah enggak!!"
__ADS_1
Ina: "Jangan bohong looo!!"
Mira:"Beneran gue ga bohong"
Ina: "Terus kenapa daritadi Kaya orang stress?"
Mira langsung melihatkan kotak kecil yang ada tulisan surat dari penggemarnya, kemudian membacanya dengan wajah kaget.
Ina: "Yang bener aja? Ada yang suka sama lo Mir? haa?"
Mira: "Haha.. maybe, gue juga kaget"
Ina: "Emmmm.. kira-kira siapa ya dia?"
Mira: "Yaa gue juga nggak tauu Inaa"
Ina: "Tapi lucu juga si, jaman sekarang masih jaman surat-suratan sama penggemar Rahasia gitu haha"
Mira: "Jangan kenceng-kenceng dong.. malu gue"
Ina: "Iyaa iya sorry"
Waktunya istirahat, Mira berempat langsung menuju ke Kantin untuk makan siang.
Selagi makan bakso pedas kesukaannya, Mira melihat empat cowo tampan yang berjalan menuju kantin. Dia adalah Bima, Cahyo, Irfan, juga Raka. Mira mengenal Raka karena dulu waktu awal masuk kuliah tapi hanya sebatas kenal, Tak akrab. Sekarang malah Raka dekat dan sahabatan sama Bima dan kawan-kawan.
Penampilannya rapi, rambut tertata rapi, pawakannya bagus, kulit bersih, dan cerdas.
Mereka berempat langsung menuju ke Mira dan kawan-kawan,
Bima: "Hay guys. boleh gabung?"
Ina: "Yee duduk aja"
Bima, Cahyo, Irfan dan Raka langsung duduk gabung sama mereka.
Ketika selesai makan mereka ngobrol banyak hal, semua terlihat biasa saja. Tapi mata Mira tertuju pada sosok lelaki yang sedari tadi diam saja dan menunduk tak mau melihat Mira sedikitpun, siapa lagi kalau bukan Raka.
Mira sesekali memperhatikan Raka yang gelagatnya ketika di dekat Mira terlihat aneh, dan juga janggal. Itu berhasil membuat Mira penasaran dan menyimpan beribu-riby pertanyaan dari Mira.
Setelah jam istirahat selesai, Kami semua meninggalkan kantin lalu menuju ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kelasnya.
Sore setelah selesai kelas, Mira bergegas akan pulang. Tapi dilihatnya ban mobilnya kempes, Kemudian Mira menghubungi teman lelakinya untuk membantu. Irfan nomornya tidak aktif, Cahyo tidak bisa dihubungi, Bima lagi pergi sama Ina takut ganggu. Sedangkan Papahnya sama kaka iparnya pasti masih ngantor belum pulang karena masih jam tiga sore.
Disaat Mira mondar-mandir di dekat mobilnya, Raka datang untuk pulang karena mobilnya terparkir di dekat Mira, maka Raka menuju ke Mira terlebih dahulu karena dilihatnya dari kejauhan Mira sedari tadi tampak cemas.
Raka: "Lo ngapain disini ? belum pulang? tanyanya
__ADS_1
Mira: "Ehhh iya.. gue lagi nunggu bantuan nih, ban Mobil gue kempes. Gue bingung ngga Ada yang bisa bantuin gue."
Raka: "Mana mobilnya? ini?"
Mira: "Iya ini.. lo bisa Bantu gue ngga? pliss bisa ya pliss Rakaa" mohonku
Raka: "Bentar ya gue ambil alat dulu ke Mobil gue".
Mira: "Oke. makasih ya Raka"
Raka langsung menuju mobilnya yang berada tam jauh dari Mobil Mira, lalu masuk ke Mobil dan membawa beberapa alat yang akan diguankan untuk membantu membenarkan Mobil Mira.
Raka langsung membantu Mira membenarkan mobilnya, beberapa menit kemudian selesai.
Raka: "Sudah selseai nih, kalau ada apa-apa soal Mobil telfon gue aja ya gue lumayan Tau soal Mobil, otomotif gitu"
Mira: "Ehh udah selesai? cepet banget . hehe makasih ya sudah bantuin guez makasih juga buat tawarannya."
Raka: "Iyaa sama-sama"
Mira: "Hey Raka.. katanya kalo gue butuh bantuan boleh hubungin lo untuk minta bantuan. Nomor telepon mu aja gue gak punya kok..
Raka: "Oiya nih.. buat lo " (sambil memberikan selembar kertas kartu nama pada Mira)
Mira: "Sekali lagi, thanks yaa Raka"
Raka: "Iyaa ,yaudah ya pulang udah sore.. bye"
Mira: "Iyaa ni mau pulang, byee. Hati-hati ya"
Raka: "Okee"
Mira dan Raka masuk ke mobilnya masing-masing, Mira berjalan duluan kemudian disusul oleh Raka dibelakangnya.
Setelah sekitar setengah jam mengendarai mobilnya karena macet, Mira sampai di rumah dengan selamat. Sementara Raka selalu mengikuti arah mobil Mira dibelakangnya tapi tetap jaga jarak takut Mira melihatnya dan curiga.
Setelah melihat Mira dan memastikan Mira sampai rumah dengan selamat, Raka langsung melajukan mobilnya untuk pulang..
Di rumah, Mira sangat bahagia karena seorang Raka yang awalnya dingin banget, cuek ternyata baik banget sama Mira, mau bantuin Mira.
Mira langsung mengambil kartu nama yang dia terima pemberian dari Raka, lalu membacanya "RAKA HANDI NUGROHO"
nama yang bagus haha..
Kemudian Mira catat nomor telepon Raka yang tertera pada kertas kecil tersebut.
Disisi lain, Raka juga sangat senang dan bahagia karena sudah ada peningkatan. Dia sudah bisa membantu Mira, sudah bisa dekat dengan Mira karena Biasanya Raka hanya melihat dan mengamati Mira hanya dari kejauhan.
__ADS_1
Lanjut episode berikutnya yaaa... jangan lupa usulannya,