Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Seram


__ADS_3

Tadi malam adalah malam yang sangat panjang bagi Ina dan Bima, dimana Bima membobol gawang pertahanan dari istrinya.


"Sayang, Mira nanti mau kesini sama Raka" Ucap Ina sambil menatap layar handphone nya yang masih menyala.


"May ngapain? Ganggu kita saja!" Jawab Bima dengan ketus.


"Mau ambil sepatu Mira yang ketinggalan, ya ngga papa kali ganggu apaan si tadi mlaam sudah cukup kau menerkamku habis-habisan bagai harimau kelaparan ya" Desah Ina dengan sebal.


"Hehehe, masih kurang pengin lagi sayang" Ucapnya dengan nada manjanya.


"Dihhhh. enggak, aku sudah dibuatmu tidak bisa jalan begini enak saja. Tidak tidak aku tidak mau" Tegas Ina.


"Hehe iya deh, besok saja ya sayang kau juga lelah menghabisimu semalam"


Took took took....


Pintu diketok oleh seseorang dari luar rumah, yang Tak lain mengetok adalah Sahabatnya


"Hii Bima, Ina.. gimana semalam, menyenangkan? Tanya Raka pada Bima.


"Horrorrrrr" jawab singkat Ina sementara Mira hanya bergidik heran.


"Hot dan menyenangkan bro haha" Jawab Bima asal.


"Jadi iri aku.. Kita kapan yang Kaya mereka berdua?" Tanya Raka pada Mira.


"Kapan ngapain?"


"Main kuda-kudaan di kamar hahaha" Sahut Bima.


"****.. mesum banget semenjak nikah lo!" Jawab Mira sambil melemparkan kunci Mobil milik Raka pada Bima yang mengenai perutnya.


"Sakittt ihhhhhh" Kesah Bima sambil meringis kesakitan sembari kedua tangannya memegangi perut.


"Lah elo sakit kena kunci, Kita lapar ya Sayang.. disini ada makanan Kan?" Ucap Raka.


"Ngga ada, ngga ada makanan!" Jawab Bima ketus.


"Lah Ina tidak memasak?" Tanya Mira sembari melihat ke arah Ina.


"Hehe. Mana sempat Mir, Bima tuh tidak mau lepas maunya dimanjain terus semalaman sampai pagi juga, untung kalian datang baru deh gue dilepas." Jawab Ina sambil melirik sinis ke arah Bima.


Lagi lagi lagi dan lagi Mira hanya bergidik mendengar ucapan mesum dari para sahabatnya.


"Tau ah.. Mana sepatu gue, gue mau makan di luar saja nanti." Desah sebal Mira.


"Iyaa sebentar aku ambilin" Jawab Ina sembari berjalan dengan pincang untuk mengambil sepatu Mira.


"Gila lo Bim, Ina sampai dibuat tidak bisa berjalan. Gila gila Gilaa!!" Ucap Raka yang melihat Ina berjalan tidak seperti biasanya sambil meringis kesakitan, sementara Raka sangat heran.


"Hahahaha.. begitulah aku kalau sudah begitu" Jawab Bima tanpa rasa bersalah.


"Ini Sepatunya Mir," Ucap Ina sembari menyodorkan kotak sepatu milik Mira.


"Oke .. thank you, ya sudah gue sama Raka pamit dulu ya takut ganggu. Semoga nanti malam menyenangkan" Pamit Mira.


"Jangan keterlaluan lo Bim nanti Ina ngga bisa berjalan!" Sahut Raka lagi.

__ADS_1


"Hahaha santai, pasti menyenangkan iya Kan istriku..." Jawab Bima santai.


Raka dan Mira langsung meninggalkan rumah sepasang suami istri baru yang sedang dilanda cinta dan kemesraan.


Raka langsung melajukan mobilnya ke sebuah rumah makan yang sering mereka databgu didekat rumah Ina yang berjarak sekitar 2 kilometer.


"Raka, Gila ya mereka berdua apalagi si Bima masa Ina sampai tidak bisa berjalan normal gitu" Ucap Mira yang sampai sekarang masih keheranan.


"Hahaha. sudah biasa Kali sayang, banyak kok yang seperti itu kan pertama jadi begitu sayang" Jawab Raka santai sambil matanya tertuju pada wajah Mira yang memerah ketakutan, mungkin takut karena sebentar lagi akan menikah dan akan dibuat seperti Ina oleh suaminya kelak.


"Iyaa tapi, ahhh bagaimana rasanya ya?" Tanya Mira penasaran.


"Kamu mau mencobanya sayang?" Ledek Raka.


"Ihh apaan sih.. enggak lah, sebelum sah nggak mau nabung itu duluan!!" Jawab ketus Mira.


"Yee lagian aku juga cuma bercanda, ngga usah ngambek gitu dong nanti aku cium loh.." Jawab Raka dengan wajah mesumnya.


"Cium terus.. sudah mau nikah, ngga usah keseringan cium deh biar nanti kalau sudah halaal ada sensasinya"


"Ihh iyaa iyaa mak lampir...."


"Dasar Drakulaaaa!!"


"Ayo ahh makan saja, lapar banget aku" Ajak Mira pada kekasihnya.


"Lapar terus.. masih perawan saja makan mulu yang dipikirin apalagi besok kalau hamil terus nyidam, makannya banyak minta yang aneh-aneh dihhhhh.. horror!!" Ucap Raka sambil bergidik membayangkan jika suatu saat Mira seperti itu.


"Ihhh jangan dibayangin gitu dong.. sebel deh!" Jawab Mira sewot.


"Kamu suka orang yang gendut,? ya sudah Cari saja yang lain yang gendut Sana!" Sewot Mira pada kekasihnya sambil memautkan bibirnya ke depan.


"Tuh kan kebiasaan manyun terus.. aku suka kamu yang gendut, bukan yang lain baby!"


"Ah Masa?"


"Ngga usah ngeledek.. tuh makannya yang bener, belepotan banget si Kaya anak kecil saja!" ucap Raka sambil mengelap bercak makanan disekitar bibir Mira. Mira kaget dan wajahnya langsung memerah, walaupun mereka sering jalan bersama tapi jarang-jarang seorang Raka bersikap manis. Yang ada setiap hari selalu berdebat karena sering Kali mereka saling beda pendapat sehingga saling adu argument mengenei apapun itu.


"Ahh tumben kamu sikapnya manis, romantis gini!" Kata Mira .


"Yee sering Kali, kamu aja yang tua.. sok pikun, nanti amnesia beneran loh"


"Tuaan kamu kok dasarr nyebelin!!"


Selesai makan tiba-tiba mata Mira tertuju pada sosok yang sangat dikenalnya, bahkan sangat dekat dengannya dulu.


Dia adalah Santi sahabatnya dan suaminya. Dilihatnya dari kejauhan mereka berdua sedang berjalan mencari tempat duduk untuk makan.


"Hi.. Santiiiii" teriak Mira yang lumayan keras karena suasana lumayan ramai kala itu.


Santi lalu menoleh ke kanan dan kiri mencari sumber suara siapa yang memanggil namanya.


Setelah menemukan dimana sumber suara yang tadi sempat didengar wajah Santi langsung tersenyum dan dengan cepat berjalan mendekati sepasang kekasih yang habis makan.


"Hiii bagaimana kabar? katanya mau menikah.. kapan?" Tanya Santi penasaran sambil memeluk Mira serta cipika cipiki karena merasa rindu sudah beberapa bulan tidak bertemu.


"Kabar baik Kita, kamu dan suami bagaiamana?"Tanya Mira balik.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat..hehe"


Dilihatnya dari ujung rambut hingga kaki Santi sekarang terlihat berbeda dari biasanya, memang berbeda karena sekarang sahabatnya itu sedang berbadan dua.


"Emmmm... ya ya ya, perut kamu tambah besar, kamu mengandung? sudah berapa bulan? Pernikahan kalian baru setengah tahun loh.." Ucap Mira, sementara Santi Dan suaminya, Adi hanya senyum dan Adi meluk istrinya.


"Iyaa.. sudah 6 bulan, btw aku sama suami tidak disuruh duduk nih? keram Tau kelamaan berdiri, Tau sendiri aku bawa drum yang sangat besar diperutku." Sela Santi ketika Mira sibuk memikirkan sesuatu yang tidak tau apa yang dipikirkan.


"Oh iya, duduk silakan.. " Ucap Bima,


"Terima kasih," Jawab Adi lalu mendudukan istrinya di depan mereka berdua.


"Jadi, kalian nikah langsung hamil gitu?" Tanya Mira yang masih keheranan.


"Iya begitulah, orang siang sah malamnya aku sama Mas Adi langsung dibuat mendesah haha" Santi ketawa semetara suaminya diam Suaminya hanya senyum malu.


"Gilaa.. sama seperti Ina dan Bima, tadi malam habis dihajar habis-habisan sampai tidak bisa berjalan normal, pincang tadi dia waktu Kita mampir ke rumah dia" Ucap Mira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Oh gitu.. aku kemarin di luar Kota nemenin Mas Adi dinas, jadi tidak sempat ke acara pernikahan Ina dan Bima. Niatnya Kita mau ucapin selamat nanti habis makan," Jawab Mira.


"Kamu dulu dibuat tidak bisa berjalan juga sama Mas Adi?" tanya Mira dengan raut wajah penasaran.


"Haha. begitulah, iya Kan Mas?" jawab Santi sembari melirik senyum terahdap suaminya.


"Kucing kalau ada ikan, Masa iya mau dianggurin, rugi lah Kita, iya nggak Di!" Sahut Raka sembari melihat Adi yang sedang senyum-senyum sendiri melihat tingkah konyol sahabat istrinya.


"Iyah betul, orang enak kok.. iya nggak yang?" Jawab Adi sambil mengecup kening Santi.


"Enak dong, kalau ngga enak aku ngga sampai hamil besar Kaya gini" Jawab Satnti dengan senyumannya.


"Iyaa, nyatanya setiap malam aku minta kamu selalu nyanggupin," Jawab Adi lagi.


"Haha habisnya kamu pintar si sayang" Jawab Santi lagi.


"Cukupppp cukuppppppp" Sahut Mira kesal karena Sepasang suami istri di depannya sungguh membuat pikiran Mira tidak fokus, mereka berdua malah cerita yang tidak-tidak.


"Kenapa si sayang?" Tanya Raka pada Mira.


"Besok kalau misalnya Kita sudah nikah, kamu bakal bikin aku Kaya gitu Sayang?" Tanya Mira dengan wajah merah ketakutan.


"Tenang beb.. aku orangnya santai, tapi malam pertama pasti kamu akan aku lahap habis, aku terkam sampai tidak bisa berjalan seperti Ina hahhaah"


"Bukkkkkkk"


Sebuah pukulan mengarah ke paha Raka dari tangan Ina.


"Sakitt sayang" gerutu Raka sambil merengek kesakitan.


"Ya lagian kamu bikin aku takut saja, jadi malam menikah!"


"Ehh jangan begitu dong, beberapa bulan lagi Kita Kan akan menikah, cerita mereka saja yang keterlaluan aslinya mah tidak seperti itu." Jawab Raka.


"Iyaa nikmati saja, nyatanya aku suka, aku tidak apa-apa, malah ketagihan" sahut Santi di depannya.


"Iyaa Santi suka kok,tidak takut sama begituan" Sahut Adi lagi.


Lanjut di episode berikutnya ya.. maaf kalau banyak typo, jangan lupa like dan komentar yaaa..😍😍

__ADS_1


__ADS_2