
Hari ini adalah hari dimana Ina dan Bima melangsungkan pernikahan.
Berbagai persiapan sudah dilakukan dan dipersiapkan semuanya.
Acara berjalan dengan lancar, iya mereka langsung sah walaupun Bima sempat mengulang ijab kobul karena ada sedikit kesalahan yang mengharuskannya mengulang.
Bima dan Ina sangat bahagia sekarang karena mereka berdua sudah bersatu, sudah sah dari segi manapun dan sudah halaal intinya.
Sementara teman-teman yang hadir hanya bisa terpelongo menyaksikan kebahagiaan mereka berdua.
"Selamat ya kalian berdua akhirnya sah setelah pacaran bertahun-tahun.." Ucap Mira pada sahabatnya sambil cipika cipiki dilanjut berpelukan di pernikahan Ina dan Bima.
"Makasih ya Mira, semoga lo dan Raka cepat menyusul." Jawab Ina sembari membalas pelukan bahagia dari sahabatnya dan sekaligus merasa terharu.
"Iya gue pasti nyusul secepatnya, sudah tidak sabar pengin jadi pengantin ratu sehari hihi" Canda Mira.
"Lo juga jangan galak-galak, jangan nakal jadi suami sahabat gue ya Bim, awas aja kalau Ina di apa-apain sama lo, gue akan balas lo!" Ancaman Mira pada Bima.
"Hahaha ya Kali Miraa..masa istri tidak di apa-apain, mmmuuaacchh.." Jawab Bima menanggapi ancaman Mira sembari mencium pipi Ina, istrinya.
"Waduh.. ngga usah cium disini juga Kali banyak orang nohh" Ucap Mira dengan sewot sementara Ina hanya tersenyum menahan malu dengan wajah yang memerah.
"Ina Kan sudah resmi menjadi istri gue.. ngapain harus malu, kecuali kalau Raka cium lo disini baru malu hahahaha" Tawa Bima yang membuat Mira jengkel.
"Tau ah.. sebel gue!!"
"Bim, cepat-cepat dibikin kenyang 9 bulan ya si Ina bentar lagi gue nyusul, siapa Tau anak Kita jadi teman seumuran" Bisik Raka pelan.
"Oke Siap.. nanti malam gue eksekusi haha" Jawabnya spontan.
"Anjirr.. muka mesum banget lo dah, jangan bilang-bilang ke gue napa.. gue single bro!" Jawab Raka kesal.
"Makanya cepat halalin tuh si Mira, biar bisa anu anu xixixi" Canda dari mulut Bima.
"Sembarangan lo, iyaa besok gue halalin dia tenang aja" Jawabnya.
"Kalian ngomongin apaan si?" Tanya Cahyo yang sedari tadi memperhatikan kedua temannya bisik-bisik asyik.
"Kepo hahaha.. " Jawab Raka dan Bima kompak.
"Ya elah.. gimana lo udah tunangan sama Sindy?" Tanya Bima.
"Sudah bulan kemarin, sorry acaranya di luar Kota di rumah neneknya Sindy jadi ngga undang kalian kalian Kan pasti sibuk" Jawab Cahyo.
"Ga nyangka, Santi sekarang sudah hamil muda, Lo sama Sindy sudah tunangan, gue sama Mira sudah tunangan sebentar lagi merried, Bima sama Ina malah sudah nikah." Ucap Raka sambil meringis.
"Jodoh Kita ada di gank Kita yahh" Jawab Sindy yang tiba-tiba nyeletuk tanpa permisi.
"haha.. iyaa betul banget kamu sayang" Jawab Cahyo pada tunangannya..
__ADS_1
"Oh iya kabar Irfan gimana ya? Setahun lagi dia bakal selesai S2 kan ya?" Tanya Mira spontan.
"Kangen sama mantan, hm?" Sindir Raka yang mendengar Mira menanyakan soal Irfan.
"aihh ngga gitu sayang, dia Kan sudah lama tidak pulang ke Indonesia.. sementara teman-teman sudah punya pasangan. Kalau dia gimana ya?" Ucap Mira menjelaskan.
"Ngga tau lah, gimana kalau Kita video call saja," Usul Sindy.
"Boleh tuh boleh kangen sama dia" Sambung dari Bima.
"Hallo.. bagaiamana kabar disana?" Tanya Cahyo pada Irfan melalui layar ponselnya.
"Hiii.. gue baik, kalian bagaimana? sepertinya sedang ramai-ramai disitu, Ada acara apa?" Tanya Irfan yang sedang di negara orang.
"Bima sama Ina merried noh lihat" Jawab Cahyo sambil memperlihatkan wajah Ina dan Bima menggunakan gaun pengantin dan jas yang indah.
"Waduhh.. cepet banget, katanya Santi juga sudah nikah ya?" Tanya Irfan lagi.
"Iya, sudah lagi hamil muda sekarang. Tadi kesini sama suami tapi pulang duluan jarenangga enak badan mual-mual terus." Jawab Sindy yang sedang di dekat Cahyo.
"Wahhh.. baru tahu, oh iya kok kalian bajunya couple si,?" Tanya Irfan pada Sindy dan Cahyo yang kebetulan baju mereka berdua motif dan warnanya samaan. Jangan-jangan kalian....."
"Iya gue sama Sindy sudah tunangan sebulan yang lalu. " Jawab Cahyo spontan.
"Waduh.. cuma gue yang masih jomblo nih?" jawab Irfan.
"Makanya cepat-cepat Cari cewe dong, katanya mau besanan sama gue, gue bentar lagi mau nikah" Serobot Mira mengambil ponsel dari tangan Cahyo..
"Beneran loh, jangan kelamaan!" Ucap Mira pada mantan kekasih pertamanya.
"Iya.. Ina sama Bima dimana? gue mau ngomong sebentar dong"
"Iyaa, nihhh" Mira memberikan ponsel ke Bima.
"Wahh Bim.. selamat ya atas pernikahan kalian berdua, sorry nih gue ngga bisa pulang ngga ada libur soalnya. Bahagia selalu, cepat dikasih momongan, langgeng terus ya kalian berdua sampai maut memisahkan" Ucap Irfan pada Bima.
"Ohh iyaa tidak apa-apa.. terima kasih ya atas doanya. lo kapan nyusul Kaya Kita?" jawab Bima.
"Waduhh. belum tahu haha, lulus aja belum. Ya sudah ya slaam buat semuanya, gue kangen kalian. Gue mau ada kelas lagi nihz byee see you" pamit Irfan karena akan ada kelas kuliah.
"Ya sudah sehat terus, baik-baik ya disitu cepat pulang, byee" Jawab Bima seraya menutup ponselnya dan memberikan ke yang punya, si Cahyo.
#Bima & Ina
Acara sudah selesai Bima pulang ke rumah Ina untuk istirahat setelah menjalankan berbagai acara yang sangat menguras tenaga mereka. Bima harus menginap di rumah Ina malam ini karena sudah sah menjadi suami Ina.
"Bim, kamu apa aku dulu yang mandi?" Tanya Ina ketika sudah berada di kamarnya.
"Bareng aja yukk" Goda Bima sambil mengedipkan satu matanya.
__ADS_1
"Yee sembarangan, aku duluan aja ya udah lengket banget badan gue" Jawab Ina sembari mengambil piyama dan pakaian dalam serta handuk.
Bima yang sedang rebahan di ranjang hanya mengangguk saja mendengar ucapan Istrinya.
20 menit kemudian Ina keluar dari kamar Mandi yang ada di dalam kamar tidurnya dengan memakai piyama. Dilihatnya suaminya sudah terlelap dengan masih menggunakan kemeja putih.
"Bim, Bimaa.. Bimm bimaaa bimaaa bangun Mandi dulu gih, seharian belum mandi. Ayo Mandi dulu bangun!!" Ucap Ina seraya menggerakan badan Suaminya.
"Iya iya, Mana baju gantinya?" tanya Bima.
"Ini sudah aku ambilin, gih Mandi keburu malam" Ucap Ina.
Dengan langkah kaki yang malam-malasan Bima menuju ke kamar Mandi untuk membersihkan badannya yang sangat lengket kena keringat.
Ina sedang memainkan ponselnya di kursi meja rias kamar tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan suaminya.
"Akhirnya Kita sah ya sayang, aku sudah tidak sabar" ucap Bima.
"Iyaa sah sayang, terima kasih ya" Ucap Bima.
Bima terus mendengus-dengus tengkuk, mencium, menggigit kecil daun telinga Ina dari belakang membuat Ina kegelian dan mendesis menggeliat-geliat tak karuan.
"Sayang, aku mau malam ini.. boleh ya?" Ucap Bima sambil memeluk badan sintal Ina.
"Tapi yang.. ngga kecepatan?" Tanya Ina meyakinkan.
"Kan sudah sah sayang, bebas lah" Jawab Bima yang sudah nafsu.
"Mmmuuaacchh, mmmuuaacchh arghhhh" Bima mencium wajah dilanjut ke bibir mungil Ina. Ina hanya bisa mengikuti permainan dari suaminya.
Bima melepas semua pakaian yang melekat di tubuh Ina, dilanjut melepaskan pakaiannya sendiri sehingga mereka berdua sekarang sudah sama-sama telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi badan mereka.
"Kunci pintu Bim, ahhhhh"
Bima langsung mengunci pintu kamarnya agar aman.
Bima langsung melanjutkan aksinya mencumbu istrinya sambil berdiri dan tangannya meremas-remas dengan gemas payudara sintal milik istrinya membuat Ina semakin mendesah menikmati permainan nakal dari suaminya.
Setelah ritual remas-remas payudara Bima menciumi dan membuat ** di leher dan dada juga perut Ina seperti macan tutul.
Ina tidak menyangka Bima di ranjang akan sepanas ini. Ina dibuat takluk tak bisa menolak apa yang dilakukan Bima terhadap dirinya.
Kemudian Bima merebahkan tubuh istrinya dan wajahnya diarahkan ke perut istrinya, lalu turun kebawah menjilati dan membelai seluruh bagiannya lalu memainkannya milik Ina membuat Ina merasa tidak karuan rasanya.
"Emmmhgg auhhhh arggghhh ehhhh sayanghh Bimaaa ahhhh auhhhhh nikmatt lanjutinn sayabgg ahhhhh wmmhhhb sshhhh whhhh" Begitulah kira-kira desahan dari Ina.
"Sayang, I love you.. mmmuuaacchh" Ucap Bima sambil mengecup bibir istrinya.
"I love you too"
__ADS_1
Lanjut di episode berikutnya ya... ππ