
Setelah berlibur selama dua hari dua malam Raka, Bima, Mira, dan Ina bergegas untuk pulang. Mira merasa bahagia sekali karena sudah lama tidak liburan, akhirnya dia bisa liburan ditambah liburannya sama pria yang dia suka, dia kagumi juga kedua sahabat terbaiknya.
Sekitar sore hari mereka berempat sampai rumah, Mira diantar pertama karena rumahnya dilewati oleh rumah teman semuanya. Ina turun dari mobilnya, sedangkan Raka membantu menurunkan koper Mira yang ada di bagasi mobil.
"Thanks ya.. gue seneng banget, happy banget holiday kemarin" ucap Mira pada Bima, Raka dan Ina.
"Iyaa semuanya happy ko, makanya jangan sakit lagi biar bisa seeing-sering hang out haha" ucap Ina.
"Iyaa iyaa bawel, pada mau mampir ke dalam ngga nih?" tanya Mira.
"Sorry Mir, udah sore.. lain kali ana lah ya, Kita langsung pulang aja, byee" ucap Bima.
"Yaudah ati-ati ya lo pada, bye" jawab Mira dengan senyuman.
Raka hanya sesekali tersenyum manis dan melihat ke arah Mira yang terlihat sangat bahagia. dalam hati Raka "Sebenernya gue masih pengin bareng sama lo Mir,, besok gue harap lo sering-sering deh bareng sama gue, gue seneng lihat lo bahagia Mir,,"
Mira masuk ke dalam rumah, sedangkan mereka bertiga langsung masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan until pulang ke rumah masing-masing.
Paginya di kampus sebelum ada kelas seperti biasa Mira, Ina, Sindy, dan Santi ngumpul sambil ngobrol-ngobrol.
"Heiii.. gimana acara kalian berdua, San, Sin?" Tanya Ina membuka pembicaraan
"Gue si lancar-lancar aja.. haha" jawab Santi santai.
"Kalo gue yaa seperti biasa, have fun deh pokoknya.. lo kemaren berempat holiday nya gimana? seru ngga?" tanya Sindy balik.
"Seneng banget gue, seruuu bangetttt.. pokonnya Kita semua disana bener-bener melupakan semua masalah, iya gak Ina?" ucap Mira girang.
"Yee... iyaa lo seneng lah, nempel mulu sama Raka." ucap Ina spontan.
Mira mendengar ucapan Ina hanya tersenyum menahan malunya. Mukanya mulai sedikit memerah, sedangkan Sindy hanya diam saja dan wajahnya sedikit murung mendengar bahwa Raka sama Ina nempel terus waktu liburan.
Iyaa, Sindy memang suka sama Raka semenjak mereka sahabatan Dan sering ngumpul bareng. Tapi Sindy nggaa bisa mengungkapkan perasaannya pada Raka karena takut persahabatan akan hancur karena cinta.
"Lo beneran suka sama Raka?" tanya Sindy pada Mira
"Hehe.. bukan gitu Sin, gue Kaya nyaman aja. diam-diam dia itu ternyata care banget sama gue, walaupun kelihatannya Raka adalah manusia jenis apa deh ngga Tau. Manusia es Kali, sifatnya cuek, dingin ihhh.. Tau deh, gue juga heran sama dia hehe" jawab Mira dengn ketawa.
"Lo sama Raka emang cocok kok Mir," ucap Sindy menahan air matanya.
Mira tidak tahu bahwa Sindy suka sama Raka. Oleh sebab itu, Mira dengan polosnya bercerita tentang semuanya dengan Raka kepada Sindy.
Sindy yang tahu laki-laki yang disuka mencintai sahabat baiknya sendiri hanya bisa diam, menahan diri, dan berusaha keras membuang rasa sukanya pada laki-laki itu. Sangat sulit memang, tapi Sindy tak mau melukai hati sahabatnya sendiri. Sindy tahu diri bahwa laki-laki pilihan hatinya lebih memilih Mira, sahabat baiknya.
Jam istirahat tiba, Sindy sengaja ngga ikut ke Kantin dengan alasan mau ke Perpustakaan.
"Bro, gimana liburan kalian?" tanya Irfan pada sahabatnya.
"Romantis bro wkwk" jawab Bima
"Iyaa jelas lo romantis, Kan sama cewe lo.. kalau Raka gimana mau romantis, pacar ana kagak punya haahha" ledek Cahyo.
"Yee.. jangan sok tau kalian, kalian ngga Tau si haha" ucap Ina dengan ketawa.
"Tau apaan?" Tanya Irfan penasaran.
Sementara dilihatnya, tampaknya Raka dan Mira dari tadi hanya diam saja tak menceritakan pengalaman liburannya. Menyadari itu, Irfan langsung tanya pada Irfan dan Mira.
"Mira, Raka, kalian liburannya gimana? daritadi diam saja kayak patung hidup lo berdua, cerita napa!!" ucap Irfan
"Gue seneng kok, have fun.." jawabnya dengan senyum tipisnya
__ADS_1
"Muka sama ekspresi kalian berdua aneh, jangan-jangan kalian ada apa-apa ya? jawab.. jujur sama Kita deh,, " sahut Cahyo yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka.
"Hahahahahaha hixxzzhixxzz" Bima dan Ina ketawa bebarengan.
"Bilang aja Raka," usul Bima.
"Bilang apaan, udah ah gue mau ke kelas.. bye"
Raka kesal akan perasaannya sendiri, Setelah Raka meninggalkan kantin Dan menuju ke kelasnya Mira pun menyusul dengan jarak yang tidak terlalu dekat dengan Raka.
Sesampainya di kelas Raka membuka histoychat nya, Dia berniat untuk mengajak Mira nemenin ke mall buat beli baju kado ulang tahun sepupunya.
"Mir, nanti sore temenin gue ke mall yuk, gue mau Cari baju buat kado ultah sepupu gue, cewe. Lo yang bantu cariin ya, gimana? mau ya pliss.." langsung di klik send.
Hp Mira yang berada di tas bergetar, Mira langsung membuka Sandi ponselnya dan membuka chat. Ternyata chat dari Raka
Mira membaca dengan seksama apa maksud dan tujuan chat dari Raka yang mengajak dia nemenin ke mall. Mira berfikir terlebih dahulu, Setelah berfikir Mira menyanggupinya.
"Iyaa ,gue mau. abis selesai kuliah kan?" tanya Mira lagi.
"Iyaa, lo nunggu gue di kelas lo ya.. gue jemput nanti, jangan kemana-mana oke "
"Oke" jawab Mira singkat
Jam 3 sore kuliah sudah selesai, seperti apa yang diperintahkan Raka, Mira menunggu Raka untuk menjemputnya di kelas.
Setelah menunggu sekitar 5 menit, Raka datang..
"Hi.. sore, udah lama nunggu?" Sapa Raka
"Hallo.. emmm belum si, yaudah Ayo jalan"
"Ayo.." jawab Raka sambil berjalan disebelah Mira.
Setelah siap, Mobil meluncur ke sebuah mall yang tidak jauh dari kampus mereka.
Beberapa menit mereka nyampai ke basement untuk memarkirkan mobilnya.
Kemudian mereka berdua Naik ke lantai dua yang tempat fashion. Mira dan Raka memilah milih baju yang buat sepupunya Raka.
"Mira, bajunya bagus ngga?" Tanya Raka sembil memperlihatkan baju yang dipilihnya.
"Bagus si, tapi norak Kaya emak-emak ini mah.. haha" jawab Mira ngeledek.
"Yaudah ,yang lain.."
Raka langsung mencari lagi, lagi, lagi dan lagi.
"Kalo ini gimana?" Tanya Raka lagi.
"Warnanya katro, motifnya juga" ketus Mira.
"Ya sudah lah, lo aja yang pilihin. gue nyerah, lo kan cewe!" ucap Raka kesal.
"Oke deh.." Jawab Mira datar dan langsung mencari baju yang bagus buat ABG Masa kini.
"Ini gimana menurut lo Raka, bagus Kan ya?"
modelnya kekinian, serta warnanya yang tidak mencolok, simple, juga elegant."
"Bagus juga tuh.. ya udah ambil itu aja deh daripada gue pusing sendiri hhh" jawab Raka.
__ADS_1
"Ya sudah, gih bawa ke kasir"
Raka langsung membawa baju yang akan dibeli ke kasir untuk membayarnya.
Setelah selesai membeli baju, Raka mengajak Mira makan karena lapar
"Makan yuk, gue lapar" ajak Raka
"Hehe.. sama, boleh juga tuh" jawab Mira cengengesan.
"Makanan nomor satu yaa alo, dasar Miraa!!" sambil mencubit lengannya.
"Ihhh apaan si cubit-cubit. sakit tauuu!!"
"Sorry.. mau makan apa jadinya?" tanya Raka
"Pengin ramen gue, yang pedes hehe"
"Yaudah Ayo, di depan kayaknya deh"
Tak lama ditemukan restoran ramen yang enak. Mereka berdua langsung masuk mencari tempat duduk dan memesan ramen yang diinginkan serta jus buah. Makanan datang, mereka makan dengan lahap sampai habis.
"Mir, gue mau ngomong sama lo boleh ngga?"
"Ngomong aja ngga papa.."
"Gue suka sama lo" ucapnya gugup
"Jangan bercanda lo ya, ga lucu" jawab Mira.
"Gue serius!!" tegas Raka.
"Terus mau lo apa?" Tanya Mira.
"Gue pengin si lo jadi pacar gue.. tapi soal status gak Penting, gue mau nanya lo suka ngga sama gue?"
"Emmm.. gue,, gue sebenernya juga suka sama lo Raka" ucapnya pelan
"Lo mau pacaran apa temanan tapi rasa pacaran? Kita Kan udah Tau kalau Kita sama-sama suka. gimana menurut lo?" Tanya Raka.
"Temanan aja kali ya, kalau jodoh ya syukur.. kalau ngga ya udah hehe"
"Gue anggep lo teman dekat gue yang special, bahkan sangat special di hati gue. Mau yaa Mira?" Ucap Raka dengan senyuman kebahagiaan penuh harap
"Iyaa, gue mau" jawab Mira dengan senyum tipisnya.
"Makasih ya Mir, gue seneng banget Hari ini."
"Iyaa sama-sama, gue juga seneng banget"
"Pulang yuk udah sore" ajak Mira
"Ayoo.. "
Mira dan Raka langsung bergegas jalan menuju basement dan pulang ke rumah dengan Mobil Raka. Mira diantar Raka sampai depan rumah.
Sekarang sikap Raka sudah tidak kaku, banyak senyum juga ekspresi ketika bersama Mira. Mereka berdua sangat bahagia.
Mira sama Raka tidak jadian, hanya saling mengungkapkan perasaan. Boleh dibilang kalau mereka berdua adalah Teman rasa Pacar. Temanan rasa Pacaran. iya begitulah kesepakatan mereka berdua.
Lanjut di episode berikutnya ya.. maaf lama up nya soalnya Authornya sibuk kerja. Sorry juga kalau banyak typo.. π
__ADS_1
jangan lupa like, Komen ya.. thanks pembaca π