
Happy reading πππ
Langit kota Jogja di pagi ini begitu cerah, menggambarkan suasana hati sepasang kekasih yang tengah berbahagia. Mereka ... Keanu dan Raina.
Sepasang suami istri itu tengah bercengkrama sembari menikmati teh nasgitel (panas, legi, kental) di balkon.
"Dad ...."
"Uhuk ... uhuk ...."
Keanu tersedak saat Raina mengubah panggilan sayangnya, dari Beb menjadi Dad.
"Heh Dad, apa yang membuatmu tersedak?" Pertanyaan yang terlontar dari bibir Raina disertai kerutan di keningnya. Raina meraih tisu lalu membantu membersihkan kaus Keanu yang terkena air teh.
"Aku tersedak karena Hanny memanggilku, Dad." Keanu menyunggingkan seutas senyum. Diusapnya pipi Raina yang putih bersih tanpa noda jerawat ataupun komedo dengan penuh kelembutan.
"Jadi, kamu nggak suka kalau aku memanggilmu, Dad?" Bibir Raina mengerucut. Tangannya bersedekap.
"Ech, bukan seperti itu cintaku. Jangan cemberut lho! Nanti cantiknya ilang," ucap Keanu seraya merayu. Ia tatap manik coklat yang mulai terbingkai embun.
"Drama di pagi hari. Semoga nggak bikin kepala cenat-cenut," pinta Keanu di dalam hati.
"Kamu sudah nggak cinta lagi sama aku ya, Dad?" Raina meninggikan intonasi suaranya disertai buliran bening yang menetes tanpa permisi. Karena hormon kehamilan, Raina mudah sekali baper dan menumpahkan air mata.
Melihat kekasih halalnya menangis, hati Keanu serasa ngilu. Keanu meraih tubuh Raina lalu membawanya ke dalam dekapan.
"Hany, Sayang, Cinta, Mommy, Ummi, Humaira ...." Keanu memborong panggilan sayang untuk istri tercinta.
"Siapa bilang aku nggak cinta? Cintaku ini tak akan pernah padam, bahkan semakin besar Mom," sambung Keanu. Ia usap punggung istrinya dengan gerakan naik turun seraya memberi ketenangan.
"Kamu bilang, aku sudah nggak cantik hiks ... hiks."
"Kapan aku bilang seperti itu, Mom?" tanya yang terucap dari bibir Keanu disertai kerutan tipis di dahinya.
"Itu tadi. Kamu amnesia ya, Dad?"
"Ya Allah, istriku ini semakin menggemaskan. Beri hamba kesabaran yaa Robb." Kata yang hanya terucap di dalam hati.
"Maaf. Maafkan Daddy ... Mom." Keanu mengurai sedikit dekapan lalu menyeka wajah cantik istrinya yang basah.
"Dad ...."
"Hmmm ...."
"Aku ngidam nasi goreng pete. Tapi petenya 99 biji."
__ADS_1
"Bukannya, Mommy nggak doyan pete?" tanya Keanu heran.
"Tapi aku pingin, Dad. Please, belikan nasi goreng pete untukku." Raina memohon dengan memasang wajah puppy eyes.
"Sungguh menggemaskan," batin Keanu.
Keanu menghela nafas berat. "Baiklah, Daddy akan membelikannya untuk Mommy."
"Trimakasih, Dad."
"Kembali kasih, Mom."
Keanu segera meraih gawainya, kemudian memesan nasi goreng pete sesuai yang diinginkan oleh istrinya melalui aplikasi go food.
Setelah menunggu selama setengah jam, nasi goreng pete yang dipesan oleh Keanu pun datang.
"Trimakasih Pak," ucap Keanu sambil mengeluarkan selembar uang kertas berwarna biru lalu menyerahkannya pada pengantar pesanan.
"Kembaliannya untuk Bapak saja," sambung Keanu setelah pengantar pesanan itu menerima uang tersebut dan mengucap terimakasih.
Raut wajah si pengantar pesanan yang bernama Marno dihiasi binar bahagia. Netranya berkaca-kaca. Ia pun mengucap terimakasih berulang kali. Marno sangat bersyukur mendapat rejeki di pagi ini, sebab orderannya kemarin sepi.
"Trimakasih Mas. Semoga rejeki sampeyan dilipatkan Gusti Allah."
.
"Mom, nasi goreng petenya sudah datang." Keanu sedikit berteriak sambil berjalan menghampiri Raina yang tengah duduk bersila di sofa. Raina nampak sangat antusias menyambut suaminya.
"Ni, Mom." Keanu menaruh kantung plastik yang berisi sebungkus nasi goreng pete di atas meja, lalu mendaratkan tubuhnya di sofa bersebelahan dengan Raina.
"Makasih Dad," ucap Raina sambil membuka bungkus.
Netra Raina berbinar tatkala melihat nasi goreng yang dilengkapi dengan pete berjumlah 99 biji. π±
"Dad, buka mulutmu!" titah Raina. Ia arahkan sesendok nasi goreng pete ke mulut suaminya.
Keanu menggelengkan kepala sambil menjapit hidungnya. Sumpah demi apapun, Keanu tidak tahan mencium aroma pete yang teramat sedap.
"Makanlah sendiri, Mom! Mommy 'kan tau, aku nggak suka pete."
"Owh, jadi Daddy nggak cinta sama aku?" Raina memasang wajah sendu.
"Bukan begitu, Mom. Aku beneran nggak tahan mencium bau pete yang teramat sedap. Apalagi kalau harus memakannya. Ak--"
HAP
__ADS_1
Raina memasukkan satu sendok nasi goreng pete ke mulut Keanu.
Keanu bergeming. Ingin rasanya ia segera memuntahkan nasi goreng yang telah masuk ke mulutnya.
"Dikunyah, Dad! Jangan dimuntahkan! Kalau sampai dimuntahkan, berarti Daddy nggak cinta sama akuh," ancam Raina disertai tatapan tajam.
Dengan terpaksa Keanu mengunyah sesuatu yang selama ini paling tidak ia sukai.
"Buka mulutmu lagi, Dad!"
"Sudah ya Mom. Aku nggak tahan sama petenya." Keanu memasang wajah memelas.
Raina tidak perduli. Ia kembali menyuapi suaminya.
"Mom, bukankah ... Mommy yang ngidam nasi goreng pete. Tapi kenapa, malah aku yang disuruh memakannya?"
"Dad, aku memang ngidam nasi goreng pete. Tapi bukan berarti ingin memakannya. Dad, anak kita menginginkan mommy-nya menyuapi Daddy," ujar Raina.
"Jadi, makanlah nasi goreng pete ini hingga habis, Dad!" sambung Raina sambil menyuapi Keanu.
"Rain, kalau bukan karena cinta, mana mau ... aku makan pete sebanyak ini," gumam Keanu di dalam hati.
Senyum merekah terlukis di wajah Raina saat melihat nasi goreng pete yang ia inginkan habis tanpa sisa. "Alhamdulillah sudah habis .... Trimakasih, Dad."
Keanu mengangguk samar sambil menahan gejolak di perutnya. "Mom, aku ke belakang dulu." Keanu beranjak dari posisi duduk lalu berjalan dengan langkah lebar menuju ke T.
"Please, semoga jangan ngidam yang aneh-aneh lagi Rain, aku sungguh nggak kuat." π
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung .....
Jangan lupa tinggalkan jejak like π
Klik β€ untuk fav karya
Berikan rate 5 βββββ
Gift atau vote jika berkenan mendukung MjB π
Trimakasih β€β€β€β€β€
Mampir yukkkk, sudah 6 episode πππ
__ADS_1