Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 101


__ADS_3

Di karenakan setiap beast muncul akan selalu ada korban yang menyebabkan dia kesulitan melacak pelakunya, itu karena mereka selalu melepaskan beast di tempat ramai.


Karena itu Duke memerintahkan rakyat agar tidak keluar pada malam hari dan tidak berkeliaran tanpa keperluan. Dia juga menyebar kan kesatrianya untuk berpatroli.


"Aku akan membantumu untuk menyelidiki orang yang meracuni Livy, Duke fokus saja pada beast monster itu" usul Juan dengan nada datar.


"Terima kasih atas bantuannya yang mulia" Duke menghela nafas lega, setidaknya meski Juan dikenal sebagai Raja yang memiliki kepribadian dingin setidaknya dia memperlakukan putrinya dengan hangat.


Meski duke tidak rela melepas putri kecilnya, namun cepat atau lambat Livy pasti akan menikah suatu hari nanti. Setidaknya dia lega karena Livy telah menemukan orang yang mencintainya.


Tidak seperti Raja Afgaren yang memperlakukan Livy dengan acuh dan dingin. Dia awalnya sangat tidak suka putrinya di perlakukan seperti sampah, tapi syukurlah sekarang mereka telah memutuskan pertunangannya.


Untung saja Duke tidak pernah menunjukkan ketidak sukaannya pada Afgaren, jika tidak mungkin Afgaren tidak akan dengan mudah memutuskan pertungangan keduanya.


Tentu itu karena seminggu setelah pertunangan Livy dengan Afgaren, Duke langsung pergi keperbatasan untuk membasmi beast monster bersama kedua putranya.


Itu karena mereka tidak tahan saat Livy diperlakukan dingin oleh Raja. Duke bukannya takut tapi itu karena Livy sangat menyukainya, dia hanya tidak ingin Livy semakin membenci mereka.


...


Di perpustakaan Livy telah selesai membaca buku, yah dia tidak banyak membaca karena itu hanya membuang waktu baginya.


Tujuan Livy saat ini adalah mengetahui apa rencana dirinya dan siapa yang patut di waspadai. Livy meletakkan kembali buku yang dua ambil pada tempat semula.


Karena merasa cukup dengan informasi yang dia dapat kan Livy tidak membuang waktu lagi di perpustakaan dan kembali ke kamar.


Waktu berlalu begitu saja satu minggu lagi Livy akan mengadakan pertunangan resmi dengan Juan. Selama itu Livy disibukkan dengan tea party.

__ADS_1


Karena ingin mencari


informasi Livy dengan rajin datang ke pergaluan kelas atas, meski hal itu membuang waktu baginya namun hasil yang didapat tidak buruk.


Livy bisa mengetahui jika pemilik tubuh sebelumnya memiliki orang yang sangat dia cintai hingga di butakan oleh cinta. Menurut logika tidak seharusnya dia tiba-tiba membatalkan pertunangan.


"Sudah pasti aku yang melakukannya, tepat setelah datang kedunia ini" gumam Livy sambil tersenyum.


"Dalin, ayah ada dimana saat ini" tanya Livy yang tengah menompang kepalanya dengan malas.


"Tuan Duke ada diruang kejanya nona" Livy sudah sangat bosan berada dirumah, itu karena Duke seperti ingin mengurungnya.


Itulah yang menjadikan Livy yang dulunya tidak suka pergi ke tea party selalu datang setiap ada undangan. Namun Livy menghargai perhatian yang diberikan oleh duke.


"Dalin bantu aku bersiap, aku ingin menemui ayah"


Dalin dengan cekatan membantu Livy bersiap, Livy terlihat sangat cantik tentu meski dia terus memasang wajah datang dan acuh.


Livy melangkah dengan anggun menuju ruang kerja Duke dengan di iringi Dalin di belakangnya. Meski Livy memasang wajah datar dan dingin namun pelayan dan penjaga selalu menyapanya.


Sementara Livy hanya mengangguk saja, Livy merasa jika penghuni mansion ini sangat aneh. Meski dia memasang wajah dingin mereka tidak takut sedikitpun.


Hanya ada rasa hormat dan mengagumi di mata mereka. Livy tidak mengerti apa penyebabnya. Karena dulu dia hanya akan melihat ketakutan dimata para pelayan.


Tidak ingin memikirkan hal yang tidak berguna, Livy segera menepis pikirannya. Hingga tanpa dia sadari mereka sudah tiba diruangan kerja Duke.


Penjaga menyapa dengan hormat lalu membukakan pintu. Meski bingung dia tetap melangkah masuk dengan anggun.

__ADS_1


Livy bisa melihat Duke yang di sibukkan dengan tumpukan dokumen yang menurut Livy tidak ada habisnya. Tentu karena di dunia ini tidak ada komputer sehingga orang-orang menulis secara manual.


"Livyana menyapa Ayah" ucap Livy sesuai etiket bangsawan.


"Kau datang, duduk lah ayah sudah lama tidak melihatmu" jawab duke dengan datar namun ada kelembutan dimata Duke saat menatapnya.


"Baik ayah" Livy sebenarnya ingin langsung menyatakan niatnya namun dia urungkan karena melihat Duke yang terlihat kasihan.


Karena sering ke pergaulan kelas atas Livy bisa tau arti dari perkataan duke yang menyimpan maksud tersembunyi. Yah memang tidak terlalu rugi pergi ke pergaulan kelas atas.


Ia hanya bisa dengan berat hati menunda kegiatannya, rencananya ia ingin pergi ke perpustakaan yang di maksud Dalin. Namun karena dia tidak di izin kan keluar dia tidak bisa pergi.


Terlebih Juan terus datang mengikutinya, sehingga dia tidak bisa pergi diam-diam. Saat dia mengeluh Duke hanya mengatakan jika di luar berbahaya karena beast monster.


Dengan berat hati Livy tetap berkompromi dengan Duke dan menuruti keinginannya. Namun saat ini berbeda, pelaku yang melepas beast monster telah berhasil ditangkap.


Jadi dia ingin pergi ke perpustakaan itu dan mencari petunjuk.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See you


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2