
Lisgred segera membawa Livy kekamarnya dan memerintahkan pelayan untuk memanggil dokter.
'Siapapun yang berani membahayakan adikku, akan kubuat menderita' batin Lisgred dengan penuh amarah, saat ini dia sedang marah, kesal, dan khawatir.
Namun untuk saat ini keselamatan Livy lebih penting, namun dia berjanji akan membuat dalangnya menderita.
...
Lisgred membaringkan Livy diatas kasur dan menunggu dokter datang. Karena gelisah Lisgred berjalan mondar-mandir, dia merasa dokter sangat lama tiba hal itu membuatnya kesal.
Brak
Duke mendobrak pintu, saat mendengar bahwa putrinya jatuh sakit dia segera berlari kesini. Duke tidak memperdulikan apapun yang ada dipikiran nya hanya keadaan Livy.
"Apa yang terjadi" ucap Duke dingin, dia mengeluarkan tekanan aura yang kuat yang membuat semua orang bergetar ketakutan tidak terkecuali pada Lisgred dan Isgrid.
"Ayah, kau membuat kondisi Livy tambah parah" ucap Lisgred sambil menahan tekanan dari Duke, ia tau jika duke sangat marah saat ini namun hal ini tidak akan bagus bagi tubuh Livy yang sedang lemah.
"baiklah" Duke pun menarik kembali auranya membuat semuanya bisa bernafas lega.
Tidak lama kemudian dokter datang, dia kemudian memeriksa kondisi Livy dengan hati-hati karena mendapat tatapan tajam dari Duke, Lisgred dan Isgrid.
'His, matilah aku' batinnya sambil menangis, dia merasa tertekan akibatnya namun karena dia masih sayang nyawanya jadi dia berusaha tidak gemetar dan melakukan kesalahan.
Beberapa saat kemudian, dokter telah selesai memeriksa Livy, dia merasa cukup lega karena bisa lolos dari maut.
"Bagaimana kondisi nya" tanya Isgrid dengan khawatir, ia cukup peka hingga tau jika akhir-akhir ini adiknya terlihat sakit.
"Nona tidak memiliki penyakit serius, ia hanya alergi pada serbuk bunga mawar biru, jadi Anda tidak perlu khawatir." jelasnya singkat.
__ADS_1
"Alergi? Livy tidak memiliki alergi pada serbuk bunga. Apa lagi mawar biru" ucap Lisgred dengan nada penuh penekanan.
"Ampun tuan, tapi saya memeriksa bahwa itu adalah alergi" bantah dokter itu sambil berlutut di lantai, dia sangat yakin jika yang terjadi pada livy adalah gejala alergi namun dia juga takut salah dan dibunuh oleh Duke.
"Jika ternyata terdapat gejala serius, kamu yang akan menanggung akibatnya" ancam Duke dengan tatapan tajam, dia adalah Duke Reichburgh jika itu demi putri nya maka ia akan melakukan apapun.
Duke pun pergi dari kamar livy dengan penuh amarah, di pikirannya sudah ada orang yang dicurigai, namun dia akan memberi orang itu pelajaran nanti. Untuk sekarang dia harus mencari pelaku yang menyebabkan putri menjadi seperti itu.
...
Duke pun tiba di ruang bawah tanah, meski mereka tersangka namun mereka tidak mendapat siksaan selama berada di sana karena duke tidak akan membunuh tanpa mendengar penjelasan mereka.
Clang
Pengawal membuka kunci penjara dan Duke pun masuk kedalam, semua orang yang ada di sana hanya diam dan menunduk, walau mereka takut namun bagi mereka yang memang tidak bersalah tentu tidak perlu takut.
"Jelaskan apa yang terjadi" ucap Duke dingin dengan aura yang mencekam. Meski takut namun dalin memberanikan untuk berbicara.
Penjelasan dalin yang sangat jelas dan mudah dimengerti oleh orang awam, apa lagi bagi seorang Duke.
Setelah mendengar penjelasan dalin amarah Duke memuncak, membuat semua yang ada di sana menjadi kesulitan bernapas. Namun ia segera menghilang kan auranya.
"Selain tukang kebun itu bebaskan yang lain" ucap Duke dingin, pengawal pun melaksanakan perintah Duke dan membebaskan semuanya selain si tukang kebun.
Skip(Kalian pasti tau apa yang akan terjadi sama si tukang kebun)
...
Setelah dibebaskan dalin dengan terburu-buru menuju kamar nonanya, dia harus segera memberi penawar racun pada nonanya.
__ADS_1
Sebelumya livy telah menyiapkan penawar segala jenis racun, namun bukan dia yang menyimpannya namun dalin, hal itu karena tidak akan seru jika dia tidak bisa mengalami sensasi yang sebenarnya.
Tok...tok...tok
Kriet
Dalin pun masuk ke kamar livy kemudian menguncinya, setelah itu dalin memasukkan tablet obat kedalam mulut livy, tablet itu akan mencair begitu menyentuh mulut jadi lebih mudah dikonsumsi.
"Uhuk"
Tak lama kemudian livy pun membuka matanya dengan perlahan, dengan bantuan dalin livy mendudukkan dirinya dan tersenyum senang.
"Nona Anda baik-baik saja" tanya dalin dengan khawatir, dia memang tau jika nonanya akan baik-baik saja namun dia masih khawatir.
Livy tersenyum manis melihat perhatian dalin untuknya, jujur saja dia sangat senang diperlakukan seperti ini.
"Aku tidak apa, semua berjalan sesuai rencana" jawab livy sambil tersenyum.
"Saya lega, meski begitu apa nona lapar" tanya dalin sambil tersenyum.
"Aku ingin roti lapis dengan susu hangat" jawab livy dengan semangat, setelah semua akting tadi dia menjadi sangat lapar.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya.
See You
__ADS_1
Next eps...