
Livy dan Juan melangkah dengan anggun dan penuh ketegasan disetiap langkah mereka, dan tentunya hal ini membuat mereka tampak mempesona dan serasi.
Juan memasang wajah datar dan tatapan dingin sementara Livy memasang senyum anggun dan tatapan penuh kesombongan.
'Mari kita mulai' seru Livy didalam hatinya, Livy sudah sangat bersemangat dan menanti-nantikan hal ini terjadi.
Livy dan Juan kemudian berbaur kepesta, namun Livy hanya menyapa lady bangsawan dengan senyum tipis dan tatapan malas.
Setelah lepas dari kerumunan Livy kemudian bersandar di pojok sambil meminum wine, Livy meminum wine itu dengan anggun walau Livy tidak pernah menyukai minuman beralkohol.
"Sedikit pahit" gumam livy setelah meneguk wine dari gelas nya.
"Livy" panggilan seorang wanita dengan sedikit berteriak, Livy yang mendengar panggilan itu menoleh sebab dia bisa mengenali siapa yang memanggil nya.
"Audy aku merindukanmu" ucap Livy dengan senyum lembut setelah Audrey berada didepannya. Audrey tersenyum cerah lalu memeluk Livy dengan erat.
"Aku juga merindukanmu, oh dan lihat tubuhmu menjadi sedikit berbeda kau bahkan tambah cantik dan seksi" ucap Audrey tanpa jeda sementara Livy hanya bisa menghela nafas dengan semua perilaku Audrey.
"Ah Livy apa Yang mulia Raja Crastine adalah orang yang kau bicarakan itu" tanya Audrey dengan penasaran, ia merasa jika hal ini tidak nyata atau hanya sebuah kebetulan belaka.
Livy yang mengerti kekhawatiran Audrey tersenyum tipis, Livy sebenarnya ingin melanjutkan kesalahan pahaman ini namun hal itu mustahil terjadi.
"Tebakan mu benar, bukankah dia pria yang tampan dan mempesona" ucap Livy seraya tersenyum manis.
__ADS_1
"Iya sih dia sangat tampan tapi aku yakin jika kau tidak mencintainya" ucap Audrey dengan wajah serius bercampur khawatir. Ia hanya tidak ingin Livy menyesal nantinya, jadi dia akan menyelidiki Juan nanti.
Ditengah keasikan berbincang, tak lama kemudian teriakan pengawal mengganggu aktivitas nya dan hal itu tentu membuat Livy kesal.
'Suara yang memekakkan telinga' gerutu Livy didalam hatinya, Livy rasanya ingin menyumbat mulut pengawal itu namun karena dia pengawal kerajaan hal itu tidak bisa dilakukan.
"Yang mulia Raja memasuki ruangan" teriak pengawal itu membuat semua mata memandang ke arah pintu dan datang lah afgaren, ia melangkah dengan gagah menuju mimbar.
"Pertama-tama terima kasih telah hadir dalam acara ini, dan untuk ini pesta nya dimulai" ucap afgaren dengan wajah datar seraya mengangkat gelasnya.
Semua tamu yang hadir juga ikut mengangkat gelasnya dan meminumnya, setelah itu lagu diputar, sebagai permulaan Afgaren harus berdansa.
Mata Afgaren mencari kemana-mana hingga pandangannya jatuh pada Livy yang sedang bersandar di pojok bersama Audrey.
'Ketemu, mari lihat reaksinya' batin Afgaren dengan senyum tipis, ia pun melangkah menuju Livy, sementara Livy yang tahu maksud Afgaren pura-pura tidak melihat dan acuh tak acuh.
Livy yang tau maksud kedatangannya Afgaren mendahului Afgaren untuk berbicara.
"Salam pada matahari kerajaan" ucap Livy serasa membungkuk ala bangsawan, kemudian Livy memasang senyum manis.
"Yang mulia saya sarankan Anda mengurungkan niatnya Anda" ucap Livy dengan nada datar namun masih tersenyum.
"Kenapa" tanya Afgaren dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Karena saya sudah memiliki patner dan dia adalah Raja Crastine, akan tidak sopan jika dansa pertama saya bersama dengan mantan tunangan dan bukan tunangan saya yang sekarang" sindir Livy masih dengan senyum lembut.
"Tapi aku sudah kesini, bukankah jika aku tidak berdansa dengan mu kau akan malu dan juga reputasi ku akan ternodai" jawab Afgaren sambil menaikkan sudut bibirnya.
Sudut bibir Livy berkedut, Livy sangat tau jika Afgaren sangat tidak memperdulikan pandangan orang lain karena jika tidak dia pasti tidak akan dijuluki Tiran yang kejam.
Dan hanya tinggal satu kemungkinan yaitu Afgaren sedang mencari alasan untuk berdansa bersama nya, tapi jika Livy berdansa bersama Afgaren hal itu akan menjadi penghinaan bagi Juan.
Livy masih memasang senyum manis diwajahnya namun matanya menatap afgaren dengan tatapan tajam.
"Untuk itu saya punya solusi untuk Anda" ucap Livy dengan nada penuh penekanan, sementara Afgaren mencoba menahan tawanya saat melihat raut ketidaksukaan Livy untuk nya.
"Apa saran mu" tanya Afgaren dengan senyum tipis diwajahnya.
Livy tidak langsung menjawab tapi dia melihat sekeliling untuk mencari seseorang. Hingga pandangan Livy jatuh pada Juan yang sedang menatap Afgaren dengan tidak suka kemudian melambaikan tangan kearah Juan utuk menyuruh nya kesini.
'Apa yang ingin dilakukan nya' batin Afgaren dengan penasaran, meski menurutnya Livy sebelumnya sangat mengganggu namun dia akui sekarang Livy sangat menarik dan unik.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, btw reaksi Afgaren biasa aja sebab dia habya sebatas tertarik saja dengan Livy. So tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See You
Next eps...