
Livy tersenyum smirk saat melihat sarleta yang dengan tidak tahu malunya memungut uang di lantai. Meski ini tidak termasuk rencananya tapi tetap saja tujuannya tercapai.
'Ini pelajaran kecil untuk orang yang suka mengusik orang yang tidak bersalah' batin livy sambil menatap sarleta dengan tatapan tanpa ekspresi.
Livy melihat sekelilingnya, terlihat siswa dan siswi mentertawakan sarleta dan bahkan ada yang merekamnya, livy bisa menebak jika kedepannya sarleta akan jadi korban bullying mental.
Namun livy tidak ada niat untuk menghentikannya karena dia ingin sarleta mengetahui bagaimana rasanya dibully oleh orang lain.
...
Di kamar megah bernuansa eropa, gadis cantik bak dewi sedang terlelap dalam mimpinya dalam damai, perlahan dia membuka matanya,dia bangun dan meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.
Tok...tok...tok
Kriet
Dalin datang sambil membawa troli makanan seperti biasa, saat melihat kalau livy sudah bangun ia tidak memasang wajah terkejut.
"Nona anda cuma tertidur selama 36 jam, saya juga membawakan nona cemilan,lalu air mandi nona telah saya siapkan, suhunya akan pas setelah nona telah menghabiskan cemilannya"jelas dalin sambil menata piring meja.
"hoammm" livy berdiri dan berjalan dengn gontai menuju kursi.
Bruk
Dengan wajah malas dia duduk dikursi dan mulai mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta minta diisi.
'Menyebalkan, kenapa selalu memimpikan masa lalu tanpa tau waktu' batin livy dengan wajah yang ditekuk, tapi livy tidak ingin terlalu mengkhawatirkan persoalan tidak penting seperti kejadian di masa lalu.
"Hmm...hm mungkin ini efek dari penggabungan" gumam livy sambil mengunyah cookies miliknya.
__ADS_1
Saat ini ingatan livy cenderung pada ingatan Livyana, karena itu sifatnya lebih condong ke sifat livyana, meski begitu IQ livy yang tinggi membuat ingatannya tumpang tindih.
"Cih menyusahkan" gerutu livy kesal, livy bisa tau dengan pasti jika penyebab ia terus bermimpi tentang masa lalu karena ingatannya tumpang tindih, tapi tidak akan bermasalah besar, dia hanya akan sering diusik oleh memory masa lalunya.
...
Hari ini seperti biasanya livy melakukan jadwal rutinnya, cuma bedanya juan ikut dalam setiap rutinitasnya, livy merasa terganggu tapi juga merasa senang.
"Juan apa kau tidak sibuk" tanya livy sambil menikmati cemilan sorenya, dia duduk berhadapan dengan juan, entah kenapa dia merasa jika juan terus menatapnya bahkan saat ini juan terus menatapnya.
"Tidak ada" jawab juan singkat namun matanya tidak pernah berpaling dari livy, karena setelah kejadian livy di culik tepat didepannya, ia menjadi overprotektif kepada Livy.
Juan tidak ingin livy terluka, meski juan tau jika malam itu livy bisa diculik atas keinginannnya sendiri, jika tidak mereka bahkan tidak bisa menyentuh livy seujung kuku pun.
"Berhentilah menatapku seperti itu, aku tidak akan menghilang dari hadapanmu" ucap livy sambil memutar bola matanya jengah.
"Haaa...aaah" Livy menghela nafas pasrah, dia tidak tau dari mana juan bisa tau kelemahannya.
'curang sekali,memohon dengan wajah seperti itu' batin livy sambil memalingkan wajahnya karena tidak ingin menatap juan dalam mode memelas.
"Terserah, asal jangan terlalu berlebihan" ucap livy dengan acuh. Seketika wajah juan menjadi cerah, dia sudah seperti anjing penurut yang sedang dipuji oleh tuannya.
"Juan kapan kita akan mengadakan pertunangan disini" tanya livy sambil mengunyah cookies.
"2 minggu lagi, jika disini kekurangan tenaga aku akan membawanya dari kerajaanku" jawab juan sambil mengelus pucuk kepala Livy, sementara livy hanya menikmati belaian lembut dari Juan.
"Hmm...apa aku harus mengukur gaun lagi" tanya livy lalu memiringkan kepalanya.
"Tidak perlu, bukankah waktu itu sudah, atau apakah berat badanmu bertambah karena kamu sering makan cookies"ucap juan sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Hmph...Berat badanku tidak naik" jelas livy dengan pipi dikembungkan dan bibir menggerutu.
Juan gemas melihat livy, karena tidak bisa menahannya juan pun mencubit pelan hidung livy.
"Juan, sakit" gerutu livy dengan kesal, dia melipat tangannya dan memalingkan wajahnya.
"Maaf, kamu terlalu imut, Livy" ucap Juan dengan senyum hangat yang mengembang.
"Hmph...sudahlah" Livy melanjutkan memakan cookiesnya, hingga membuat juan geleng-geleng kepala.
...
Malamnya seperti biasa Livy makan bersama ayah dan kedua kakaknya, tapi lagi-lagi juan ikut makan bersama. Isgrid yang masih tidak terima jika adiknya harus bertunangan dengan juan menjadi kesal.
Apa lagi sejak tadu juan menebar kemesraan dimeja makan seperti menyuapi livy dan lainnya. Hati Isgrid semakin memanas saat tau jika adiknya akan di ambil oleh orang lain.
"Tenanglah" tegur Lisgred sambil menyantap makanannya.
"Cih" dengus Isgrid lalu kembali makan.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritanya ya.
See You
Next Eps...
__ADS_1