Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 118


__ADS_3

Livy tidak menghiraukan sekitarnya lagi dan pergi menemui Isgrid yang sedang berbincang dengan bangsawan lainnya. Tentu Isgrid memasang wajah datar sangat berbeda saat dirumah yang terkesan cerewet.


"Livy kamu disini" Isgrid tersenyum saat melihat Livy menghampirinya. "Kak apa aku menganggu mu?" tanya livy sambil tersenyum sopan.


"Tidak, tidak. Ada perlu apa? kakak akan membantu mu" Isgrid menjawab dengan tegas takut jika Livy merasa sungkan bagaimana pun adiknya sedang hilang ingatan.


"Benarkah kalau begitu aku tidak akan sungkan" Livy menggandeng tangan Isgrid menuju keluar.


Ditempat sepi Livy melihat sekeliling memastikan tidak ada orang sebelum berbicara.


"Ada apa hm?" tanya isgrid dengan nada lembut. Livy cemberut lalu berkata "Kak apa penjaga disini bisa diandalkan?"


"Apa kamu menemukan sesuatu?" tanya isgrid dengan wajah serius, Livy mengangguk mengiyakan.


"Aku melihat beberapa pelayan mencurigakan, ada juga yang menyamar sebagai bangsawan" Livy mengatakannya bukan tanpa alasan karena dia mengingat semua wajah bangsawan di Kerajaan Trianty.


Baik yang sudah meninggal maupun yang telah pergi menikah ke kerajaan lain. Tentu itu berkat informasi dari Ron. Berkatnya Livy bisa mempersempit kemungkinan musuhnya, dan sudah ada beberapa nama di kepalanya.


Isgrid memasang wajah serius mendengar perkataan Livy "Kamu tenang saja kakak tidak akan membuat pertunangan mu hancur" meski dia tidak suka fakta jika Livy bertunangan namun bukan berarti dia akan membiarkan Livy dipermalukan karena masalah di hari pertunangannya.


"Terima kasih kak" Livy memeluk Isgrid dengan senang, sebenarnya dia ingin membiarkan saja tapi saat ini suasana hati Livy telah hancur karena wanita badut tadi. Penampilannya yang membuat livy ingin muntah saat melihatnya.


'Riasan sangat tebal dengan gaun yang sangat glamor dan norak, terlihat mengerikan' batin Livy dengan wajah masam.


Saat memikirkan penampilannya yang membuat Livy sakit mata. Livy jadi kurang bersemangat dan ingin cepat pulang. Jadi tentu saja dia ingin Isgrid membereskan kekacauan secepatnya.


...

__ADS_1


Di sisi lain Juan sedang bersama Duke, mereka bisa mengetahui pergerakan di aula pesta. Mereka tidak ingin pesta pertunangan Livy hancur kerena masalah luar.


"Yang mulia sebaiknya kita membereskan mereka secara rahasia" usul Duke dengan wajah datar.


Juan mengangguk menyetujui usulan Duke, karena memang dia tidak ingin acara pertunangan nya rusak. "Benar, mudah untuk membereskan mereka yang ada diluar, tapi ada beberapa yang di aula" ucap Juan sambil mengerutkan alisnya.


"Anda benar" Duke mengangguk sebagai Sword master dia bisa mengetahui pergerakan mencurigakan di aula pesta. Jika itu hari lain dia akan mengabaikannya namun hari ini adalah acara penting putrinya.


Sebagai ayah dia tidak bisa duduk diam saat seseorang berkonspirasi pada Livy. Dia tidak akan membiarkan Livy dipermalukan di pestanya.


"Saya rasa ada dua kelompok dengan tujuan yang sama" Juan mengangguk setuju dengan dugaan Duke. Kelompok pertama mungkin adalah bawahan helras untuk kelompok terakhir dia cukup jelas mereka menargetkan Livy.


Karena Livy akhir-akhir ini aktif di pergaulan kelas atas jadi kemungkinan ada yang tidak suka Livy menjadi primadona pergaulan kelas atas.


Awalnya Livy tidak suka hadir di pesta-pesta itu karena fokusnya memutuskan semua hubungan dengan Afgaren, tapi karena dia tidak memiliki ingatan saat dia datang ke dunia ini.


Meski dia muak mendengar sidiran-sindiran halus lady bangsawan yang bermuka dua. Juga tampilan mereka yang sangat glamor membuat mata Livy sakit.


"Bukan kah pesta masih berlangsung kita bisa memadamkan lampu beberapa menit kemudian menangkap mereka secara diam-diam" Juan menjelaskan rencananya Pada Duke dengan lebih rinci.


Juan akan mengalihkan perhatian kemudian Duke akan bertugas memadamkan lampu dan memasang sihir penghalang agar yang lain tidak bisa mendengar keributan yang mungkin terjadi.


Lalu tugas penangkapan akan diserahkan kepada Isgrid karena dia adalah kata pasukan kerajaan Trianty.


...


Livy kembali ke aula karena isgrid pergi menemui ayahnya. Livy memilih duduk di pojok agak tidak menarik perhatian namun sejak dia memasuki aula sudah ada yang memperhatikannya dengan penuh permusuhan.

__ADS_1


Livy minum anggur dengan elegan, dia mengecilkan aura kehadirannya sehingga orang lain kesulitan merasakan kehadirannya namun itu tidak mungkin bagi mereka yang memusatkan perhatiannya pada awal.


Ketenangan Livy tidak berlangsung lama karena seorang pelayan datang menghampirinya dan tersandung di depannya sehingga membuat anggur menyumpahi gaun Livy.


Livy segera memasang wajah masam lalu menatap pelayan itu dengan tajam.


Bruk


"Maaf nona saya tidak sengaja" pelayan itu berlutut sambil bergetar ketakutan, suaranya keras sehingga langsung menarik perhatian orang disekitar.


Hal itu membuatnya kesal, Livy bisa tahu dari nada bicara pelayan itu kalau dia sengaja meninggikan suaranya. Dia berfikir jika Livy tidak akan membuat keributan di hari pertunangannya.


Namun dia salah karena Livy sejak awal tidak peduli dengan reputasinya. Livy melangkah mendekati pelayan itu lalu menyiramkan anggur padanya.


"Aaah" pelayan itu terkejut karena Livy menyiramnya.


Livy menarik sudut bibirnya "Aku tidak bisa memaafkan mu karena aku bukan dewi, jadi lebih baik aku menyiram mu juga sehingga tidak menyimpan dendam" ucap Livy dengan nada dingin.


...


Thanks for Reading


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan dari ceritaku ya!


See you


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2