
Juan terdiam tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Livy, ia memang tau jika pertunangan tidak memerlukan acara seperti ini namun ia masih ingin mengadakannya.
"Apa kau tidak menyukai nya" tanya Juan dengan nada sedih. Livy kemudian melirik Juan sebelum kembali memandang kearah bulan.
"Tidak, hanya...hal itu membuat ku lelah" ucap Livy pelan kemudian menatap bulan yang sedang ditutup oleh awan, berbeda dengan Juan, padangan nya hanya mengarah kepada Livy.
"..."
Wush
Angin berhembus dan mebuat surai perak Livy menari dengan indah, Livy tersenyum tipis dan menikmati terpaan angin malam.
'Sangat menawan' batin Juan terpesona pada Livy. Livy kemudian memandang balik Juan dan tersenyum manis.
"Setelah ini apa kau masih ingin kembali" tanya Juan dengan tidak rela.
"Harus, jika rencana ini gagal akan buruk kedepannya untuk ku dan keluarga ku" jawab Livy singkat.
'apa tidak ada jalan lain' tanya Juan didalam hatinya, jujur saja saat mengetahui rencana Livy dia bahkan ingin menentang nya, namun apa daya Livy sangat keras kepala.
"Juan kau pasti sudah tau apa rencana ku, jadi ingat jangan merusak rencana ku" lanjut Livy dengan tatapan tajam.
"..."
"Setidaknya biar aku membantu mu" usul Juan dengan tatapan yang penuh arti, namun Livy tetap pada pendiriannya.
"Untuk sekarang, jangan sampai dia tau hubungan ku dengan mu, sampai waktunya tiba maka terserah. Karena itu sedikit menjauhlah" ucap Livy dengan tegas
Juan hanya tersenyum kecut mendengar nya, karena dia tahu apa rencana Livy namun meski dia ingin melarang pun Livy tidak akan mendengarkannya jadi dia hanya bisa mendukung keputusan Livy.
"Aku hanya berharap kau baik-baik saja" jawab Juan sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Livy kembali memandang langit malam dengan hiasan bulan yang indah, membuat Livy merasa tenang dan nyaman.
"Jika kau merindukan ku, kau bisa menelpon ku kapanpun atau kau bisa berteleportasi ketempatku" ucap Livy sambil tersenyum hangat.
Seketika wajah Juan yang tadi muram menjadi bercahaya kembali, ia kemudian tersenyum.
...
Livy menutup matanya untuk menikmati hembusan angin malam yang menyejukkan.
'Sebentar lagi tiba, awal dari permainan' batin Livy sambil menyeringai, Livy telah menyiapkan segala sesuatunya untuk bermain dan tentunya tujuan Livy adalah menang.
Livy kemudian kembali ke aula sedangkan Juan menyambut beberapa tamu, Livy duduk sendirian dimeja sambil menggoyangkan wine merahnya.
Jujur saja Livy tidak terlalu suka wine, namun karena ini acara resmi setidaknya ia harus minum sedikit.
Ditengah kebosanan Livy, seorang pria datang menghampiri Livy dan ya itu adalah Ken.
Livy tersenyum melihat kedatangan Ken, memang sudah cukup lama dia tidak bertemu.
"Jadi apa kau kecewa jika aku bertunangan dengan yang mulia Raja" ledek Livy dengan senyum jahil, wajah Ken langsung merona karena ketahuan.
"Bukan begitu, hanya.. hanya merasa jika teman ku sudah direbut orang" elak Ken dengan wajah malu-malu.
Hal itu membuat tubuh Livy bergetar menahan tawa, saat ini ken terlihat seperti anak anjing yang terlantar.
"Livy" panggil Ken membuat Livy memandang Ken dengan penuh tanya.
"Apa" tanya Livy sambil tersenyum manis, hal itu malah membuat ken semakin gugup.
"M-Maukah kau berdansa dengan ku" ajak Ken dengan gugup dan malu-malu.
__ADS_1
Livy tersenyum mendengar nya, sebenarnya Livy ingin menolak nya karena pasti hal ini akan menjadi masalah kedepannya namun bagaimana pun ken adalah teman nya jadi dengan sedikit enggan dia menerima nya.
"Saya menerima ajakan ada tuan Kenrue" ucap Livy seraya membungkuk menerima ukuran tangan Ken, Livy membuat nya sealami mungkin agar terlihat seperti Livy tidak bisa menolak ajakan Ken sebab dia adalah seorang bangsawan.
Semata-mata Livy berdansa hanya untuk formalitas saja, dan manipulatif Livy berhasil, bagi para bangsawan yang mementingkan aturan dan norma bangsawan kagum akan tindakan Livy, walau ada juga yang mencari-cari alasan untuk membenci Livy.
'Hmph, ada boneka kecil yang perlu diservis' batin Livy sambil tersenyum, Livy berdansa dengan anggun dan lincah hal itu membuat semuanya terpukau.
...
Selesai berdansa Livy berpamitan pada Ken untuk pergi ke ruang istirahat, Livy kemudian pergi meninggalkan aula sendirian karena dia ingin sedikit bermain.
Tap...tap... tap
Selama berjalan di lorong Livy bisa tau jika ada orang yang mengikuti dirinya, namun Livy belum mengetahui secara pasti tujuan dari orang ini, jadi Livy akan sedikit memancing nya.
'Ayo hibur aku' batin Livy sambil tersenyum smirk, Livy kemudian masuk ke salah satu ruang tunggu, setelah itu Livy duduk dengan tenang di kursi.
Livy kemudian mengambil telepon dari light room dan menghubungi Ken, kenapa Livy tidak menghubungi Juan, itu karena ia tau jika saat ini Juan sedang bersama banyak orang sementara Ken suka menyendiri.
Livy tidak ingin rahasia tentang telepon nya terbongkar lebih cepat, jadi dia menghubungi Ken.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See You
Next eps...
__ADS_1