Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 75


__ADS_3

Dengan segera Duke melajukan kudanya yang diikuti oleh Isgrid, sedangkan lisgred menggunakan sihir angin untuk tiba ke lokasi dengan cepat.


Mereka bertiga pergi dengan kecepatan tinggi, mereka tidak ingin membuang waktu sebab Livy bisa berada dalam bahaya kapan pun.


...


Di kereta Livy masih tertidur dengan lelap, bahkan penculik pun bingung, entah kenapa mereka jadi tidak terlihat seperti penculik namun sebagai kusir kuda.


"Ketua bukankah ini aneh" Ucap seorang yang sebelumnya mengendarai kereta Livy. Sementara orang yang dipanggil ketua juga memasang wajah bingung, mereka hanyalah orang suruhan jadi dia tidak begitu mengerti dengan apa yang tengah mereka hadapi.


Sedangkan Livy terbangun karena mendengar keributan, Livy juga kaget dia bisa tidur nyenyak di kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi.


'Aku lupa kereta ini sudah dimantrai kak Lisg untuk tidak membuat guncangan pada orang didalam' batin Livy sambil tersenyum tipis.


Livy mendengar dengan cermat perkataan penculiknya namun ia terlalu malas untuk mengurus mereka, lagipula ia tidak ingin helras bertindak hati-hati padanya.


'cukup tunggu bantuan tiba, sebelum itu sebaiknya lanjut tidur' Karena merasa situasi aman terkendali Livy kembali tidur, dia juga tidak peduli jika orang-orang itu memindahkannya, ia hanya mencari posisi nyaman untuk tidur.


Karena melihat wajah nyaman Livy mereka pun memindahkannya ke kamar yang cukup nyaman.


"Ketua tidakkah terlalu berlebihan" Ucap salah satu anggota nya. Orang yang dipanggil ketua itu hanya menghela nafas, jujur saja dia merasa kasihan dengan Livy karena itu dia menempatkan Livy di kamar yang nyaman, namun dia tidak bisa mengatakan itu kepada anak buahnya.


"Dia adalah bangsawan, kita akan dalam masalah jika melakukan hal yang keterlaluan, lagipula dia hanya lah gadis kecil" mereka mengangguk mengerti, mereka cukup paham dengan maksud dari ketua mereka.

__ADS_1


Karena Livy tertidur pulas mereka tidak berniat mengganggu, namun untuk berjaga-jaga mereka mengikat tangan dan kaki Livy, walau tidak terlalu kuat karena takut melukai kulit mulus Livy yang seperti porselen yang rapuh.


Bahkan tidak ada satupun dari mereka ingin kulit mulus itu tergores sedikit pun untuk itu mereka menggunakan kain agar tidak terlalu meninggalkan bekas.


"Fiuh... kupikir akan sangat disayangkan jika kulit mulus nya tergores" Ucap salah satunya dengan diangguki oleh yang lain.


Sedangkan Livy yang dari tadi tidak bisa tertidur sebab cukup berisik dan banyak yang mengganggu nya untuk tertidur, jadi dia hanya menyimak pembicaraan orang yang menculik nya.


Setelah keadaan tenang Livy membuka matanya perlahan, setelah membuka mata Livy kagum dengan kedermawanan penculik ini karena menempatkan dirinya di ruangan yang bersih dan nyaman, walau ia tidak bisa bergerak bebas karena terikat.


Livy melirik kain yang mengikat tangan dan kakinya, Livy tersenyum tipis, ia


tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini oleh penculik karena mereka terlalu baik padanya.


Walau sebenarnya intuisi Livy setengah benar dan setengah salah. Namun tetap saja Livy masih yakin jika dia masih berada dalam rencana meski dia tidak tau hal seperti ini akan terjadi.


"Haaah" Livy menghela nafas berat, dia pun memijiit kepalanya dengan tangan yang masih terikat.


"Mereka tidak layak disebut pembunuh bayaran" gumam livy sambil membuang nafas lesu, Livy menjadi tidak bersemangat, karena helras dari awal tidak serius mengincar dirinya jika tidak saat ini helras yang akan ada sini.


"Aku tidak tau harus bersyukur atau merasa kesal" gumam livy dengan wajah masam. Livy pikir dia harus senang karena rencananya telah berhasil untuk membuat helras tidak menggubris keberadaan nya. Namun sisi lain dia sedikit kecewa karena helras tidak datang langsung pada nya.


Bruk

__ADS_1


Livy kembali menjatuhkan dirinya di kasur Karena ia sedang sangat tidak bersemangat. Livy terlalu malas untuk melakukan hal lain selain menunggu Juan, ayah dan kedua kakak nya tiba.


"hoaaammm"


Karena sudah cukup larut malam Livy menjadi semakin mengantuk, kemudian Livy memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Tak lama kemudian Livy pun kembali tertidur dengan pulas.


Kriet


Beberapa menit kemudian seorang yang dipanggil ketua masuk keruangan, dia awalnya ingin mengecek keadaan tawanan nya karena sampai saat ini masih belum ada perintah lagi dari kliennya.


"Aku tau dia terlalu lengah, yah apa yang kuharap kan dari gadis kecil berusia 16 tahun" Ucapnya lalu menatap Livy dengan pandangan mata yang sulit diartikan


Dia kemudian menyelimuti tubuh Livy dan hanya meninggalkan Livy sendiri di kamar didalam.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2