Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 82


__ADS_3

Prang


Livy masih asik mengobrol dengan ketiga teman barunya hingga suara piring pecah mengalihkan perhatian nya. Livy menoleh kearah sumber suara.


"Punya mata gak sih, dasar cupu" bentak gadis yang bergaya glamor.


"Ma-maaf" jawab gadis cupu itu, tampilannya sangat menyedihkan, seragamnya sudah penuh dengan tumpahan makanan dari nampannya.


"Cih dia lagi, aku gak tau jika dia sekolah disini" ucap yalni sambil menatap jengah gadis yang berpenampilan glamor itu.


"Siapa" tanya livy dengan penasaran


"Itu siswi yang marah-marah namanya Sarleta Wirgany" jawab yalni sambil tersenyum pada livy.


"Namanya indah" ucap livy sambil tersenyum manis.


"Livy tolong jangan tertipu, namanya saja yang indah tapi hatinya sangat buruk" sanggah dena sambil memegang kedua pundah livy.


"Buruk bagaimana, mungkin dia cuma orang yang sensitif, jika kita mengenalnya..."


"Tidak,tidak,tidak. Dengar livy dia itu orang yang suka membully orang lain, juga padahal dia miskin tapi berpenampilan seperti orang kaya" ucap helna memotong perkataan livy.


"Waktu smp dia itu sangat sombong dan menyebalkan, terus dia suka melampiaskan amarahnya pada orang lain, padahal mereka tidak mengganggunya sama sekali" jelas yalni sambil menatap sarleta dengan tatapan mencemooh.


Sementara livy memasang wajah seolah tidak mengerti dengan situasinya, walau hanya dengan sekali lihat dia bisa langsung menebak situasinya dengan otak pintarnya.


...


Livy memandang sarleta dari atas kebawah, kemudian memandang gadis satunya lagi, lalu mengangguk seakan mengerti.


"Siapa nama gadis satunya" tanya livy sambil memiringkan kepalanya.


"Namanya Lilita Agran, dia memang gadis yang pemalu, jadi wajar saja jika dia mudah dibully orang lain" jawab Dena sambil menatap Lilita dengan tatapan kasihan.


Kring


Bel masuk berbunyi menandakan waktu istirahat telah selesai. Siswa dan siswi pun pergi meninggalkan kantin, tak terkecuali livy dan teman-temannya.


Livy berbalik dan melihat jika lilita masih terduduk sendirian dia lantai dengan baju yang kotor. Livy merasa iba lalu menghampirinya.

__ADS_1


"Tunggu livy mau kemana" tanya dena namun tidak dipedulikan oleh livy. Ia menghampiri lilita kemudian berjongkok.


"Kamu baik-baik saja" tanya livy sambil memasang wajah khawatir. Lilita memandang livy lalu mengangguk mengiyakan.


"Sebaiknya kamu cepat bersihkan diri di kamar mandi." ucap livy lalu melepaskan jaketnya lalu memberikannya kepada lilita.


"Apa ini" ucap lilita dengan suara yang kecil.


"Untuk kamu kenakan, lihat seragam ini tidak bisa dipakai lagi, jadi untuk sementara pakai jaketku dulu, kau bisa mengembalikannya besok" jelas livy sambil tersenyum hangat, lilita mengangguk dan mengambil jaket livy.


"Kalau begitu aku ke kelas dulu.. dah, oh ya nama ku Livy Adera, aku kelas 10 A" ucap livy dan berlalu pergi.


Lilita memegang erat jaket livy lalu tersenyum lembut.


"Livy gadis yang baik" gumamnya pelan kemudian pergi ke toilet untuk membersihkan seragamnya.


(Skip pulang sekolah)


...


Livy berjalan sambil tersenyum manis, hingga dia melihat sarleta sedang berjalan kearahnya sambil memainkan handphonenya.


Livy tersenyum smirk dan mempercepat langkahnya dan...


"Ah maaf" ucap livy yang menabrak sarleta hingga handphonenya terjatuh dan retak.


"Kau lihat ponselku jadi rusak karena mu" bentak sarleta pada livy hingga mengundang perhatian siswa dan siswi yang lain.


"Umm maaf, aku akan menggantinya, atau kau bisa mengambil punya ku dulu" ucap livy sambil menyerahkan ponselnya.


plak


Sarleta menepis tangan livy hingga ponselnya terjatuh dan ikut retak.


"Sekarang ganti rugi" ucap sarleta dengan tidak tahu malunya.


"Livy"


Livy menoleh kebelakang karena mengenali suara yang memanggilnya. Itu adalah suara dena yang memanggil livy, dena yang sudah melihat semua kejadiannya, tidak bisa menahan amarahnya lagi.

__ADS_1


"Hei tunggu apa lagi cepat ganti, waktuku sangat berharga" ucap sarleta sambil mendorong livy dengan pelan, namun bukan livy namanya jika tidak menciptakan drama.


Dia dari awal tidak suka dengan tindakan sarleta yang semena-mena, jadi livy akan dengan sengaja menjatuhkan dirinya.


Brugh


"Awh" ringis livy yang terjatuh kelantai, bisik-bisik siswa dan siswi yang memaki sarleta terdengar.


"Beraninya dia menganggu dewi"


"Cih miskin saja sudah belagu, jiia saja bukan disekolah sudah ku cabik-cabik wajahnya"


Livy tersenyum smirk saat mendengar bisik-bisik orang-orang.


"Livy kau tidak apa" ucap dena dengan nada khawatir, lalu membantu livy berdiri namun...


"Ugh dena sepertinya kaki ku terkilir" rintih livy sambil memijit pelan pergelangan kakinya.Dena membantu livy berdiri dan memapahnya, walau sebenarnya dia ingin mencabik-cabik sarleta, tapi demi keselamatan livy dia akan menahan amarahnya.


Namun sayang sarleta adalah gadis yang sombong dan tidak tahu malu...


"Hei ganti rugi dulu baru kalian boleh pergi" ucap sarleta dengan nada tajam,namun tak dihiraukan dena, dia terap lanjut memapah livy menuju parkiran.


"Hei, dasar tidak tahu malu, ganti rugi jika tidak..."


"Berisik, gadis sombong" bentak dena dengan suara yang menggelegar.Dia berbalik lalu menatap sarleta dengan tatapan mencemooh.


"Dasar miskin, hanya ponsel murah saja sudah belagu, apa kau tau berapa harga ponsel livy yang kau rusak" cibir dena sambil menatap sarleta yang saat ini sedang menahan amarah.


"Tidak tau kan! Dengar bahkan meski kau menjual tubuhmu yang murahan itu tetap tidak bisa menggantinya! Tapi tenang karena aku orang baik kau tidak perlu ganti rugi" jelas dena dengan nada mencemooh.


Plak


Dena mepemparkan 1 juta won ke wajah sarleta yang tengah menahan malu. Tapi demi hidup mewah dia rela menahan malu hanya untuk memungut uang di lantai.


...


Thanks for readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya...

__ADS_1


See You


Next Eps...


__ADS_2