
Namun Livy tidak bisa menyalahkan siapapun, yah bahkan meski datang lagi seorang pengganggu, Livy dengan mudah bisa menyingkirkan nya atau bahkan mungkin mengikut sertakan nya dalam permainan ini.
Meski begitu terdapat variabel kecil yang mampu menggoyahkan rencana Livy, bahkan meski hal itu hanya terjadi pada 1:10000. Namun Livy tetap harus menyiapkan rencana cadangan untuk itu karena Livy belum terlalu mengenal musuhnya.
"Rencana berkepanjangan dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, sungguh sempurna" ucap Lily dengan senyum yang mengembang.
Mungkin rencana ini akan melibatkan seluruh dunia dalam permainan nya namun sebisa mungkin livy ingin mengulur waktu sebanyak-banyaknya sebelum rencana ini mencapai bagian akhir
Tok .. tok...tok
Kriet
Dalin pun masuk kedalam bersama beberapa pelayan, mereka membawa gaun yang akan di pakai oleh livy malam ini.
"Gaun yang indah" gumam livy sambil tersenyum. Livy lalu bangkit dan duduk dimeja rias, Livy membiarkan mereka mendandani nya.
(Skip)
...
Di bawah Juan, Duke dan kedua kakak livy telah menunggu. Untuk Duke dia mengenakan pakaian yang senada dengan isgrid dan lisgred.
Dengan baju biru gelap dan perak membuat mereka tampak mempesona. Dan untuk Juan dia menyiapkan pakaian berdasar perak dan campuran biru gelap. Hal ini agar mereka terlihat seperti keluarga bahagia.
Tak lama kemudian terdengar langkah kaki menuruni tangga, mereka pun memandang kearah tangga dan menanti kedatangan Livy yang telah ditunggu.
Livy terlihat sangat cantik dengan gaun biru gelap dan pita keperakan di pinggang nya, rambut perak Livy dibiarkan terurai dan sedikit bergelombang.
Sebagai pelengkap Livy mengenakan kalung berlian putih berbentuk mawar, anting panjang berbentuk mawar menjuntai hampir menyentuh pundak Livy. Livy juga mengenakan sarung tangan putih yang panjang hingga sikut dan cincin pertunangan menghiasi jari manis Livy diluar sarung tangan.
Livy juga mengenakan sepatu kaca dengan motif mawar, sungguh tampilan Livy sangat cantik dan mempesona.
__ADS_1
Juan kemudian menaiki tangga dan mengulurkan tangan nya untuk menuntun Livy kebawah.
"Livy kau sangat cantik dan menawan" puji Juan pada Livy sementara Livy hanya tersenyum tipis.
Tap...tap..tap
"Kau sudah melakukan hal yang aku suruh" tanya Livy pelan namun masih bisa didengar oleh Juan.
"Tenang saja" jawab Juan pelan.
Mereka berdua bersama-sama menuruni tangga, setelah itu mereka segera pergi ke istana dengan kereta kuda.
Perjalanan ke istana berjalan lancar tanpa hambatan sebab hal yang telah diatur oleh livy.
...
Livy saat ini sedang memandang kearah jendela kereta, hingga Juan yang ada didepan Livy membuyarkan lamunan Livy.
Livy melirik Juan lalu tersenyum kemudian kembali menatap jendela, Juan juga tidak ingin bertanya lagi jika memang Livy tidak ingin membicarakan nya.
"..."
Hening untuk beberapa saat sebelum akhirnya livy mulai membuka pembicaraan.
"Pulang nanti biarakan aku berkereta sendiri" ucap Livy dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.
Juan kemudian menatap Livy dengan pandangan yang sulit diartikan lalu mengepalkan tangannya kemudian bertanya dengan ragu.
'Dia ingin membuang ku' batin Juan seraya menggigit bibirnya
"Kenapa" tanya Juan dengan nada gemetar kemudian menatap Livy dengan tatapan sendu.
__ADS_1
"haaah" Livy menghela nafas saat melihat Juan, Livy tidak bodoh sehingga dia tidak tau apa yang saat ini dipikirkan oleh Juan.
'cih sungguh kekanakan' batin Livy dengan kesal, Livy tidak tau harus bagaimana menghadapi perilaku Juan yang seperti anak kecil yang ditelantarkan.
"Buang yang ada dipikiran mu, aku hanya ingin rencana ku berjalan mulus, aku tidak sedang membuang mu" ucap Livy dengan ketus, mood Livy sudah buruk sebab kebodohan Juan yang menurut Livy kelewatan.
Setelah mendengar perkataan Livy wajah Juan kembali cerah dan bersemangat sungguh seperti anak kecil yang diberi permen.
'Ternyata semua klise di novel jika dialami sendiri itu sangat menyebalkan' batin Livy sambil memandang kearah jendela.
Tak lama kemudian mereka mulai memasuki istana, karena lambang keluarga Reichburgh di kereta jadi para penjaga tidak perlu memeriksa lagi dan langsung membiarkan mereka lewat.
Setelah kereta berhenti Juan turun terlebih dahulu lalu membantu Livy turun. Setelah itu Livy menggandeng tangan kiri Juan kemudian memasang wajah anggun dan angkuh. Setelah itu mereka memasuki istana.
...
"Duke Reichburgh, tuan muda Reichburgh memasuki ruangan" teriak pengawal penjaga pintu.
Duke melangkah dengan gagah diikuti oleh Isgrid dan Lisgred dan tentunya mereka memasang wajah dingin data datar.
Semua orang menunduk untuk menghormati Duke, tak berapa lama setelah kedatangan Duke pintu kembali terbuka membuat semuanya menoleh untuk melihat siapa yang datang.
"Yang mulia Raja Crastine dan lady Reichburgh memasuki ruangan" Semua orang terkejut saat mendengar nama Juan, mereka memang sudah diberi tahu jika Raja Crastine juga akan hadir namun mereka tidak menyangka jika Livy juga akan hadir bersama dengan Juan.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See You
__ADS_1
Next eps...