Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 103


__ADS_3

Live berkeliling dengan mata yang bersinar cerah, dia sangat suka akan pengetahuan tapi terkhusus untuk yang belum dia ketahui. Jika itu sudah dia baca dia akan malas untuk mengulanginya kembali.


Live mengambil beberapa buku yang menarik baginya lalu mencari tempat duduk di tempat yang tidak mencolok. Dia meletakkan bukunya dan mulai membaca.


Sedangkan untuk tujuan kedatangannya Livy tidak akan repot memikirkan nya, terlebih dia tidak tau seperti apa dan siapa orang yang dia cari. Sulit untuk mencarinya seperti mencari jarum ditumpukan jerami.


Lagipula Livy yakin jika orang itu akan menemui nya terlebih dahulu, jadi dia tidak akan repot-repot mencarinya dan membuang-buang waktu bebasnya yang berharga.


30 menit kemudian


"Senang melihatmu disini Livy, adik kecilku"


Livy mendongak untuk melihat siapa yang berbicara dengannya, karena dia yakin jika itu bukan Isgrid ataupun Lisgred. Pria tampan itu tersenyum lembut saat menatap Livy yang di panggil nya adik kecil.


"Kak Reim" Livy terkejut saat melihat pria di depan nya. Pria itu sedikit terkejut namun dia kembali tersenyum lembut. Matanya penuh dengan kerinduan yang besar.


"Akhirnya kamu mengingat ku" Reim maju dan memeluk Livy dengan erat. Livy masih kaget dan belum bisa mengerti situasi saat ini. Dia tidak tahu apakah orang yang dimaksud Reim sama dengan orang yang dimaksud nya.


"Tunggu apa maksudmu" Livy mencoba melepaskan pelukan Reim namun nihil tenaganya kalah dengan Reim.


"Kamu masih ragu? namun tebakanmu benar! aku sama sepertimu Livy, namun beda dengan dirimu yang mengambil alih tubuh orang yang memiliki nama yang mirip denganmu aku terlahir kedunia ini sebagai bayi dengan ingatan masa lalu" Reim menjelaskan secara tingkat apa yang terjadi.


Hal itu membuat Livy sangat terkejut, dia awalnya sudah menduga. Sangat aneh saat dia ada di tubuh orang lain, juga dia menduga adanya orang yang sama seperti dirinya.


"Jadi kamu... " Livy saat ini memiliki perasaan yang bercampur aduk. Dia ingin menanyakan banyak hal, dia saat ini merasa sedih, marah, kesal dan bahagia.


"Aku tau banyak yang ingin kamu tanyakan tapi kita tidak bisa bicara disini" Reim melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Livy.


Sring...

__ADS_1


Kemudian cahaya putih menyelimuti mereka berdua dan menghilang bersama dengan keberadaan mereka.


Sring...


Kilauan cahaya putih muncul bersama dengan sosok Reim dan Livy yang masih takjub karena mereka berpindah dalam sekejap mata.


"Ini dimana?" tanya Livy sambil melihat sekeliling dengan takjub, bagaimana pun ruangan ini sangat indah dengan dipadukan warna putih dan biru seperti diatas awan.


"Kamu sudah pernah kesini sebelumnya, ruangan ini ada dipuncak menara sihir" jelas Reim sambil tersenyum dia mengelus kepala Livy dengan lembut.


Reims kemudian menjentikkan jarinya dan muncul kursi dan meja lengkap dengan cemilan kesukaan Livy tentunya dengan teh hijau untuk menemani.


"Duduklah dulu!" kata Reim sambil menarikkan kursi untuk Livy.


"Terima kasih kak" Livy tersenyum manis lalu dia memakan cemilan dengan bahagia.


30 menit kemudian


Livy telah menghabiskan cemilan yang di siapkan oleh Reim, sedangkan Reim dia sengaja tidak mengganggu Livy yang asik memakan cemilan.


"Ini sangat enak" seru Livy setelah puas makan. "Ngomong-ngomong kak maaf aku mengabaikan dirimu tadi" Livy merasa sedikit bersalah hanya sedikit. Lagipula itu salah Reim yang menyiapkan cemilan kesukaan nya.


"Baik aku tahu kamu tidak menyesal sama sekali" ejek Reim dengan nada bercanda.


"Tidak kok aku menyesal meski cuma sedikit" jawab Livy dengan santai tanpa beban.


"Oke aku tidak akan bisa menang darimu, lalu sekarang jika ada yang ingin kamu tanyakan, tanyakan lah aku akan menjawab mu" Reim tersenyum sambil menatap mata Ruby Livy yang indah.


"Kalau begitu bagaimana kakak bisa langsung mengenaliku" Livy bertanya pada Reim satu pertanyaan tapi jawabannya mencangkup semua hal yang ingin diketahui Livy, dia bukannya tidak suka berbicara kepada Reim hanya malas saja.

__ADS_1


"Hahaha kamu tetap tidak berubah ya" Reim tertawa, dia tidak kesal karena pertanyaan itu, tapi dia hanya menganggap Livy yang sudah seperti adik kandung nya itu sangat menggemaskan.


"Aku serius kak" Livy memasang wajah masam karena merasa di ledek oleh Reim.


"Iya iya, Pertama saat aku datang pertama kali ke dunia ini sebagai bayi. Bayi itu baru saja lahir namun karena kondisi nya yang lemah bayi itu meninggal di tempat.


Namun saat dokter akan mengumumkan kematian bayi itu, jiwa ku masuk ke raga bayi yang sudah tidak bernyawa itu." Reim tertawa saat mengingat kembali hal itu.


"Awalnya aku tidak bisa menerima nya saat tahu kalau aku sudah mati dan berinkarnasi sebagai bayi. Tapi setelah seminggu aku mulai menerimanya.


Lalu bertahun-tahun berlalu begitu saja, aku mengalami berbagai rintangan hidup dan masalah sebelum akhirnya berhasil menjadi ketua menara sihir termuda sepanjang sejarah"


Reim menyingkat cerita hidupnya karena baginya itu hanya masa lalu dan dia tidak ingin Livy resah dengan masa lalunya.


"Setelah itu kakak kedua mu masuk ke menara sihir sebagai penyihir yang berbakat, saat itu aku bertemu dengan Livyana saat dia berusia 10 tahun. Aku tertarik dengannya karena namanya mirip denganmu.


Aku berharap jika dia adalah kamu, namun selama 6 tahun aku mengawasinya ternyata dia bukan kamu. Hingga tiba-tiba aku mendengar jika dia jatuh dari tangga dan koma.


Kemudian aku mendengar jika dia tiba-tiba memutuskan pertunangan nya dengan Raja Trianty. Sejak itu aku curiga telah terjadi sesuatu karena selama aku mengamatinya dia sangat terobsesi dengan Raja Trianty.


Kebetulan saat aku merasa curiga, kamu mengunjungi perpustakaan milikku, dan pertemuan kita yang secara tidak sengaja karena kamu sedikit ceroboh" Reim tertawa pelan saat mengingatnya kembali.


"Tentu saja aku bisa langsung tahu jika itu kamu saat melihat mu yang serius membaca dan sikapmu, tapi adik kecilku ini tidak mengingatku, aku merasa sangat sedih" Reim menghela nafas dan memasang wajah murung.


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya.


See you

__ADS_1


Next eps...


__ADS_2