
Keesokan harinya Livy telah bersiap dan sarapan bersama Juan namun tetap saja dia hanya memakannya sedikit karena dia tidak menyukainya. Juan juga tidak memaksanya, dia tau jika Livy tidak suka akan makanan itu, namun dia tetap memakannya.
"Livy hari ini kamu ada kegiatan" tanya Juan dengan hati-hati, hari ini suasana hati Livy sedang baik. Dia juga tau jika Livy pulang kerumahnya pagi tadi, namun dia tidak ingin melarang nya jika tidak Livy akan pergi meninggalkan dirinya sendirian.
"Hmm.. aku ingin mencari guild informasi" ucap livy sambil mengaduk-aduk makanan di piringnya.
Juan hanya menghela nafas melihat Livy yang tidak nafsu makan, dia bertanya-tanya ini kah alasan Livy tidak sarapan bersama nya kemarin.
"Kalau tidak suka tidak perlu dimakan Livy, katakan padaku apa yang kamu ingin makan" ucap Juan dengan lembut, dia sangat berhati-hati agar tidak membuat Livy marah kembali.
Livy meletakkan garpu dan pisau di meja, dia melirik Juan sebentar kemudian mengambil susu dan meminumnya.
"Aku ingin masakan dalin" ucap Livy dengan nada manja, entah efek dari apa dia jadi bertingkah kekanakan seperti ini.
Juan tercengang mendengar nada manja Livy, hal ini baru baginya. Setelah menetralkan keterkejutan nya dia mulai memikirkan perkataan Livy tadi.
"Kenapa tidak kamu bawa dia kesini" tanya Juan penasaran, jika memang Livy ingin masakan dari pelayan pribadi nya dia pasti akan mengijinkan hal itu.
"Hmph... jika aku bisa, dia sudah akan ada disini" jawab Livy sedih, tapi percayalah dia merasa meriding mendengar ucapan nya sendiri.
__ADS_1
'Astaga kenapa dengan diriku? aku tidak sedang disihir bukan' batin Livy merinding, meski begitu dia tau jika ini bukanlah karena dia disihir atau apa namun jelas karena dia merasakan kenyamanan.
Selama ini Livy tidak pernah merasakan hal ini, dia ingat dengan pertama kali dia seperti ini adalah saat dia bertemu dengan anjingnya yang lucu saat berumur 5 tahun.
Debry namanya, dia adalah anjing yang lucu dan imut dengan bulu putih yang lebat, namun sayangnya debry mati karena sakit saat Livy berusia 10 tahun.
...
"Livy" panggil Juan mengganggu lamunan Livy, ia pun melirik juan dengan mata yang berkaca-kaca. Dia sedih saat mengingat teman masa kecilnya yaitu debry, anjing lucu miliknya.
"Kenapa kamu menangis" Juan panik dan segera mendekati Livy kemudian memeluknya. Livy pun membiarkan Juan memeluk nya, dia merasakan kehangatan saat memeluk Juan. Itu berbeda dengan kehangatan saat dia berpelukan dengan ayah dan kakaknya yang sekarang.
"Hiks...Juan kau pasti tau jika aku pergi dari rumah tanpa ijin ayah, karena itu aku tidak bisa membawa Dalin jika tidak ayah akan curiga kalau aku tidak ada dirumah." ucap Livy sambil menangis tersedu-sedu di pelukan Juan.
Juan mencoba setenang mungkin, namun percayalah jantungnya berdetak kencang dan telinganya memerah, ini karena Livy memeluknya dengan erat hingga di bisa merasakan benda kenyal Livy menempel di dada nya.
Karena takut Livy marah jadi dia tidak berani bergerak dan membiarkan Livy berbuat sesuka nya.
Setelah puas menangis Livy pun melepas pelukannya dan menyeka air matanya. Meski begitu dia tidak merasa sungkan karena telah membasahi pakaian Juan dengan air matanya.
__ADS_1
"Sudah tenang" Juan mengelus kepala Livy sambil tersenyum hangat, namun Livy bisa melihat jelas telinga Juan yang memerah, Livy tertawa kecil melihat nya.
"Terima kasih" ucap Livy sambil tersenyum tulus. Dia tau jika Juan tidak terbiasa berdekatan dengan perempuan jadi dia sedikit canggung, namun itulah sebabnya dia menyukainya.
"Apa kau masih ingin mencari ketua guild informasi" tanya Juan masih memangku Livy. Sebelumnya karena ingin menenangkan Livy dia menarik Livy dalam pangkuan nya dan memeluknya. Namun saat dia mencoba mengingat perilakunya dia merasa sedikit malu dan canggung.
"Aku tidak masalah saat kamu memeluk ku, jadi jangan canggung" ucap Livy sambil mencoba menahan tawanya, dia bisa mengetahui apa yang dipikirkan Juan hanya dari ekspresi dan postur tubuhnya.
"Maaf" gumam Juan pelan namun masih bisa didengar Livy. Livy pun berdiri, dia tidak ingin Juan menjadi canggung dan kaku sebab di masih memerlukam dirinya untuk menemui ketua guild informasi.
"Ayo kencan keibukota" ajak Livy dengan nada manja, dia dapat melihat dengan jelas jika Juan mencintai nya dan dia juga tidak membenci perlakuan Juan padanya, jadi dia hanya ingin memastikan perasaan nya kembali.
"Ayo" jawab Juan dengan gembira, dia tahu jika Livy ingin bantuannya untuk menemui ketua guild informasi namun kata kencan membuat dirinya senang, bukan kah itu berarti Livy membuka hati untuk dirinya dan untuk seterusnya itu tergantung usahanya membuat Livy juga mencintai dirinya.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya
__ADS_1
See you
Next eps...