
Setelah selesai makan Livy berganti pakaian dengan bantuan Dalin, Livy memakai pakaian yang cukup nyaman untuk berlatih pedang.
Setelah selesai bersiap Livy pun menghampiri Isgrid yang berada ditempat latihan kesatria.
Setibanya Isgrid telah menunggu Livy ditengah lapangan, dia terlihat tampan dan gagah dengan baju kasual.
"Kakak sangat tampan" puji Livy sambil tersenyum manis
"Tentu saja" ucap Isgrid bangga, dia sungguh sangat senang saat dipuji oleh adiknya ini.
"Baiklah mari kita mulai latihannya" ucap Isgrid dengan wajah serius sementara Livy mengangguk mengiyakan.
...
Sring
wush
Isgrid mempraktekkan teknik berpedang sementara Livy mengamati dan mengingat setiap gerakan.
Livy merekam setiap posisi tubuh Isgrid di otaknya, meski tidak bisa berhasil dalam sekali coba tapi dia yakin bisa mempraktekkan setiap gerakan Isgrid.
Bumh
Ledakan api membakar dan menghancurkan objek latihhan berupa patung kayu, Livy terus mengingat setiap gerakan Isgrid dia tidak ingin melewatkan detail sekecil apapun.
Hingga Isgrid menghentikan gerakannya, kemudian memasukkan pedang ke sarungnya.
"Kakak hebat" puji Livy sambil menghampiri Isgrid
"Kau bisa melakukan nya" tanya Isgrid dengan senyum hangat.
"Tentu" Livy kemudian mengambil pedang latihan biasa.
...
Sring
Wush
Livy mengayunkan pedangnya dengan lincah, dia juga mencoba mempraktekkan gerakan Isgrid walau sedikit kaku.
Srash
Livy menghentikan latihannya setelah selesai mempraktekkan gerakan yang diajarkan Isgrid, namun dia tau jika gerakannya sedikit kaku hal itu karena postur tubuh wanita dan pria berbeda.
__ADS_1
"Gerakan mu sudah bagus namun masih belum terbiasa, perbanyak latihan dan kamu akan bisa" ucap Isgrid sambil mengelus kepala Livy.
Livy hanya mengangguk mengiyakan, setelah itu Livy tidak melanjutkan latihan lagi, dia segera kembali kekamarnya bersama Dalin.
...
Setibanya Livy kemudian membaca mantra Light room, dia ingin memodifikasi gerakan Isgrid tadi menjadi gerakan nya sendiri.
Dalin juga mengikuti masuk ke Light room, dia membawa tikar dan sekeranjang roti isi lengkap dengan minuman dingin. Mereka sudah seperti mau piknik saja.
Dalin membentang kain kemudian menyusun makanan dan minuman yang dibawanya, sebelumnya Livy telah meminta Dalin menyiapkan semuanya.
Tap..tap...tap
Livy mengambil pedang tipis yang dibeli Livy bersama Ken di Crastine.
"Bagaimana kabar Ken, dia belum menghubungi ku sama sekali" gumam Livy sambil memegang pedang dan membolak-balik nya
Tap...tap...tap.
Livy melangkah sedikit menjauh dari dalin dan tumpukan barang nya dan...
Sring
Livy mengeluarkan pedang dari sarungnya kemudian melakukan teknik berpedang Isgrid sebelum, namun kali ini dia menutup matanya dan membiarkan tubuh mengendalikan otaknya.
Srash
Wush
Teknik berpedang Isgrid menjadi lebih lentur dan lincah, gerakan sebelum nya yang bertumpu pada kekuatan tangan dan bahu berubah hingga berpusat pada gerakan kaki dan kelincahan tangan.
Srash, sring, srash
Livy mengayunkan pedang hingga membelah udara. Jika sebelumnya pedang Isgrid mampu meledakkan objek, maka pedang Livy akan membelah apapun dengan sangat cepat.
Wush
srak
Livy memasukkan kembali pedangnya kemudian menghela nafas panjang, dia sedang mencoba mengatur nafasnya.
prok...prok
"Anda sangat hebat nona" ucap dalin sambil bertepuk tangan, sungguh nonanya tadi sangat keren dan anggun.
__ADS_1
"Dalin aku lelah" gerutu Livy sambil membaringkan dirinya di atas tikar.
"Nona anda bisa tidur dipangkuan saya" ucap dalin sambil tersenyum hangat.
"..." Livy hanya mengangguk kemudian membaringkan tubuhnya di pangkuan Dalin.
Livy membuka mulutnya dan Dalin pun memasukkan potongan kecil roti isi yang telah dipotong sebelum nya.
"Enak" ucap Livy sambil mengunyah roti itu.
Dalin tersenyum senang, dia sudah sangat senang jika Livy menyukai roti isi buatannya.
"Hoammm"
"Nona mari kembali Anda pasti sangat lelah" ucap dalin sambil mengelus pelan kepala Livy.
"Hmm" Livy pun bangun dan membuka Light room. Merekapun keluar dari Light room.
Dalin segera pergi menyiapkan air mandi Livy tak lupa juga dia meletakkan sepiring roti isi yang telah dipotong kecil-kecil oleh Dalin. Tak lupa juga air untuk Livy minum.
Bruk
Livy menjatuhkan dirinya di kursi kemudian dengan malas memakan roti isi.
Tak lama kemudian Dalin datang dan Livy telah menghabiskan roti didalam piring, yah dia cukup lapar setelah berlatih.
Livy pun pergi kekamar mandi dan mandi dengan bantuan Dalin, itu karena dia sudah sangat kelelahan. Tidakkah energinya telah banyak digunakan hari ini, bahkan untuk berjalan saja Livy sudah sangat lelah.
Livy memejamkan matanya sambil menikmati pijatan lembut dari dalin, dalin cukup peka dan tau jika Livy sedang kelelahan.
Setelah ritual mandi Dalin pun membantu Livy berpakaian sederhana dan nyaman untuk dibawa tidur namun bukan piyama.
Bruk
Setelah selesai berpakaian dan menata rambut Livy segera menjauhkan dirinya diatas kasur.
"Nona... nona" desah dalin sambil menggeleng-gelengkan kepala, itu karena gaya tidur nonanya yang sembarangan.
Dalin pun merapikan posisi tidur Livy kemudian menarik selimut lalu menyelimuti Livy dan Livy sudah lama tidur pulas.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Maaf ya up telat, hari ini aku sibuk banget🙏 ,Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See You
Next eps...