Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 35


__ADS_3

Setelah selesai memberi Rise instruksi, Juan segera mengajak Livy keibukota, mereka mengendarai kereta kuda sederhana dan mengenakan pakaian sederhana namun tetap terlihat seperti bangsawan.


Sepanjang perjalanan Livy memasang wajah cemberut, jujur saja dia tidak suka jika harus berpergian dengan kereta kuda, namun apa daya Juan tidak memperbolehkan Livy menunggangi kuda atau menggunakan teleportasi, karena akan berbahaya.


"Livy, kau marah" tanya Juan pelan, dia melihat Livy dengan hati-hati, ia tau jika Livy tidak suka menaiki kereta kuda tapi ini demi keselamatan nya.


"Bodoh" gumam Livy pelan, Livy kesal sendiri karena Juan, akan lebih baik jika mereka berjalan kaki atau pergi menaiki kuda, tapi kenapa harus menaiki kereta kuda.


'pinggang ku' gerutu Livy dalam hatinya, Livy mengelus pinggang nya pelan kemudian menatap Juan dengan tajam. Juan hanya menghela nafasnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


'Lebih baik aku pergi sendiri tadi' batin Livy kemudian membuang muka kesamping. Juan menjadi murung saat Livy yang tidak memperdulikan dirinya.


"Livy, jangan marah, ini semua demi dirimu" lirih Juan pelan namun masih tidak di tanggapi oleh Livy, dan Juan hanya bisa mengalah karena jika dia tidak mengalah Livy akan lebih marah lagi.


"Aku tidak suka dikekang! kalau begini saja sudah seperti ini, lalu bagaimana jika kita memiliki hubungan khusus nanti? tidak kah kebebasan milikku akan kau ambil semua" ucap Livy dingin, dia masih melihat keluar kereta kuda.


Juan memucat saat mendengar perkataan livy yang seolah-olah mengatakan 'Kamu keterlaluan, baru sebagai teman saja sudah mengatur ku, apalagi saat kita memiliki hubungan lebih kau pasti tidak akan membiarkan ku kemanapun'


Juan menelan salivarnya, dia tau maksud dari perkataan Livy, jika dia berbuat melampaui batas Livy akan segera memutuskan hubungan mereka.


"Maaf, tidak akan ada lain kali" ucap Juan sambil menundukkan kepalanya, dia tau jika perbuatan nya membuat Livy membenci nya, tapi dia memang terlalu bodoh dan tidak terbiasa.


"Itu jika ada lain kali" jawab Livy dingin, dia sedikit kesal karena Juan merusak suasana hatinya, dia sudah cukup berbaik hati karena menurutinya untuk menaiki kereta kuda, tapi Juan malah mengatakan jika ini demi kebaikan nya.


Hal itu membuat Livy marah, meski sekejap dia teringat perilaku Afgaren yang mengurung Ayala dengan mengatas namakan cinta, sungguh dialog Afgaren saat itu membuat Livy murka.

__ADS_1


'Semua pria sama saja, suka mengekang' batin Livy sambil memandangi pemandangan diluar melalui jendela, dia tidak ingin memperdulikan Juan yang saat ini memasang wajah muram.


'Aku tidak memiliki mood untuk memberi kan telepon kepada nya' batin Livy lagi saat melirik Juan sesaat, kemarin Juan membuatnya kesal jadi dia tidak memberikan telepon padanya dan hari ini dia membuatnya kesal kembali maka dia mengurungkan niatnya untuk memberikan telepon itu.


...


Setibanya di ibukota, Livy turun mendahului Juan, dia tidak ingin menerima uluran tangan Juan. Bahkan dia masih kesal untuk sekedar melihat Juan.


'Bodoh dalam percintaan pun ada batasan nya' batin Livy kesal, dia berjalan cepat meninggalkan kereta kuda, sementara Juan tetap mengikuti kemana Livy pergi dalam diam.


Dia sedikit menjaga jarak dari Livy, karena dia tau jika Livy sedang sangat kesal. Saat tiba di persimpangan jalan dia tidak menemukan Livy kembali membuatnya panik dan mencari Livy kemana-mana.


"Livy" panggil Juan sambil b


...


Saat Juan mencari Livy dengan panik, Livy malah bersantai didalam Light room nya, dia sengaja bersembunyi karena dia merasa jika ada orang yang ngikuti dirinya.


Livy telah merasakan beberapa orang yang mengintai mereka sepanjang perjalanan menuju ibukota. Juan dan Livy hanya pergi berdua tanpa pengawal atau kesatria.


Livy melepas semua pakaian dan aksesoris nya kemudian membaca mantra


"Physical disguise light"


Sring

__ADS_1


cahaya menyelimuti seluruh tubuh Livy.


Wush


Rambut Livy memendek dan berubah warna menjadi hitam gelap, warna matanya tetap merah namun sedikit menyipit dan tajam seperti elang, alisnya tajam sejatam pedang, hidungnya membesar, bibirnya menebal dan memerah seksi, dagunya memajang, daun telinganya melebar dan menutupi lubang tindiknya.


Tenggorokan nya tumbuh jakun dan cekukan indah di bawah lehernya membuatnya terlihat seksi. Dada besar Livy mengecil dan perut seksinya melebar dan membentuk otot kotak-kotak yang mampu membuat semua wanita memandangnya penuh nafsu.


Alat kelamin Livy berubah menjadi seperti punya para pria membuat Livy menutup matanya, ini pertama kalinya dia menggunakan mantra ini, dia tidak menyangka akan mengalami perubahan sedetail ini, untuk hal ini Livy cukup membayangkannya saja.


Jangan menganggap dirinya mesum dan lainnya, hal ini dia lakukan demi penyamaran sempurna. Livy melanjutkan untuk membayangkan bentuk tubuh barunya.


Tubuh Livy meninggi hingga 175 cm, dia tidak ingin setinggi Juan yang memiliki tinggi 183 cm. Kaki Livy jejang, kulitnya yang halus dan lembut dibuatnya sedikit kasar seperti kulit pria.


Jika kalian sedikit penasaran akan penampilan Livy versi pria dia persis seperti Cadis Etrama di Raizel, didalam cerita Noblesse. Sementara untuk Juan seperti Frankenstein dengan rambut pendek.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


see you


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2