Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 21


__ADS_3

Juan terdiam, dia mencoba memilih kata-kata yang tepat agar Livy tidak salah paham. Namun sebelum itu ia harus membuat Livy mau mendengarkan nya.


"Livy aku tidak bermaksud begitu, dengarkan aku. Kubilang kalau aku hanya membantu untuk memasukkan mata-mata dan tidak ikut campur untuk selebihnya" jelas Juan, ia menatap Livy dengan sendu. Ini pertama kalinya dia merasa sefrustasi ini.


"Tapi raja Crastine.."


"Namaku Juandres Exlius Van Crastine, raja dari kerajaan Crastine. Jadi tenang saja aku tidak akan ikut campur dalam urusan kerajaan Trianty. Aku Janji! karena itu kumohon jangan membenci ku. Aku menyukai mu Livy" sela Juan dia tidak membiarkan Livy berbicara hal ini agar kesalahpahaman ini terselesaikan.


"Aku tidak percaya jika kau menyukai ku, kita baru saja bertemu tidak mungkin kau..."


"Aku suka, aku sangat yakin. Saat pertama melihat mu jantungku berdetak kencang seakan-akan akan meledak. Bahkan saat ini detak jantungnya masih cepat." sela Juan, dia melepaskan cengkraman tangannya. Juan menarik tangan Livy dan meletakkannya di dadanya.


Deg...deg


Livy bisa merasakan detak jantung Juan yang sangat cepat. Wajah Livy memerah padam, dia tidak menyangka akan menerima pernyataan cinta dalam keadaan yang memalukan dan canggung.


Livy memalingkan wajahnya yang merona, memang dinovel juga kebanyakan tokoh protagonis pria jatuh cinta pada pandangan pertama dengan protagonis wanita.


"Iya aku percaya, sekarang menyingkirlah dari ku" cicit Livy pelan, sungguh dia sangat ingin mencari lubang dan bersembunyi di sana.


Juan merasa Livy mempercayai nya, ia pun melepaskan Livy.


"Ehem... jadi siapa yang bekerjasama dengan mu" ucap Livy mengalihkan pembicaraan.


Juan hanya tersenyum melihat Livy yang tersipu dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Yah dia tidak akan bertanya bagaimana Livy bisa tau, karena paling dia akan menjawab "bukankah itu terlihat sangat jelas" tentu dengan nada datarnya.


Membayangkannya saja sudah membuat juan tertawa senang.


"Tidak ada yang lucu" ucap Livy kesal, dia bertanya serius malah dibalas tertawa oleh Juan sungguh pria aneh.


"Maaf, dia adalah Helrasvy Rous Van Trianty adik dari raja sebelum nya" jawab Juan dengan wajah serius.


Livy mengerutkan keningnya, 'bukankah di dalam novel diceritakan jika seluruh sanak keluarga Afgaren sudah meninggal akibat dibantai oleh si raja gila itu' batin Livy bingung.


'Novel ini bukan kah ada season 2 nya, namun belum terbit jadi jelas belum membacanya.' batin livy, dia mencoba mengingat tentang novel itu.


"Livy" panggil Juan, dia mendekatkan wajahnya pada Livy sehingga jarak mereka sangat dekat.


"Menjauhlah" ucap Livy seraya mendorong Juan. Namun Juan bukannya mundur malah semakin mendekat sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


Melihat Juan yang semakin mendekat Livy memundurkan langkahnya. Namun itu tidak membuat Juan berhenti. Dia masih melangkah maju mendekati Livy.


Brak.


Livy membentur dinding, juan meletakkan tangannya di dinding dan mengurung Livy.


"Juan, apa yang kamu lakukan" ucap Livy dengan gugup.


Juan semakin tersenyum, melihat wajah menggemaskan Livy membuatnya ingin menjahili nya terus menerus.


"Aku akan memberitahumu alasan aku menerima tawaran orang itu" Bisik Juan di telinga Livy.


"Baiklah, bisakah kau menyingkir" balas Livy mencoba setenang mungkin. Juan pun membebaskan Livy dari kurungan nya. Dia pun duduk di kasur.


Livy pun ikut duduk jujur dia sangat lelah, bukan karena apa namun karena jantung terus berdetak kencang dari tadi.


"Orang itu memberi imbalan berupa tambang emas kerajaan Trianty jika aku bersedia membantunya." jelas Juan setelah Livy duduk disamping nya.


"Apa ada masalah dengan panen kerajaan Crastine" tanya Livy penasaran sebab dibacanya dibuku jika kerajaan Crastine tidak memiliki tambang emas atau berlian namun hasil panen nya sangat bagus sehingga kerajaan Crastine bisa makmur.


"Iya selama dua tahun ini kerajaan Crastine telah mengalami penurunan panen, bahkan hampir tidak ada" jawab Juan, dia sangat frustasi saat itu sehingga menerima ajakan Helras.


"Kenapa?" tanya Livy dengan wajah polosnya.


Juan hanya tersenyum, bukan kah ini kesempatan untuk berkencan. Sungguh dia sangat beruntung.


"Baiklah, namun kamu harus melepas sihir penyamaranmu dulu" ucap Juan seraya tersenyum.


"Baiklah" Livy membaca mantra


"Incognito light cancel"


Sring cahaya mengelilingi Livy dan rambut dan matanya kembali seperti semula.


"Kamu memang cantik seperti rumor nya" puji Juan sambil tersenyum.


Mendengar pujian Juan pipi Livy merona, dia tidak menyangka akan merasakan hal seperti ini.


Juan memegang tangan Livy dan membaca mantra teleportasi

__ADS_1


"Teleportation"


Sring


cahaya menyelimuti Juan dan juga Livy, dan dalam sekejap mereka sudah tidak ada di sana.


...


Sring


Livy dan juan tiba dengan hutan yang sepi. Hutannya sangat rindang dan sejuk. Livy mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"Ini tempat yang indah" ucap Livy, dia merasa sejuk dan damai disini.


"Kemarilah" Juan menarik tangan Livy, Livy pun mengikuti kemana Juan pergi.


Setibanya juan pun berhenti, Livy mengerutkan dahinya saat melihat pemandangan didepannya.


Tanah yang gersang dan kering bahkan tumbuhan hijau tidak ada satupun.


"Bagaimana mungkin" gumam Livy heran, Tidak mungkin energi di tanah ini menghilang begitu saja.


'Pasti ada penyebabnya' batin Livy, dia mencoba berfikir. Livy memikirkan ide dikepalanya, namun dia ragu akan berhasil atau tidak.


'Sebaiknya dicoba' Livy memejamkan matanya, dia menyebarkan mananya kesegala arah.


Livy bisa melihat semua hal bahkan untuk sesuatu yang tersembunyi, Livy tersenyum dia membuka matanya.


'Jadi karena itu' batinnya masih tersenyum.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya


See You


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2