Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 110


__ADS_3

Livy saat ini sedang membaca buku novel di kamarnya, meski awalnya dia tidak tertarik namun dia cukup penasaran kenapa dirinya dimasa depan menyukai novel itu. (Jika kalian lupa Livy saat ini hanya memiliki ingatan hingga berumur 14 tahun)


Setelah membaca buku romatis jilid pertama dia menjadi tertarik kemudian membaca jilid kedua. Disaat sedang membaca dia melihat beberapa kata yang ditandai dengan nomor.


"17(1), kecelakaan(2), mati(3), tiba(1), dunia(2), buku(3), aku(1), peran(2), jahat(3)." gumam livy saat melihat kata yang ditandai. Dia tidak mengerti kenapa buku ini ditandai dengan nomor.


Satu pikiran terlintas di kepalanya namun Livy memilih mengambil buku lainnya untuk memastikan pendapatnya. Dan benar saja dia menemukan kata-kata serupa di setiap buku.


Karena kata-kata yang ditandai sederhana namun semuanya selalu ada di setiap buku. "Tidak mungkin" livy sedikit kaget saat melihat nya,dia merasa ini adalah petunjuk yang dia tinggalkan.


"petunjuk pertama 17, kecelakaan, mati" gumam livy memikirkan arti kata itu.


.


.


.


Setelah beberapa saat Livy tertawa kecil "aku selalu bertanya kenapa aku bisa tiba didunia ini?" karena ingatannya berhenti diusia 14 tahun, berdasarkan petunjuk dia mungkin mengalami kecelakaan saat berusia 17 tahun lalu meninggal.


Lalu untuk petunjuk kedua yaitu tiba, dunia dan buku. Tidak terlalu sulit menebaknya, livy memikirkan beberapa kemungkinan, setelah beberapa saat dia memikirkan arti yang paling masuk akal.


"apakah ini adalah dunia di dalam buku" gumam livy sambil mengerutkan kening.

__ADS_1


Tapi dia sudah takjub setelah tiba ke dunia ini, karena didunia ini ada sihir dan hal itu sangat memungkinkan. Jadi dia tidak merasa heran. Lagipula didunia modern banyak cerita yang berkisah tentang protagonis yang melakukan perjalanan waktu kedunia lain atau ke masa lalu.


lalu untuk petunjuk ketiga adalah aku, peran, dan jahat. Livy memikirkan jika memang ini merupakan dunia novel maka seharusnya petunjuk ke tiga menunjuk pada tokoh yang ditempatinya di novel itu.


Petunjuk ketiga merupakan petunjuk yang paling mudah karena dia sudah jelas ada di dunia novel maka hanya ada beberapa peran di novel. Seperti protagonis pria, protagonis wanita, protagonis pembantu (figuran) pria, protagonis pembantu (figuran) wanita.


Lalu ada antagonis pria dan antagonis wanita, juga ada antagonis figuran pria dan wanita. Lalu final bos, karena novel yang dia miliki ada 2 jilid buku setiap judul kama kemungkinan dunia novel ini juga memiliki 2 jilid buku.


Lalu untuk final bos selalu ada dijilid kedua, maka dia saat ini sedang bermain 'game' dengan final bos.


Livy tersenyum saat memikirkan kesamaan ini, dia selalu meninggalkan petunjuk dia setiap perilakunya.


"Tokoh jahat, kalau begitu aku disini sebagai penjahat wanita" gumam Livy matanya sedikit menyipit. Dia tidak menyangka akan memiliki akhir tragis.


Tentu dia tidak pernah melakukan hal yang tidak berguna seperti mengoleksi novel didunia baru.


Dia sangat egois, lagipula dia menyukai kebebasan. Pemilik tubuhnya telah meninggal, jika tidak ada masalah dia mungkin bisa memalsukan kematiannya lalu meninggalkan keluarga pemilik tubuh.


Karena baginya lebih baik mereka mengetahui kebenaran yang pahit daripada kebohongan manis.


Namun sekarang dia tahu kenapa dia memilih tinggal dan menyusahkan dirinya sendiri untuk menyatukan jiwa dengan pemilik tubuh.


Alasannya pasti karena takdirnya yang malang begitu juga keluarga nya yang malang.

__ADS_1


Apalagi saat melihat sikap keluarga pemilik tubuh, hatinya makin melembut. Disisi lain dia juga tidak bisa berbohong sepenuhnya, karena itu dia memilih menyerah dan menyatukan jiwanya dengan Livyana yang asli.


Disisi lain dia tidak ingin Livyana benar-benar menghilang dan dia juga tidak ingin terus merasa bersalah. Lagipula saat itu mungkin sifat gilanya sudah banyak menurun drastis.


...


Livy tersenyum senang, dia tahu jika dirinya tidak akan pernah melakukan sesuatu yang sia-sia. Seperti hanya untuk menghilangkan ego pemilik tubuh dan mengambil alaih sepenuhnya tubuhnya.


Tentu tujuan utamanya adalah bermain, kebiasaan nya yang suka mempermainkan orang lain tidak berubah dari kecil hingga besar.


Hal itu sudah seperti narkoba bagi Livy sendiri. Dia melihat novel yang tersusun rapi di rak kamarnya. Dia pikir setelah 3 tahun kemudian dia memilih menggantikan 'game' dengan novel.


"itu sangat mungkin" gumam livy sambil berfikir.


Saat dia memainkan 'game' dia selalu harus berfikir dengan rumit, namun jika hanya membaca itu hanya sepotong kue baginya. Lagipula dia memiliki ingatan fotografis.


Livy saat ini sangat bersemangat menunggu trik yang akan dimainkan musuh. Dia sangat menantikannya.


...


Thanks for Reading


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya!.

__ADS_1


See you


Next eps...


__ADS_2