Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 59


__ADS_3

Livy mulai membuka matanya, setelah itu Livy mencari posisi yang nyaman untuk membaca novel dan makan cemilan.


Waktu berlalu begitu saja tak terasa matahari mulai tenggelam, Livy pun mulai berdandan dan mengenakan gaun.


Rambut Livy dibuat terurai dan bergelombang, Livy mengenakan tiara putih dengan Ruby merah ditengahnya, anting berbentuk bunga mawar putih dengan Ruby merah menjuntai panjang dan kalung mawar putih.


Gaun yang dikenakan Livy memiliki berwarna putih dengan sedikit campuran merah sebagai pita dan rendanya Juga sepatu kaca dengan corak mawar putih. Livy saat ini terlihat seperti peri yang turun dari surga.


Setelah selesai bersiap Livy pun melangkah keluar dari ruangan, di sana Lisgred dan Isgrid telah menunggu nya. Livy pun dengan senang hati menerima uluran tangan kedua kakaknya yang kemudian melangkah menuju aula pesta.


...


" Tuan Muda Isgridel Afrele Von Reichburgh, Tuan Muda Lisgredil Afrale Von Reichburgh, dan Lady Livyana Oseiny Von Reichburgh. Memasuki Aula" Teriak penjaga pintu.


Semua orang bertepuk tangan, ada yang secara terpaksa, ada yang hanya karena formalitas, ada yang sangat senang dan pemikiran lainnya.


Semua itu tidak lepas dari pandangan Livy, namun Livy tidak ambil pusing untuk memikirkan nya sebab dia masih cukup sibuk saat ini.


'Aku akan bermain dengan mereka setelah beberapa urusan ku selesai' batin Livy sambil memasang senyum anggun. Livy tidak ingin terlihat polos dan lugu, namun juga tidak ingin terlihat angkuh dan sombong.


Karena kesan anggun dan tanpa celah bisa membuat lawan cinta lain merasa minder dan mulai menilai akan kekurangan dirinya. Umumnya orang-orang iri pada orang lain karena menganggap dirinya lebih baik.


Namun untuk kasus Livy mereka bahkan tidak akan mampu membanggakan dirinya didepan Livy.


Apalagi dengan paras Livy yang cantik, tubuh yang seksi dan menggoda,sikap anggun Livy dan aura kebangsawanan yang kental membuat siapapun tidak berani bersaing dengan Livy.


Karena menunjukkan sikap sempurna tanpa celah mampu membuat sebagian besar orang mundur, namun ada beberapa kasus untuk orang yang sangat tidak tahu malu, berarti dirinya bisa dibilang gila.


...

__ADS_1


Livy melangkah menuju atas Aula atau tempat Juan dan pendeta berdiri, Livy melangkah dengan anggun dan senyuman menawan yang mampu memikat baik pria maupun wanita.


Sebelumnya Livy merasakan energi kebencian yang kental namun saat ini telah berkurang.


'Hati manusia sangat menarik, dengan cepat mampu berubah-ubah' batin Livy sambil melirik sekeliling nya dengan pelan, Livy bisa melihat mata kekaguman dan apresiasi tinggi yang mengarah kepada nya.


'Ternyata memang sangat simpel untuk mengendalikan manusia, itulah kenapa mereka tidak lebih dari boneka hidup' batin Livy sambil memandang mereka dengan tatapan penuh penghinaan selama beberapa detik sebelum kembali tersenyum anggun.


Livy cukup mengerti kenapa kebanyakan tokoh protagonis dalam novel banyak ditentang oleh bangsawan.


Hal itu karena kebanyakan tokoh protagonis nya tidak sempurna, ada yang merupakan bangsawan miskin, ada yang merupakan rakyat jelata, budak, anak haram, dan sebagainya.


Namun berbeda dengan Livy, entah kenapa Livy bersyukur karena memasuki tubuh antagonis bukan protagonis jika tidak dia akan sangat menderita.


'Bagi orang yang tidak senang hidup sebagai antagonis dia adalah orang bodoh' batin Livy sambil tersenyum smirk.


Semuanya masih terpaku pada Livy yang berjalan perlahan ke arah atas Aula, dengan senyuman indah dan anggun yang memabukkan.


Juan mengulurkan tangannya untuk menyambut kedatangan Livy dan dengah senang hati Livy menerima uluran tangan itu. Livy melangkah dengan anggun dan pelan saat menaiki tangga. Kemudian mereka saling berhadapan.


Pendeta membaca doa-doa, dengan bahasa romawai kuno, dan Livy hanya menyimaknya.


"Yang Mulia Raja Juandres Exlius Van Crastine, silahkan pasangankan cincin dijari manis Lady Livyana Oseiny Von Reichburgh" ucap pendeta itu dengan suara yang lantang.


Livy mengulurkan tangan kirinya lalu Juan menyematkan cincin Ruby merah dijari manis Livy.


Prok....prok...prok


Semua orang bertepuk tangan dengan berbagai macam alasan yang tidak perlu disebutkan lagi.

__ADS_1


"Lady Livyana Oseiny Von Reichburgh pasangankan cincin di jari manis Yang Mulia" ucap pendeta itu dengan lantang dan menggema di seluruh aula.


Juan mengulurkan tangan kanannya kemudian Livy menyematkan cincin emas putih polos dengan ukiran bulan sabit. Dan sekali lagi tepuk tangan memenuhi aula.


"Sekarang kalian berdua resmi bertunangan" jelas pendeta itu.


Juan dan Livy kemudian menghadap para bangsawan dengan senyum tipis.


"Terima kasih bagi kalian yang hadir dan selamat menikmati pesta nya" ucap Juan dengan suara bariton yang mendominasi.


Setelah itu Juan dan Livy pergi ke tengah aula untuk memulai dansa pertama. Juan dengan mesra merangkul pinggang Livy dan menariknya dalam dekapan nya.


(Skip, author gak terlalu tau bagaimana cara berdansa)


Selesai berdansa bersama Juan mengajak Livy menuju balkon istana, dia ingin memiliki waktu berdua dengan Livy dan membahas beberapa hal.


"Kenapa kau mengadakan acara pertunangan formal seperti ini" tanya Livy sambil menatap Juan dengan wajah penasaran.


Livy cukup tau jika pertunangan tidak diwajibkan melaksanakan hal-hal seperti itu, hal itu karena biasanya para bangsawan melakukan pernikahan secara politik bukan atas dasar cinta karena itu acara formal itu tidak diperlukan.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, maaf kemarin gak up karena otak author lagi blank. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2