Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 61


__ADS_3

Tut


Ken mengangkat telepon dengan cepat, hal itu membuat Livy tersenyum puas bukankah ini adalah awalan yang baik.


(Livy, kenapa kau menghubungi ku, apa terjadi masalah) tanya ken dengan nada sedikit panik, Livy tertawa kecil saat mendengar perkataan Ken yang lucu menurut nya.


(Apa yang lucu) tanya Ken lagi dengan kesal, padahal dia sedang khawatir pada Livy namun Livy tidak menganggap nya serius.


"Tidak, tapi bisa kah kau memanggilkan kakak ku keruang tunggu..."Livy menjelaskan tentang posisi nya secara tepat dan terperinci, dan Ken tentu sangat bisa diandalkan karena itu Livy percaya pada Ken.


(Baiklah, aku akan memberitahunya) jawab Ken singkat.


Livy kemudian menutup telepon nya dan melemparkannya kembali ke light room. Setelah itu Livy mengeluarkan Cookies dan satu set peralatan minum teh.


Livy menggunakan sihir api untuk menghangatkan kembali teh dan cookies nya, setelah itu dengan anggun Livy menuangkan teh ke cangkir nya dan meminum teh itu dengan anggun tentu nya.


Tok...tok...tok


Livy mengedarkan mananya untuk mengetahui siapa yang ada diluar.


'tunggu sebentar lagi' batin Livy sambil menyeringai. Livy kembali mengesap tehnya tenang.


Livy tidak menghiraukan ketukan pintu itu, tak lupa juga Livy memasang sihir untuk menahan pintunya terbuka, Livy sengaja melakukan nya karena dia ingin memprovokasi mainan barunya, jika tidak maka tidak akan seru.


10 menit kemudian seseorang yang berada diluar sudah tidak sabar menunggu dan akhirnya dia kembali mengetuk.


tok...tok... tok


Kali ini dia mengetuk lebih keras namun Livy tidak menghiraukan nya, Livy saat ini sedang menunggu penonton karena tanpa penonton suatu pertunjukan tidak dapat berlangsung.

__ADS_1


Livy sedang mengedarkan mananya untuk mengetahui seberapa jauh jarak kakak nya dari sini, Livy bisa menghitung jika Isgrid, Lisgred dan Ken akan tiba 7 menit lagi.


tok...tok...tok...tok...tok


'Sepertinya ia sudah tidak sabar' batin Livy sambil tersenyum smirk, Livy kemudian menonaktifkan sihirnya agar orang yang ada diluar bisa masuk.


"Sangat menganggu, apa kamu tidak memiliki etika" cibir Livy dengan suara yang bisa didengar oleh orang diluar ruangan.


Ceklek


Seorang wanita bangsawan masuk kedalam ruang tunggu, ia berjalan dengan angkuh dan tentunya dengan tatapan penuh kebencian.


Livy melirik wanita itu sebelum tersenyum smirk, awalnya Livy ingin menyisakan orang-orang seperti ini untuk nanti namun karena dia tidak sabaran bermain bersama jadi Livy akan menemani nya bermain.


Wanita itu berniat duduk dihadapan Livy namun Livy menghentikan nya.


"Maaf kan saya Lady Reichburgh, saya adalah Yunisel Deran Le Aosgry, Putri kedua dari Marques Aosgry" sapa Yuni sambil mengangkat kedua sisi samping roknya dan sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Hmm" respon Livy singkat kemudian kembali mengesap tehnya, livy lalu mengambil cookies dan memakan nya dan tentunya dengan anggun.


Meski sebentar Yuni terpesona akan karisma dikeluarkan oleh Livy dan Livy juga bisa merasakan hal itu, meski sekejap Livy merasa jika Yuni kagum pada dirinya.


'Gadia bodoh ingin menjadi antagonis seperti di novel akan sangat sulit sangat menyebalkan' batin Livy kemudian meletakkan cangkir teh itu lalu menatap Yuni dari atas hingga bawah.


"Jadi kenapa Anda mencari saya Lady Aosgry" tanya Livy sambil tersenyum anggun.


"Lady Reichburgh, saya mencintai Yang mulia Raja, karena itu sebaiknya Anda membatalkan pertunangan kalian" ucap Yuni dengan angkuh dan penuh percaya diri.


Livy tertawa saat mendengar perkataan Yuni yang tidak tahu malu, selama ini Livy hanya membaca novel dengan tokoh antagonis yang merupakan tunangan tokoh pria.

__ADS_1


Jadi Livy bisa sedikit memaklumi kemarahan tokohnya, menurut Livy yang salah bukan tokoh protagonis nya namun salah pria yang tidak setia lah yang salah.


...


"Lady Aosgry Anda sangat tidak tahu malu, bisa-bisanya Anda meminta tunanganku. Apa anda tidak bermoral" cibir Livy dengan nada datar, Livy tidak tau harus merespon bagaimana pada wanita bodoh ini.


"Kamu... Pokoknya kamu harus membatalkan pertunangan itu jika tidak..."


"Kenapa saya harus takut dengan putri kedua Marques dari kerajaan lain." sela Livy sambil menatap Yuni dengan tatapan jijik.


"kau..."


"Aku adalah putri satu-satunya Duke Reichburgh yang sangat disayangi, aku juga merupakan keponakan dari Raja Palestuena saat ini, dan juga aku adalah tunangan dari Raja crastine." ucap Livy sambil tersenyum smirk.


Yuni bergetar karena marah, dia merasa jika Livy merendahkan status nya, namun dia tidak bisa membatah status Livy yang lebih tinggi darinya.


ceklek


Isgrid, Lisgred dan Ken telah tiba namun saat tiba mereka melihat hal yang membuat mereka marah.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, maaf kemarin gak up sebab gak ada waktu buat up, tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2