Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 113


__ADS_3

Ron sebenarnya sangat sedih karena meski ingin dia tidak bisa bertemu dengan sepupunya. Dia adalah yatim piatu, ibunya meninggal karena sakit saat dia berumur 5 tahun.


Setelah dia dewasa dia membangun guild informasi dengan teman-teman seperjuangan nya. Dia mencari identitas ibunya dan siapa ayahnya. Dia tidak memiliki maksud lain dia hanya ingin tahu siapa ayahnya.


Dan mengejutkan dia mengetahui jika Livy adalah sepupunya.Tentu karena orang dengan rambut perak sangat jarang.


Ron memejamkan matanya kerena kesal, saat dia tahu jika ayahnya adalah seorang bajingan yang memperkosa ibunya dan bahkan membuat ibunya harus hidup dalah persembunyian hingga akhir hayatnya.


Tidak cukup itu saja dia bahkan mengincar adik perempuan ibunya yang merupakan ibu Livy. Ron marah besar saat tahu hal itu namun bajingan itu sudah meninggal jadi dia tidak bisa melampiaskan amarahnya.


Dia ingin melampiaskan amarahnya pada adik tirinya namun Livy menjadi tunangan adiknya itu. Karena Livy sangat menyukainya karena itu Ron mengurungkan niatnya untuk melampiaskan amarahnya pada adik tirinya itu.


Ron tersenyum sinis, dia sedikit iri dengan afgaren karena memiliki segalanya sejak kecil namun dia harus hidup dalam pengasingan selama hidupnya.


"Livy aku mentoleransi nya hanya karena kamu namun jika kamu sudah cukup bermain denganya aku tidak akan mentoleransi nya lagi"


Mata Ron berkilat kebencian yang begitu kuat, tapi itu segera lenyap dengan seketika dan digantikan oleh senyuman hangat.


Ron merasa perilaku Livy sangat menggemaskan meski dia memiliki sepupu lain namun dia hanya mengakui Livy sebagai sepupunya.


Dia selalu ingin memberikan yang terbaik untuknya dan memanjakannya. Namun dia tidak bisa mengungkapkan Identitas nya sekarang. Masih ada hal yang harus dia lakukan.


...


Livy disisi lain tidak peduli dengan apa yang Ron pikirkan. Dia merasa jika sikapnya sedikit berbeda padanya namun dia tahu itu bukan cinta untuk pria dan wanita tapi lebih ke cinta antar saudara.


Tapi dia tidak peduli dia melemparkan telpon kembali ke ruang nya lalu bersiap tidur. Lagipula dia tidak ingin tahu terlalu banyak karena keingintahuan membunuh kucing.

__ADS_1


Semua misteri akan terjawab seiring berjalannya waktu. Namun dia tidak berniat mencari tahu karena itu merepotkan. Livy di dunia ini tidak ingin peduli dengan urusan orang lain baik itu keluarganya maupun tunangannya.


Dia hanya ingin peduli akan urusannya sendiri. Livy tidak terganggu dengan orang-orang yang mengusiknya karena dia cukup bosan disini sehingga setidaknya dia tidak akan mati kebosanan.


Livy tersenyum miring, sekali lagi dia tidak sabar menantikan pertunjukan besok. Semoga musuhnya bisa menghibur nya lebih lama.


Suasana hati Livy cukup baik saat ini sehingga dia pasti bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Dia tidak tengang dan tidak bersemangat, Livy tetap tenang dan memejamkan matanya dan masuk ke dunia mimpi.


...


Disisi lain Juan masih di ruang kerja karena besok dia akan bertunangan secara resmi dengan Livy dia harus menyelesaikan pekerjaan lebih awal.


Juan mendesah lelah dia saat ini sangat merindukan Livy, rasanya dia ingin mengurungnya hingga dia hanya akan melihatnya dan tidak bisa meninggalkan nya.


Mata Juan terpancar aura posesif yang kuat, dia mengerucutkan bibirnya. Juan tidak berbeda jauh dengan afgaren yang memiliki sifat posesif yang kuat dan mendominasi.


Di mata Livy terpancar aura kesedihan dan kesepian seolah-olah dia satu-satunya yang hidup didunia. Meski Livy menyembunyikan nya namun Juan masih dapat melihatnya.


Saat itu Juan sangat ingin memeluk Livy dan mengatakan dia tidak sendiri, tapi dia menahannya karena akan aneh jika tiba-tiba dia memeluk Livy yang merupakan orang asing.


Setelah mengenal Livy dan bersamanya cukup lama dia bisa tahu jika Livy membenci di kekang. Juan bisa melihat kegilaan di mata Livy saat kebebasan nya direnggut.


Saat tahu jika Livy melukai dirinya sendiri demi menjebak musuhnya dia begitu takut. Juan mulai menyembunyikan cakar dan taringnya.


Dia berperilaku seperti anjing yang jinak sehingga membuat Livy lengah. Saat itu melihat senyum tulus dari Livy untuk pertama kalinya aura posesif kembali muncul di mata Juan.


Dia ingin mengurung Livy sehingga dia hanya bisa menjadi miliknya. Tapi dia takut jika Livy akan mengancamnya dengan nyawanya sendiri jika dia melakukan hal itu.

__ADS_1


Juan sudah sangat mencintai Livy sehingga dia tidak ingin berpisah dengan nya. Tapi cara keras tidak akan bisa membuat Livy tinggal karena itu dia mengunakan cara yang lembut.


Juan membungkuk begitu rendah sehingga Livy akan menyayangi nya. Dia tidak peduli dengan egonya, yang dia inginkan Livy menjadi miliknya secara sukarela.


Juan menghela nafas dia menyembunyikan aura posesif di matanya. "Aku tidak akan menunjukan diriku yang sebenarnya kepada mu" gumam Juan sambil memejamkan matanya.


Juan tahu jika dia mengekang Livy yang sangat benci jika kebebasannya di ambil maka akibatnya akan sangat fatal. Itu tidak akan berakhir hanya dengan Livy membencinya namun Livy mungkin akan pergi meninggalkan nya dari dunia ini.


Juan sangat tahu jika Livy bisa melukai dirinya sendiri demi mengalahkan musuhnya makan dia tidak akan ragu dengan nyawanya jika dia tidak bisa hidup bebas.


Dan tebakan Juan sangat tepat sejak kecil Livy selalu hidup terkekang karena keluarga nya karena itu dia memimpikan kehidupan bebas tanpa beban.


Tapi jika dia tidak bisa memiliki kebebasan lalu apa gunanya hidup jika dia hanya akan menderita. Bagi Livy kebebasan bahkan lebih penting dari pada apapun baik keluarganya yang dulu ataupun yang sekarang bahkan nyawanya sendiri.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata.


Disini aku buat FL nya memiliki gangguan mental karena masa kecilnya yang penuh tekanan dan kekangan dari orang tuanya. Tapi dengan cinta tulus dari kekasih dan keluarganya di dunia baru FL akan bisa mengatasi trauma nya dan hidup bahagia.


Tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya!.


See you


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2