
Dengan cepat Livy melahap supnya, setelah habis Isgrid kemudian menyuapi kue kepada Livy. Mungkin karena kondisinya masih belum pulih Livy tidak bisa menghabiskan kuenya.
"Kak aku tidak bisa makan lagi" Livy menundukkan kepalanya dengan sedih, dia hanya makan tiga suap kue sebelum perutnya terasa sakit dan mual.
Isgrid tersenyum lembut lalu mengusap kepala Livy dengan lembut. "Lakukan dengan perlahan! Jangan terburu-buru" Isgrid meletakkan kue ke troli. Kemudian memberikan susu hangat kepada Livy.
Livy meminumnya dengan perlahan, yah meski dia sedih namun kakaknya benar. Tidak perlu terburu-buru, lagipula dia baru saja bangun setelah 3 hari koma, tubuhnya masih harus membiasakan kembali.
Brak...
"Uhuk....uhuk..."
Pintu di dobrak dengan kencang hingga membuat Livy tersedak. Isgrid panik saat melihat Livy tersedak, dia dengan lembut menepuk punggung Livy.
"Livy"
Lisgred dan duke bersamaan datang ke kamar Livy, awalnya saat mendengar kabar jika Livy telah bangun mereka sedikit tidak percaya. Meski begitu mereka kembali dengan tergesa-gesa.
"Kalian seharusnya tidak perlu menendang pintu dengan keras, Lihat kalian membuat Livy tersedak" ucap Isgrid dengan nada datar.
Dia rasanya ingin marah pada ayah dan adik kembarnya itu, namun dia mencoba mengerti jika mereka panik dan bersemangat saat mendengar kabar itu.
'Jika itu aku, aku mungkin akan melakukan hal yang sama' batin Isgrid mencoba mengerti. Meski begitu bukan berarti dia tidak kesal dan marah.
Isgrid menunduk dan membisikan sesuatu kepada Livy, meski dia mengerti bahwa ayah dan saudaranya tidak sengaja membuat adiknya tersedak, bukan berarti mereka bebas dari hukuman.
Livy mengangguk setuju untuk mengerjai Ayah dan kakak keduanya, yah itu karena dia sedikit kesal dengan mereka.
__ADS_1
...
Livy menarik lengan baju Isgrid dengan ekspresi takut dan kebingungan. "Kak siapa mereka? mereka sangat kasar Livy tidak menyukai mereka." ucap Livy sambil mengerutkan alisnya.
Deg...
Duke dan Lisgred yang mendengar perkataan Livy segera panik, mereka mendekati Livy dengan cemas dan meminta maaf.
"Livy, maaf kakak mengagetkanmu tadi! kakak hanya sedikit semangat karena kamu sudah sadar" jelas Lisgred dengan wajah sedih.
"Ayah juga tidak berfikir panjang dan bertindak gegabah" Meski wajah duke tetap datar, namun nada suaranya lembut dan menenangkan.
Meski begitu tidak mungkin Livy langsung mengiyakan, jika tidak dengam IQ mereka akan bisa dengan cepat menebaknya jika dia hanya mengerjai mereka saja.
Livy melirik Isgrid seakan-akan meminta konfirmasi akan ucapan mereka. Isgrid sebenarnya ingin menertawai adik kembarnya itu namun dia menahannya, jika tidak dia pasti akan di hukum.
"Ehem... Livy mereka adalah ayah dan kakak keduamu, jangan takut!" ucap Isgrid mencoba menenangkan.
Setelah drama kecil itu mereka bertiga meninggalkan Livy untuk istirahat, terlebih pekerjaan mereka banyak menumpuk karena harus bergantian menjaga Livy.
...
Livy memejamkan matanya namun dia tidak bisa tidur lagi, dia hanya bisa menghela nafas.
Livy duduk dan menatap sekeliling ruangan, meski dia melupakan banyak hal namun dia tidak melupakan kebiasaan dirinya sendiri.
Dia berdiri dan mendekati rak buku yang berisi novel-novel romatis. "Sejak kapan aku menyukai novel ini" gumam Livy sambil menatap datar pada novel itu.
__ADS_1
Livy yang saat ini hanya memiliki ingatan berumur 14 tahun, saat ini dia sangat dingin, bahkan dia tidak mencoba bergaul saat masa SMP. Namun semua berubah semenjak dia masuk SMA, Livy menjadi lebih terbuka danmulai menerima teman.
Meski sangat dingin Livy masih mengharapkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Di masa ini lah Livy belajar mati-matian untuk lulus tes Universitas ternama.Dia mengira jika dia bisa lulus maka orang tuanya akan memujinya.
Livy mengambil buku yang berwarna merah dengan ukiran mawar biru. Buku itu adalah buku catatan rahasia Livy, dia bisa tau karena itu adalah kebiasaan dirinya.
Dulu dia selalu mencatat rencana-rencana atau agenda yang harus dia lakukan kedepannya. Livy membuka buku itu dan membacanya.
"Kebebasan, kekuatan, koneksi, umpan..."
Itu adalah isi dari buku tersebut, jika itu orang lain maka mereka tidak akan mengerti, namun itu adalah dirinya sendiri.
"Hah... siapa yang ingin diriku pancing keluar dari sarangnya" Livy sangat mengerti kepribadian dirinya sendiri, dia akan rela melakukan apapun demi tujuannya.
"Tanpa ingatan tentang dunia ini dan pemilik tubuh..." gumam Livy sambil memikirkan kemungkinan apa yang harus dia lakukan kedepannya.
"Baiklah jika begitu maka aku harus menjadi diriku sendiri, diriku pasti telah menebak apa yang akan aku lakukan" Livy menutup buku tersebut kemudian mengembalikannnya kembali pada tempat semula.
Karena tidak memiliki hal lain ia kembali berbaring di ranjang dan memejamkan matanya.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See you
Next Eps...