Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 38


__ADS_3

Livy memalingkan wajahnya sambil memasang wajah jutek. 'Enak saja cuma minta maaf, aku bukan malaikat yang memaafkan hanya dengan minta maaf' gerutu Livy didalam hatinya.


"Livy...Maaf ya! Aku akan lakukan apapun sebagai balasannya" Ucap Juan dengan nada imut dan mata cuby.


Seketika tubuh Livy merinding mendengar nada suara Juan. Ia melirik Juan sebentar, Livy menerjapkan matanya berulang kali. Entah kenapa tadi dia seperti melihat Juan versi demi human.


'Apa hanya perasaan ku saja dia terlihat seperti anak anjing yang ditelantarkan' batin Livy sambil mengedipkan matanya berulang.


"Livy" panggil Juan dengan nada imut hal itu menimbulkan rona merah di wajah Livy.


"Curang" gumam Livy pelan namun karena pendengaran Juan sangat tajam jadi dia masih bisa mendengar nya.


"Maukah" tanya juan dengan pupy eyes


Blink...blink


Livy hanya mampu menghela nafas pasrah, Juan sangat pandai berbuat curang.


"Baiklah" jawab Livy singkat kemudian memalingkan wajahnya kearah lain nya.


"Oh, sebentar lagi adalah acara ulang tahun Raja Trianty. Kurasa aku harus pulang lebih cepat" Wajah Juan yang tadi cerah kembali menjadi muram, itu karena Livy bilang dia harus pulang lebih awal, ia juga tidak bisa melarang dan hanya bisa memaki Raja Trianty di dalam hati.


...


Setelah Juan pergi Livy menghabiskan waktu dengan membaca novel atau minum teh dan makan cookies.


Sorenya Livy berusaha meyakinkan Juan kalau dia akan berkunjung lain kali jika ada kesempatan. Meski tidak rela, namun Juan tetap membiarkan Livy pergi. Sungguh mereka tidak ingin berpisah satu sama lain.


"Kalau begitu aku pulang dulu, dah Juan" Livy mengecup singkat pipi Juan yang membuat Juan diam membatu karena tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana harus merespon nya.

__ADS_1


Namun Livy tidak menunggu juan bangun dari keterkejutan nya, setelah tindakan nekat itu Livy segera membaca mantra teleportasi kemudian menghilang dari hadapan Juan.


"..."


Saat melihat Livy menghilang barulah Juan sadar dan mampu mencerna semua yang terjadi.


Juan tersenyum saat memikirkan tindakan Livy tadi. Bukankah itu artinya hubungan mereka telah berkembang.


"Ternyata ajaran Louis boleh juga" gumamnya sambil memegang pipinya yang tadi dicium oleh Livy.


Sebelum karena selalu membuat Livy kesal dan marah dia akhirnya meminta konsultasi kepada Louis. Dan ternyata berhasil, karena jika hanya dirinya sendiri yang mencoba maka tidak akan berhasil.


Seperti kata Louis bahwa Livy sangat suka kebebasan dan tidak suka dikekang secara berlebihan, namun hal itu pasti sulit untuk diwujudkan olehnya karena dia adalah seorang Raja yang biasa memerintah dan keinginan nya tidak pernah bisa dibantah.


Karena itulah Juan harus belajar banyak untuk membuat Livy menyukainya, yah walaupun dia Raja tapi dia tidak akan bisa mendapatkan hati livy hanya dengan status nya.


...


Livy muncul dari ketiadaan, dia telah tiba di kamarnya tepat nya di kerajaan Trianty.


Bruk


Livy menjatuhkan dirinya di atas kasur sambil melihat ke langit-langit kamarnya.


"Aaaaaaahhh" Teriak Livy sambil berguling-guling di atas kasur, dia menutupi wajahnya karena malu akan tindakannya tadi.


"Astaga, aku lupa ini di dunia lain" gerutu Livy akan kebodohan nya. Nyatanya tindakan Livy tadi termasuk tabu bagi dunia ini, karena mereka bukan tunangan maupun suami-istri.


Livy biasanya sangat pintar dan cerdik, namun ini pertama kalinya dia bertindak bodoh. Dia sudah tau jika Juan menyukai dirinya, tapi dia belum tau pasti dengan perasaan nya.

__ADS_1


"Aku merasa bersalah, karena telah memberi harapan palsu" gumam Livy sambil menatap langit dengan sendu.


Meski dia tau jika Juan mencintai nya namun dia tidak pernah tau apa itu cinta, Karena bagi Livy cinta itu hanyalah sandiwara baginya dan tali pengendali untuk para bonekanya di dunia lamanya.


Meski Livy tau jika orang lain mencintai dia atau tidak, tapi dia tidak bisa tau apa dia mencintai orang itu atau hanya sekedar memanfaatkan dirinya.


Livy meletakkan tangannya menutupi kedua matanya, entah kenapa dia merasa bersalah kepada Juan. Disisi lain dia senang jika Juan mencintai nya namun secara bersamaan dia tidak tau apa ia bisa membalas cinta tulus Juan.


"Ini tidak seperti diriku, sejak kapan aku peduli pada perasaan orang lain" lirih Livy sambil menatap langit-langit kamarnya.


Tes


Air mata Livy menetes, membuat Livy terkejut. Ia menyeka air matanya, namun bukannya berhenti dia malah terus mengalir.


Hiks


"Lagi...kenapa aku menangis" lirih Livy dengan suara serak, dia tidak mengerti kenapa sejak tiba di dunia ini dia terus menangis tanpa sebab.


Hiks...


"Berhentilah, apa ini kutukan atau apa" gerutu Livy sebal, dia kesal karena air matanya terus mengalir. Livy pun menutup matanya berharap air matanya dapat berhenti.


"Adakah yang bisa memberi tahu ku, apa yang terjadi padaku" lirih Livy dengan nada bergetar, entah kenapa setiap memikirkan sebab dia terus menangis, tubuhnya selalu bergetar.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya

__ADS_1


See You


Next eps...


__ADS_2