Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 108


__ADS_3

Livy kemudian memberikan artefak saat makan malam, dia menjelaskan jika dia membuat sendiri hadiah tersebut, awalnya mereka sedikit terkejut karena Livy bisa membuat artefak sihir tingkat tinggi.


Namun mereka segera tenang karena mereka selalu percaya jika Livy adalah seorang jenius, terlebih mereka juga jenius dan pada dasarnya buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.


Mereka tidak menanyakan lagi perihal artefak itu karena terlalu senang menerima hadiah dari Livy. Bahkan meski Livy hanya memberikan mereka batu kerikil yang dia pungut dijalan.


...


Seorang gadis cantik dengan rambut pirang keemasan dan pakaian pelayan sedang membersihkan lorong istana. Dia baru satu minggu bekerja disini berkat rekomendasi dari putri bangsawan yang merupakan sahabatnya.


Dia bekerja disini karena ingin lebih dekat dengan orang yang dia kagumi, pria tampan dan ramah yang merupakan penguasa negara ini juga orang yang membuatnya jatuh cinta.


Mata hijau muda yang seperti hutan yang membawa kesejukan bagi orang yang memandangnya. Meski dia adalah bangsawan yang jatuh namun sisi lembut dan senyumnya dapat membuat pria ingin melindungi nya.


"Ayala" panggil seorang gadis dengan gaun biru langit yang mewah, terlihat dari cara berjalannya dan penampilannya dia merupakan bangsawan. Gadis dengan rambut coklat dan mata ungu gelap.


Ada sebuah pepatah dalam dunia ini katanya penampilan anak laki-laki bisa seperti ayah ataupun ibunya namun anak perempuan tidak peduli apa dia akan memiliki mata ayahnya.


Meski agak konyol namun pernyataan itu sudah terbukti, dan jika ada anak perempuan yang tidak memiliki mata seperti ayahnya dia akan dibuang karena dianggap anak selingkuhan.


"Senang bertemu anda Lady Yusfel" ucap Ayala sambil membungkuk, gadis didepannya merupakan putri marques Yusfel, meski dia tidak memiliki mata yang sama dengan ayahnya namun keluarga nya tetap mencintainya.

__ADS_1


Berapa kalipun dia memikirkan pepatah itu dia mengerutkan kening, dia tidak percaya hal itu. Namun demi membungkam rumor diluar Marques Yusfel menyebarkan rumor jika warna mata putrinya bercampur sehingga terlihat seperti ungu gelap.


Bagaimanapun ayahnya memiliki mata hitam dan ibunya ungu cerah karena itu orang percaya saja dengan rumor tersebut apalagi status Marques Yusfel yang membuat mereka tidak berani bergosip.


Apalagi karena keluarga yang bersangkutan tidak marah sama sekali, mereka percaya itu terjadi karena dia adalah anak pertama mereka lagipula itu hanya pepatah dan sejarah kuno yang sudah di tinggalkan.


"Ayala apakah kamu bekerja dengan baik?, apa kamu mendapat masalah? jika ada jangan ragu untuk mengatakan nya kepadaku! kamu juga jangan formal kepadaku panggil aku seperti biasa! " ucapnya beruntun


Ayala tersenyum manis dan menjawab "Aku tidak apa Ririna"


Mendengar jawaban Ayala dia tersenyum lalu mengajak Ayala ke taman belakang. "Riri kenapa kita kesini aku masih memiliki pekerjaan" jelas Ayala dengan suara merdu dan lembut.


Ririna masih menarik Ayala dan mencari tempat sepi, dia ingin berbicara bersama Ayala " Aku sudah lama tidak melihatmu dan sangat merindukan mu tidak bisakah kita menghabiskan waktu berdua".


"Aya apa kamu menyukai yang mulia"tanya Ririna sambil tersenyum simpul, wajah Ayala memerah mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Ririna.


"Jangan katakan itu kami ada di dunia yang berbeda, aku tidak mungkin menjadi Ratu" jelas Ayala dengan senyum pahit, jika saja dia bukan bangsawan yang jatuh makan dia masih memiliki sedikit kesempatan namun untuk menjadi Ratu tidak lah mudah apalagi dengan statusnya saat ini.


Jika status nya tidak bagus, maka setidaknya dia harus memiliki kemampuan namun Ayala tidak memiliki keduanya, meski dia baik secara penampilan namun status nya tidak cukup untuk menjadi Ratu.


"Apa yang kamu bicarakan jika kamu menyukainya itu bukan salahmu, tidak perlu menjadi Ratu, kamu masih bisa menjadi selir yang mulia dengan penampilan mu"ucap Ririna menyemangati Ayala.

__ADS_1


"Tapi tidak mungkin Ratu akan menyukai ku jika aku menjadi selir Yang mulia Raja" ucap Ayala dengan senyum pahit. Memang tidak ada Istri yang mau Suaminya memiliki istri kedua.


"Kalaupun beliau akan menyukai ku namun yang mulia Raja belum tentu akan menyukai ku" jelas Ayala meski dia memang berharap bisa menjadi istri Raja Afgaren meski hanya istri kedua atau selir.


"Kalau begitu bukankah kamu hanya perlu memenangkan hati Raja dan calon Ratu. Apa kamu tahu Lady Reichburgh, sepertinya yang mulia Raja menyukainya namun dia tidak bisa mendapatkannya karena mereka telah memutuskan pertunangan" jelas Ririna dengan senyum licik.


"Bukankah lady Reichburgh sudah memiliki tunangan baru, jadi... " Ririna mememotong perkataan Ayala "Kamu tahu dulu dia sangat tergila-gila kepada yang mulia Raja namun bukanlah aneh jika dia tiba-tiba memutuskan pertunangan dan bertunangan lagi dengan orang lain"


Ayala menutup mulutnya kaget "apakah lady Reichburgh dipaksa memutuskan pertunangan" Ririna tersenyum simpul, dia membiarkan Ayala berfikir sendiri.


"Aku hanya merasa aneh, namun Duke Reichburgh sangat mencintai putrinya karena itu tidak mungkin dia memaksa putri nya namun... " Ririna sengaja menghentikan perkataannya untuk membuat Ayala salah paham.


"Kamu tahu kudengar seseorang bisa menggunakan sihir hitam untuk mengendalikan pikiran orang lain jadi... " Ayala kaget mendengar perkataan dari Ririna dia berspekulasi jika Lady Reichburgh dipengaruhi sihir hitam.


...


Thanks for Reading


Maaf jika ada typo atau kesalahn pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya!.


See you

__ADS_1


Next eps...


__ADS_2