Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 31


__ADS_3

Sring


Livy kembali muncul di kamarnya yaitu di mansion Duke Reichburgh. Alasan kenapa ia kembali ke kerajaan Trianty bukan Crastine itu karena dia masih kesal dengan Juan.


"Dalin" panggil Livy sedikit berteriak, Dalin pun datang membawa Cemilan dan makan siang, Livy tersenyum melihat Dalin yang sangat kompeten.


Dalin meletakkan semuanya diatas meja, dengan riang Livy makan masakan Dalin. Selesai makan siang Livy pun makan cemilan dan meminum teh.


"Dalin, lain kali aku akan mengajak mu pergi kemanapun aku pergi" ucap Livy sambil memakan cookies.


Dalin tersenyum mendengar nya, bagaimana pun dia merasa istimewa karena nonanya bergantung pada nya.


"Saya akan ikut jika itu perintah anda" jawab dalin sedikit menundukkan kepalanya.


Livy hanya mengangguk mengiyakan karena mulutnya penuh dengan cookies.


"Hiks... Dalin, kurasa aku tidak bisa makan tanpa dirimu" lanjut livy dengan nada manja, jujur saja Livy sedikit geli mendengarnya sebab dulu dia tidak pernah bersikap seperti ini.


"Tentu nona, saya akan selalu membuat Anda kenyang" ucap dalin dengan tertawa kecil.


"Dalin apa ayah ada?" tanya Livy sambil meminum teh nya.


"Ada nona" jawab dalin dengan tersenyum.


"Umm...Dalin siapkan air mandiku" ucap Livy kemudian memakan cookies dengan lahap.


"Baik nona" Dalin pun pergi untuk menyiapkan air mandi Livy.


Tak lama kemudian Dalin kembali untuk mengatakan bahwa air mandi Livy sudah siap, Livy pun mandi yang dibantu oleh dalin. Selesai mandi Dalin membantu Livy berdandan dan memakai gaun. Setelah selesai Livy pun pergi keruang kerja ayahnya.

__ADS_1


...


Setibanya Livy memasang wajah datar kemudian melangkah masuk. Saat masuk seperti biasa dia melihat jika ayahnya tengah mengerjakan segunung dokumen.


"Ayah" Livy berlari kemudian memeluk Duke, Duke kaget sebab akhir-akhir ini Livy menjadi manja kepada nya.


"Ada apa" tanya Duke datar sambil mengelus kepala Livy. Livy cemberut kenapa ayahnya sangat dingin.


"Hmph... Bagaimana penyelidikan ayah" ucap Livy masih dengan wajah cemberut.


"Ayah telah menemukan seseorang yang pantas dicurigai" jawab Duke masih dengan wajah datar nya, namun jujur saja dia sangat gemas akan perilaku Livy saat ini.


"Ayah, apa ayah tau Helrasvy Rous Van Trianty" tanya Livy dengan wajah polosnya, Duke tersentak mendengar pertanyaan Livy.


"Tau, dia adalah penghianat negara" jawab Duke datar. Livy mengetukkan jari lentiknya didagu, itu tampak menggemaskan dimata Duke.


"Ayah apa dia sudah mati" tanya Livy masih mengetukkan jarinya didagu.


"Tidak, hanya... bisa saja dia masih hidup bukankah itu tidak mustahil" jawab Livy sambil tersenyum. Duke terdiam mendengar perkataan Putri nya itu.


"Oh ya, ayah, apa ayah akan menyerahkan telepon kepada kerajaan" tanya Livy sambil memiringkan kepalanya.


"Tentu saja, apa ada masalah" tanya Duke penasaran.


"Tidak, tapi aku sedikit takut Ayah. Bagaimana jika ada lebih banyak orang yang ingin membunuhku" ucap Livy dengan wajah sendu.


Duke menyeringitkan alisnya, memang benar baru dua hari lalu putri nya hampir celaka, tidak aman jika dia memberitahu kemampuan Livy saat ini.


"Sebelum pelakunya tertangkap, ayah tidak akan menghadap raja" ucap duke datar sambil mengelus kepala Livy.

__ADS_1


Livy tidak mempermasalahkan nada datar Duke, sebab dia tau jika Duke itu orang yang kaku, jadi dia tidak terlalu kecewa.


...


"Ayah" panggil Livy dengan manja


"Ya" balas duke datar membuat Livy cemberut. Sebab Duke membiarkan dirinya duduk dipangkuannya dan tapi dia asik mengerjakan dokumen.


"Ayah tidak ingin bertanya sesuatu" tanya Livy dengan sebal, membuat Duke memberhentikan pekerjaan nya.


"Baiklah, bagaimana kamu mendapatkan batu sihir manmer" tanya Duke datar namun ada nada lembut yang memanjakan didalam nya.


"Hehe, aku menemukan tempat tersembunyi dan menemukan sebongkah besar batu manmer" ucap livy sambil meletakkan batu manmer diatas meja, sebelumya ia telah meletakkannya dikantong uang.


Duke melirik kantong itu, saat dibukanya terlihat bongkahan batu sihir manmer yang cukup besar sebesar kepalan tangan orang dewasa dan beberapa pecahan sebesar biji jagung.


Duke menghela nafas, benar-benar bahaya jika orang luar mengetahui ini. Duke pun mengelus kepala Livy dengan wajah yang sulit diartikan.


"Ada apa ayah" tanya Livy sambil memiringkan wajahnya.


"Bongkah besar batu sihir ini akan ayah simpan dan untuk yang kecil kamu simpan untuk jadikan mainanmu" jelas Duke dengan wajah serius. Livy tertawa kecil mendengar perkataan ayahnya itu, sungguh sangat kaku.


"Baik ayah" jawab Livy sambil tersenyum, Livy pun mengambil batu sihir manmer ukuran kecil kemudian pergi dari sana.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata.Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.

__ADS_1


See you


Next eps...


__ADS_2