
Livy membuka matanya, hari masih malam tapi dia saat ini tidak bisa tidur kembali, Livy bangun kemudian berganti pakaian.
'Menarik sekali' batin Livy sambil tersenyum smirk. Livy membaca mantra teleportasi dan cahaya pun menyelimuti seluruh tubuh Livy kemudian lenyap bersama keberadaan Livy.
...
Wush
Sring
Livy muncul di sebuah gang gelap dia kemudian membaca mantra penyamaran, untuk kali ini Livy hanya mengubah rambut peraknya menjadi hitam.
"Ugh harus beli gaun baru, gaun ini sangat sempit" gerutu Livy sambil melangkah pergi dari gang itu.
Sebelumnya Livy tidak menduga jika akan ada perubahan pada fisiknya jadi dia hampir tidak memiliki persiapan, apalagi ulang tahun Afgaren semakin dekat dan masalah nya dia tidak mungkin tidak hadir, karena itu Livy harus segera mendapatkan gaun untuk pesta.
"Ck...setelah penggabungan itu aku jadi tau bagaimana wajah afgaren" gerutu Livy kesal, saat ini dia masih melangkah dengan anggun menuju butik Lucy, ia berencana membeli beberapa gaun karena gaunnya yang sekarang tidak sesuai dengan ukuran tubuh baru nya.
'Dengan sikap ku waktu itu, jika aku tidak hadir dalam pesta istana nanti, dia pasti akan terus mengganggu'batin Livy sambil menggertakkan giginya.
Livy cukup repot dengan helras dan sekarang dia harus mengurus afgaren juga, hal itu hampir membuat nya gila.
Livy pun menghentikan langkahnya, saat ini dia sudah tiba didepan toko Lucy, Livy kemudian masuk dan disambut oleh Lucy. Tanpa basa-basi Livy segera membeli gaun yang menurutnya pas dengan tubuhnya.
Setelah itu Livy pergi dari toko Lucy, karena tidak ingin repot Livy melempar kan gaunnya kedalam light room, tentu saja Livy melakukan nya ditempat yang sepi.
"Tinggal masalah gaun pesta, tapi seminggu tidak akan cukup untuk membuat gaun" gumam Livy sambil mengetuk-ngetuk kan jari lentiknya ke dagunya.
__ADS_1
'Dia pasti bisa membantu' batin Livy sambil menyeringai, Livy dengan cepat bisa menyelesaikan masalah juga berkat penggabungan jiwanya.
Sebelumnya Livy tidak bisa berfikir untuk meminta bantuan kepada orang lain, pada dasarnya Livy selalu menyelesaikan masalah nya sendiri, namun berkat sifat Livyana, Livy pun mulai mengandalkan orang yang ada disekitar nya.
"Tidakkah kepribadian kami hampir sama, Kami sama-sama suka memanfaatkan orang lain, yah walau dia lebih tulus sih" gumam Livy sambil menyeringai.
Livy kemudian memejamkan matanya dan membaca mantra teleportasi dan sekali lagi cahaya menyelimuti tubuh Livy kemudian menghilang bersama dengan. keberadaan Livy.
...
Livy pun membuka matanya, saat ini dia sudah berada kerajaan crastine tepatnya berada di dalam kamarnya yang telah disiapkan Juan.
"Sudah kuduga itu kau" ucap suara bariton milik Juan, Livy pun berbalik dan memandang Juan, sedangkan Juan sedikit terkejut akan perubahan fisik Livy.
"Apa yang terjadi?" tanya Juan dengan nada khawatir, meski penampilan nya sedikit berbeda tapi Juan bisa mengenali nya hanya dengan energi sihirnya.
Grab
Livy segera memeluk Juan dengan erat, sebelumnya Livy tidak bisa menerima cinta tulus Juan namun setelah penggabungan tadi dia bisa mengerti dengan jelas perasaan nya sendiri.
Hal itu karena Livyana sudah pernah jatuh cinta dengah Afgaren, yah walau dia sedikit kesal kenapa dia harus memiliki masa lalu seperti itu, Livy juga tidak menganggap Livyana sebagai orang lain lagi tapi sebagai bagian dari masa lalunya.
"Juan, aku lelah berjalan sendirian, aku ingin mencari tempat bersandar, aku hanya ingin hidup tenang. Karena itu..." Lirih Livy sambil memegang erat baju Juan.
Juan tersenyum kemudian mengelus kepala Livy dengan lembut.
"Tidak apa, jika kau lelah aku akan membantumu, aku akan melakukan apapun untuk mu Livy, karena itu bisa kah kau memberiku kesempatan untuk mengisi hati mu" ucap Juan sambil tersenyum.
__ADS_1
Livy melebarkan matanya kaget, dia sudah menduga jika cinta Juan untuknya sangat tulus namun dia tidak menyangka jika Juan mencintai nya dengan sangat dalam.
"Kau tau aku bukan gadis yang baik, aku suka kabur dari rumah, aku suka menyiksa musuhku, aku suka memanfaatkan orang lain. Bahkan sebelum aku juga ingin memanfaatkan mu" gumam Livy dengan pelan, setiap kata yang keluar dari mulut Livy membuat nya merasa takut.
'Sebenarnya sejak kapan aku mulai bergantung kepada nya' batin Livy sambil melihat Juan yang sedang tersenyum kepadanya.
'Kenapa kau memandang ku seperti itu, apa kau menyesal sekarang, jika iya...'
Bruk
Juan menjatuhkan Livy keatas kasur kemudian menindihnya, Juan menompang tubuhnya dengan kedua tangan nya dan mengurung Livy didalam dekapan nya.
"Livy aku bisa membaca pikiran mu hanya melalui matamu saja" bisik Juan ditelinga Livy.
"Lalu, kenapa apa kau tidak suka dengan diriku yang dipenuhi oleh emosi" ucap Livy dengan nada dingin.
"Tidak, aku lebih suka dirimu yang sekarang"ucap Juan sambil memeluk Livy, Livy melebarkan matanya ia masih belum bisa menerima fakta ini.
Fakta jika Livy menjadi sangat mudah ditebak dan dengan mudah masuk dalam perangkap cinta Juan.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya
See You
__ADS_1
Next eps...