
Livy tertidur pulas dia merasa sangat kelelahan dan terlalu malas untuk kembali kekamarnya jadi dia tidur disana saja.
Kriet
Livy terganggu saat mendengar suara pintu dibuka, dengan cepat dia mengedarkan mananya.
'Tidak ada bahaya, ya sudah'batin Livy masih memejamkan matanya, dia tau jika Juan datang namun dia terlalu malas untuk membuka mata.
'Juan? bagus juga, dia pasti akan membawa ku kekamar' batin Livy lega, jujur saja lantai ini sedikit dingin dia takut akan sakit jika tidur disini. Namun disisi lain dia terlalu malas untuk bangun dan menggerakkan tubuhnya. Livy pun akhirnya kembali tertidur.
Bruk
Belum lama dia terlelap namun harus bangun lagi sebab tubuhnya tiba-tiba terasa berat. Walau masih memejamkan matanya.
Livy merasa jika ia tertimpa sesuatu namun dia terlalu malas untuk bangun. Livy mencoba mengecek apa yang tejadi namun matanya terlalu berat untuk dibuka
'Terserah, jika ada bahaya Juan akan menolongku' batin Livy kembali terlelap. Jika memang ini hal darurat dia pasti berusaha sekuat tenaga untuk bangun. Namun karena Juan disisinya dia tidak perlu khawatir karena pada dasarnya Juan sangat kuat.
...
Juan membelakangi Livy, dia masih menetralkan kegugupan dan sedikit takut untuk berbalik.
'Apa dia terbangun' batin Juan takut, bagaimana jika Livy membencinya karena dia sudah tidak sopan, nyatanya yang dilakukannya barusan termasuk pelecehan walau tidak sengaja.
Juan membalikkan wajahnya, dia membuka matanya perlahan karena takut. Setelah membuka mata Juan melihat jika Livy masih tertidur.
"Fiuh" disaat yang sama dia senang juga marah. Juan senang sebab Livy tidak terbangun karenanya dan mengetahui kalau dia menyentuh benda kenyal Livy. Namun dia juga marah karena Livy terlalu lengah, bagaimana jika itu orang lain dan bukan dia.
"Sepertinya Livy sangat kelelahan" Juan menghela nafas panjang, Untung saja dia melarang orang lain untuk datang ke perpustakaan jika tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Grap
__ADS_1
Juan menggendong Livy dengan perlahan karena takut membangunkannya. Sepanjang perjalanan para pelayan dan penjaga berbisik melihat Rajanya menggendong seorang wanita. Juga karena wajah cantik Livy yang seperti boneka bahkan banyak yang mengatakan jika mereka sangat cocok.
"Siapa wanita itu" tanya pelayan berambut coklat dengan berbisik.
"Itu adalah gadis yang datang bersama yang mulia kemarin" bisik pelayan dengan rambut hitam.
"Iya benar, bahkan tadi pagi aku yang membawakan sarapannya. Melihat dari tingkah lakunya seperti nya dia adalah seorang bangsawan" jelas pelayan dengan rambut merah.
"Apa yang mulia menculik wanita cantik itu" bisik pelayan berambut coklat.
"Entahlah" balas yang lainnya.
...
Juan tidak menanggapi bisikan dari para pelayan dan pekerja. Yah selama mereka tidak mengganggu Livy maka dia tidak peduli.
Setibanya dikamar Livy, penjaga membantu membukakan pintu karena melihat Juan datang sambil menggendong Livy.
Bagaimana pun mereka harus tau siapa Ratu masa depan mereka. Sebab melihat perlakuan Raja mereka sudah dipastikan jika wanita itu adalah Ratu mereka.
Juan menaikkan alisnya, meski sedikit kesal karena kelancangannya namun pernyataannya ada benarnya. Setidaknya mereka harus tau siapa nama Ratu masa depan mereka.
"Livyana Oseiny Van Reichburgh" jawabnya datar kemudian melangkah masuk
"Aku tidak ingin mendengar gosipnya menyebar hingga keluar istana. Jika tidak kalian akan lenyap bersama keluarga kalian" lanjut Juan dingin, dia tidak ingin jika Livy menjadi sasaran para wanita bangsawan dikerajaannya.
"Baik yang mulia" jawab mereka gemetar sungguh meski raja mereka adil dan bijaksana namun dia tetap menyeramkan. Ia tidak pernah mengingkari ucapannya.
...
Juan meletakkan Livy dikasur dengan perlahan dan hati-hati, dia melihat kearah jendela dilihatnya hari telah gelap namun Livy belum makan.
__ADS_1
"Bagaimana jika dia lapar saat bangun" gumam Juan khawatir, karena Livy sedang tidur jadi tidak mungkin dia akan tidur disini juga, jika dia tidur disini dan menemani Livy maka saat Livy bangun dia akan sangat marah.
"Aku siapkan cookies saja dan susu coklat hangat, karena dia memiliki elemen api jadi tidak masalah jika susunya dingin" Juan pun pergi dari sana dan memerintahkan pelayan menyiapkan cookies coklat dan susu coklat untuk Livy.
Setelahnya dia pun kembali keruang kerja, karena Livy sedang tidur jadi dia tidak bisa bersama dengannya.
...
Setibanya diruang kerjanya dia melihat Louis yang tampak kelelahan kerena mengerjakan bagitu banyak dokumen.
"Yang mulia Anda kembali, apa ada yang ketinggalan" tanya Louis dengan senyum kaku. Juan hanya menatap Louis datar, dia tau jika dia sudah kelewatan memberi pekerjaan padanya namun Livy lebih penting terutama Livy berada di kerajaan nya hanya sampai besok.
"Bawakan makan malam dan kopi" balas Juan dengan nada datar.
"Apa anda tidak jadi makan malam bersam nona Livyana" tanya Louis bingung, bukankah tadi Juan bilang akan makan malam bersama Lady Livyana.
"Saat aku sampai dia sudah tidur karena kelelahan, jadi aku membawanya ke kamar kemudian kembali kesini" jelas Juan, walau bagaimanapun Louis adalah teman nya sejak kecil jadi dia terbiasa terbuka dan tidak menyembunyikan sesuatu.
'Terima kasih Lady, jika tidak saya harus kerja lembur malam ini' batin Louis senang sebab tidak jadi lembur hingga pagi.
Louis segera membawakan makan malam untuk mereka berdua, karena biasanya mereka akan makan malam bersama di ruang kerja. Namun karena Livy datang jadi kemarin mereka tidak makan bersama.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. So tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See you
Next eps...
__ADS_1