Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 71


__ADS_3

Livy berbalik lalu menatap Juan, Livy bisa melihat kegugupan, kecanggungan dan rasa kesal Juan yang bercampur aduk dalam wajahnya.


'Dia terlihat manis' batin Livy seraya tertawa kecil, awalnya kesannya pada Juan adalah pria playboy namun semakin hari kesan Livy semakin membaik dan bahkan Juan saat ini terlihat seperti anjing besar yang sedang cemburu.


Wajah Juan merona karena malu, dia tidak tau apa yang membuat Livy menertawai dirinya tapi dia merasa malu dan salah tingkah saat ini.


Livy menghentikan tawanya dan mendekati Juan lalu mengulurkan tangannya dan mengelus kepala Juan seperti mengelus anjing besar.


Deg


Jantung Juan berdebar kencang karena Livy mengelus kepalanya, telinganya memerah karena malu.


Livy yang tau jika Juan sedang malu malah tambah menggoda Juan, Livy tidak ada maksud lain dia hanya ingin menghibur dirinya sendiri agar nanti bisa fokus dalam pertunjukan.


"Juan, meski dulu aku menyukai dia tapi dia selalu mengabaikan diriku, lalu kau datang dan mengatakan jika kau mencintaiku." ucap Livy masih mengelus kepala Juan.


"..." Juan diam saja, ia melirik Livy sesekali lalu menunduk lagi sambil menikmati elusan kepala dari Livy.


Livy menurunkan tangannya kemudian memeluk Juan, Livy bisa mencium aroma khas juan yang membuatnya kecanduan.


"Kau tau bahkan meski sudah lama bertunangan, kami belum pernah berpelukan" terang Livy seraya menikmati aroma Juan.


Juan tersenyum lembut lalu ikut memeluk Livy, dan memberikan Livy kehangatan.


'Livy kau hanya milikku, tidak akan kubiarkan kau berpaling dariku' batin Juan sambil ikut menikmati aroma khas Livy yang harum seperti mawar.

__ADS_1


"Livy apa kau mencintaiku" tanya Juan dengan ragu dan khawatir, meski sebenarnya Juan ingin bertanya hal lain tapi yang keluar malah kata-kata itu.


"Belum, untuk sekarang aku belum tau, apa aku saat ini mencintaimu, tapi jika saat ini Afgaren mengatakan jika dia mencintaiku, aku akan tetap memilih mu" jawab Livy pelan namun masih bisa terdengar oleh Juan.


"Kenapa, bukankah kau pernah mencintainya namun saat ini kau belum mencintaiku" tanya Juan sambil mengepalkan tangannya.


Livy mendongak dan menatap Juan lalu tersenyum lembut.


"Karena aku yakin jika kau mencintaiku, tapi dia belum tentu, karena dia pernah mencampakkan cinta ku" jawab Livy sambil tersenyum lembut, meski pengalaman cinta itu milik Livyana tapi Livy menganggap hal itu adalah bagian dari hidupnya dan disisi lain Livy juga ingin di cintai.


Baik itu Livyana ataupun Livy mereka sama-sama menyukai kehangatan yang diberikan Juan dan ingin dicintai.


Baik Livyana maupun Livy tidak pernah menganggap dirinya mereka berbeda.


Mereka menganggap kehidupan yang dijalaninya adalah kehidupan masa lalu dan masa depannya, jadi pikiran Livy dan Livyana menyatu.


...


Setelah menghibur Juan yang sedang cemburu, Livy kembali ke aula istana dan diikuti oleh Juan yang dengan patuh menggandeng tangan Livy.


Saat berjalan Livy bisa mendengar bisik-bisik bangsawan yang sedang menjelek-jelekkan dirinya namun Livy tidak menggubris nya dan lanjut berjalan bersama juan dengan mesra.


"Semua harap tenang, yang mulia ingin mengumumkan sesuatu" ucap Luke dengan nada datar dengan Afgaren berdiri di samping dengan wajah datar dan dingin. Semua orang berhenti berbicara dan memperhatikan Afgaren.


"Hari ini aku mengumumkan pembatalan pertunanganku dengan lady Reichburgh" ucap Afgaren dengan lantang, aula menjadi gaduh yang dipenuhi akan bisik-bisik bangsawan lain.

__ADS_1


"Yang mulia membatalkan pertunangan pasti karena lady Reichburgh selingkuh" ucap lady A


"Benar bahkan dia sampai menggoda raja Crastine" jawab Lady B mengiyakan.


"Wanita seperti itu tidak layak untuk yang mulia" lanjut Lady C


(Terlalu ribet jika ingin menyebutkan namanya)


"Kalian diam lah" ucap Afgaren dengan nada dingin dan tegas, tatapan matanya kemudian jatuh pada Livy yang acuh dan Juan. Livy yang merasa tatap pun ikut menatap Afgaren.


"Pertunangan itu sudah dibatalkan sejak 2 bulan lalu, jadi aku tidak ingin kalian menyebar kan gosip yang merusak nama Lady Reichburgh" Lanjut Afgaren kemudian pergi meninggalkan aula.


Bisik-bisik bangsawan terdengar dimana-mana, ada yang senang, ada yang mencibir dan ada yang khawatir. Sedangkan Livy yang sedang digosipkan malah acuh tak acuh.


Livy tidak terlalu peduli dengan tanggapan orang lain sebab dia sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk gosip tidak jelas.


"Juan aku lapar, ayo makan sesuatu" rengek Livy dengan manja lalu menarik juan menuju hidangan pesta. Sesampainya Livy mengambil beberapa desert dan memakannya di meja. Dan Juan dia hanya asik memandangi Livy yang sedang makan.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, kemarin gak up karena sibuk akan lomba 17 Agustus. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You

__ADS_1


Next eps...


__ADS_2