Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 45


__ADS_3

Malamnya Livy pergi dengan mobil Van hitam nya, dia mengenakan gaun malam selutut berwarna biru gelap.


Crit


Van hitam Livy berhenti di depan parkir hotel bintang lima, Livy turun kemudian mengambil kado nya dari dalam mobil.


Tak...tak..tak


Livy pun melangkah masuk kedalam hotel.


"Livy akhirnya kau datang" ucap wanita dengan gaun merah muda selutut.


"Lili selamat ulang tahun" ucap Livy sambil tersenyum manis, dia kemudian memberikan kadonya pada Lili.


"Wah terima kasih livy" ucap Lili sambil tersenyum senang, dia membuka kotak kado Livy dengan semangat.


"Kyaaaa, ini tas limited edition yang hanya ada 2 buah di dunia, terima kasih livy" ucap Lili senang, dia sebelumnya ingin membeli tas ini namun sudah keburu ada yang membeli nya.


" tidak masalah, aku tau jika kau suka jadi aku membelinya untuk kado ulang tahun mu" ucap Livy sambil tertawa canggung, yah walau dia membeli nya hanya karena bosan.


"Baiklah ayo kita berpesta" ajak Lili kemudian menyeret Livy ke meja nya, mereka pun minum-minum dan makan-makan.


Selesai pesta Livy pun keluar hotel menuju Van hitam nya. Dia sedikit mabuk dan berjalan dengan oleng saat menuju mobil.


"Aduh nona, kenapa Anda minum banyak sekali" gerutu pak sopir sambil memapah Livy kedalam mobil.


"Hehe maaf pak" ucap Livy sambil tertawa canggung.


Pak supir kemudian melajukan mobil, dia sesekali melirik kondisi nonanya. Livy duduk dengan oleng dikursi belakang dan itu membuatnya khawatir.


"Nona duduk yang benar bagaimana jika..."


Brak


Perkataan pak supir terpotong karena mobil Livy terbalik dengan kondisi yang hancur.

__ADS_1


"Ugh..." Kesadaran Livy mulai menipis hingga pandangan nya berubah menjadi Hitam.


...


"Ugh sakit, dimana ini" ucap Livy bingung sebab dia hanya bisa melihat kegelapan di segala arah.


"Aku sudah mati" lirih Livy, dia kemudian melangkah maju, Livy terus menyelusuri kegelapan di sekitar nya, ia berharap dapat menemukan sesuatu dengan terus berjalan.


Hingga dari kejauhan livy bisa melihat jika ada cahaya, dia pun dengan tergesa-gesa berlari menuju cahaya itu.


Wush


Angin menerpa Livy membuatnya memejamkan matanya, saat dia membuka matanya dia bisa melihat hamparan bunga warna-warni, padang rumput hijau dan langit yang cerah.


"Hiks...hiks"


Livy mendengar suara tangis anak kecil, Livy pun melangkah mencari sumber suara itu. Hingga dia menemukan gadis kecil berusia 7 tahun sedang menangis dia bawah pohon yang rindang.


"Adik kecil kenapa kamu menangis" ucap Livy lembut, dia mendudukkan dirinya disamping anak kecil itu. Livy bisa melihat rambut peraknya yang indah namun aneh menurut nya.


Livy kemudian mengelus kepala anak itu, "Siapa bilang? kau itu cantik dan imut, mereka hanya iri kepadamu" ucap Livy dengan senyum hangat.


"Benarkah" ucap anak itu sambil tersenyum manis.


" Tentu saja, jika ada yang menghina mu maka dia akan ku hukum" ucap Livy sambil tersenyum.


"Kalau begitu kakak gantikan aku menghukumya" ucap gadis kecil itu kemudian tersenyum tipis.


Pandangan Livy kemudian berubah menjadi Hitam dan


...


"Hosh...hosh...ha...ha" Livy terbangun dengan nafas terengah-engah.


"Ugh... mimpi" gumam Livy masih mencoba untuk mengatur nafasnya. Livy kemudian memijat kepalanya, meski itu tadi mimpi namun terasa sangat nyata bagi nya.

__ADS_1


"Kenapa aku memimpikan hal itu" gumam Livy sambil memijat kepalanya, entah kenapa Livy merasa gelisah.


Tok...tok... tok


Kriet


Dalin masuk kedalam, sambil membawa cookies dan segelas susu.


"Dalin bantu aku ke kamar mandi" ucap Livy datar, saat ini dia tidak memiliki tenaga untuk berjalan sendiri.


Dalin pun membantu Livy mandi dan berpakaian, setelah nya Livy memakan cookies dan meminum susunya.


Livy kembali ke aktifitasnya seperti biasa, sarapan, berlatih sihir, makan siang, berlatih pedang, makan malam dan berlatih politik bersama ayahnya.


Terkadang Audrey juga berkunjung ke mansion sehingga Livy cukup sibuk, ia sengaja menyibukkan dirinya agar tidak memikirkan mimpi nya.


Livy sesekali juga berkunjung ke kerajaan Crastine untuk bertemu Juan, Ken dan Ron.


Waktu berlalu dengan cepat Livy telah berada di dunia ini selama 1 bulan 2 minggu, dan dua Minggu lagi adalah hari ulang tahun Afgaren.


Demi tata Krama Livy harus pergi berbelanja sebagai hadiah Afgaren, ya walau kesal, tapi dia tidak bisa bersikap tidak sopan karena bagaimanapun Afgaren adalah seorang Raja.


Saat ini, Livy juga telah memperbaiki citra nya tentu dengan bantuan Audrey, entah bagaimana dengan kepandaiannya Livy membungkam opini publik yang memakinya menjadi memujanya.


Namun Livy tetap dikenal sebagai putri Duke yang angkuh dan sombong, tapi Livy telah membentuk cukup banyak relasi dan memiliki banyak teman bangsawan yang berpengaruh.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2