
Livy hanya menghela nafas panjang, bagaimana bisa Juan adalah Raja Crastine.
Setahunya Raja Crastine selain bijaksana dan adil pada rakyat nya dia juga sangat pintar dan kuat.
"Maaf, entah kenapa saat ini aku sulit berfikir" balas Juan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hmph" Livy memalingkan wajahnya kesal akibat kebodohan Juan. Sepertinya dia yang harus menjelaskan panjang lebar dari A ke Z, sungguh melelahkan. Walau pun dia tidak membencinya, bisa dibilang Livy suka berbicara bersama Juan.
"Baiklah, maaf! bisakah kau membantu ku" Juan menyatukan tangannya untuk menunjukkan ketulusannya, dia benar-benar tidak bisa berfikir jernih saat disuguhkan pemandangan yang menakjubkan ini.
"Iya, dengar bukankah kamu bisa berteleportasi, aku yakin kamu tidak sebodoh itu sehingga tidak paham apa yang ku maksud" jelas Livy singkat namun dia yakin Juan bisa mengerti maksudnya.
"Aku lupa akan hal itu, maaf" Juan kembali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Bisa-bisanya dia yang merupakan raja agung dan jenius bisa melakukan hal bodoh. Apalagi didepan wanita pujaan nya, sungguh memalukan.
Juan mengambil batu kerikil dan mengalirkan mana miliknya. Dia kemudian mengubur batu itu agar tidak hilang. Jika tidak akan sulit untuk datang dan pergi kesini.
Livy pun melakukan hal yang sama, namun Livy tidak menguburnya dia mencari lubang di dinding dan meletakkan kerikil itu di sana.
Kemudian Livy membaca mantra
"Melting fire" batu kerikil itu kemudian mencair dan menyatu Kedinding tersebut. Livy tersenyum, dengan ini tanda teleportasi nya tidak akan hilang kecuali tempat ini runtuh.
Livy juga mengambil beberapa batu sihir manmer dan meletakkannya ke light room miliknya. Livy bahkan tidak ragu untuk menunjukkan kekuatan nya pada Juan.
__ADS_1
"Kau tidak boleh menunjukkan kemampuan mu kepada orang asing"ucap Juan marah, dia tidak ingin Livy berada dalam bahaya jika ada yang mengetahui kemampuan luar biasa Livy.
"Kamu bukan orang asing, aku percaya padamu" balas Livy sambil tersenyum, dia percaya pada Juan, ia bisa merasakan dari tatapan Juan yang memanjakan. Livy yakin jika Juan tulus kepada nya.
"Itu tidak masalah jika aku, namun ingat lain kali kamu harus berhati-hati" ucap Juan dengan nada galak, walau sebenarnya dia sangat senang saat ini. Sebab Livy tidak menganggap nya orang asing, walau mereka baru bertemu.
"Hm..."Livy tidak melanjutkan berargumen dengan Juan lagi, dia sibuk memanen batu sihirnya. Livy berfikir untuk membuat alat sihir untuk berkomunikasi, dia sangat merindukan ponselnya yang canggih.
...
Selesai memanen, Juan dan Livy pun langsung berteleport ke kamar Juan. Juan juga membawa beberapa bongkah besar batu sihir manmer. ia berencana menjual nya dan uangnya akan di berikan untuk rakyat miskin.
"Sebaiknya kamu menyembunyikan fakta tempat batu sihir manmer, jika tidak pasti kerajaan mu akan diserang oleh kerajaan lain" jelas Livy pada juan.
"Tentu" balas Juan patuh, memang benar sangat mungkin kerajaan nya akan diserang oleh kerajaan nya lain jika mereka tau kalau dia memiliki batu sihir manmer yang melimpah.
Keesokan harinya Livy mulai eksperimen nya, tak lupa juga dia mencatat segala prosesnya di buku. Namun untuk mencegah digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab Livy menulis menggunakan huruf latin dari dunianya dan bahasa Inggris(kalau di dunia ini disebut bahasa kuno).
...
Juan juga disibukkan akan penjualan batu sihir manmer, Juan menghancurkan bongkahan batu sihir manmer menjadi sebesar biji gandum. Dia berencana menjual nya sedikit demi sedikit.
Tak lupa dia memberi satu sebesar biji jagung untuk setiap keluarga bangsawan di kerajaan nya, untuk menambah loyalitas mereka kepadanya.
Terkadang dia mengunjungi Livy seperti saat ini, Juan mengunjungi livy yang tengah membuat alat sihir di perpustakaan.
__ADS_1
Juan memandang tulisan aneh yang ditulis oleh Livy. Dia bingung sebab tidak mengerti apa yang ditulis oleh Livy.
"Ini bahasa apa Livy?" tanya Juan penasaran.
"Ini bahasa kuno, juga ini adalah sandi. Apa kamu ingin ku ajari" jawab Livy singkat dan jelas.
"Tentu" balas Juan dengan anggukan, dia juga ingin tau apa yang ditulis oleh Livy.
Livy pun mengajari Juan tentang huruf abjad, dia sudah seperti mengajari anak TK namun Untung saja Juan sangat pintar dan cepat mengerti jadi hanya dalam beberapa jam saja dia bisa membaca dengan lancar.
Juan juga sangat pandai dengan bahasa kuno sehingga dia paham artinya dengan cepat. Itulah mengapa dia bisa membaca mantra dengan lafal cepat seperti Livy.
"Oh, Juan aku lupa bertanya apa elemenmu" tanya Livy sedikit penasaran, dia tau jika Juan memiliki elemen cahaya seperti dirinya karena Juan juga bisa berteleport.
"Air, angin, dan cahaya. Namun aku tidak pernah memberitahu elemen cahaya ku kepada orang lain selain ibuku" jawabnya sambil tersenyum hangat. Dia ingin memberitahu jika Livy memiliki tempat yang spesial di hatinya.
Wajah Livy bersemu merah, dia tidak menduga jika Juan sangat pandai menggodanya.
"Terserah" ucap Livy gugup, dia memalingkan wajahnya dan mencoba menetralkan kegugupannya.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See you
Next eps...