
Livy menarik juan dengan buru-buru, dan Juan hanya menuruti kemauan Livy. Dia tau dengan pasti jika Livy mencoba mengalihkan perhatian nya.
'Apa dia malu' batin Juan sambil tersenyum tipis, Juan menebak jika Livy tidak ingin menjawab pertanyaan nya sebelumnya dan akhirnya memilih mengalihkan perhatian nya.
'Tidak apa, pelan-pelan saja' batin Juan seraya mengikuti langkah Livy yang terbilang cukup buru-buru.
Meski Livy terlihat buru-buru untuk mengindari Juan namun sebenarnya Livy sedang menghindari mata-mata helras, meski Livy sudah tau niat helras namun dia tidak ingin membuat kepanikan di istana.
Livy juga bisa menebak apa yang sedang dipikirkan juan tentang nya, namun dia lebih memilih membiarkan kesalah pahaman itu.
'Tidak habis pikir kenapa dia sangat lengah' batin Livy dengan kesal, Livy tidak mengerti sebab Juan yang terlalu lengah itu. Meski dia bisa menebak jika Juan sedang dimabuk cinta saat ini.
Karena merasa bahaya mengintai, Livy mengajak Juan untuk kembali ke aula, Livy kemudian meninggalkan Juan dan berbaur dengan lady bangsawan lainnya.
...
"Lady Reichburgh siapa pria yang datang bersama Anda tadi" tanya Ariel Dyum Matesia
Dia adalah putri dari Baron Matesia yang merupakan pedagang berlian terbesar di kerajaan Trianty, dan Ariel adalah salah satu pengikut dari Audrey. Dan saat ini dia mengagumi sosok anggun dan martabat milik Livy atau bisa dibilang dia adalah salah satu boneka Livy.
"Itu benar Lady Reichburgh, Anda harus mengenalkan dia kepada kami" ucap Lady Andersa menimpali, ia adalah putri kedua dari count Andersa, dia juga merupakan pengikut Audrey dan pengagum Livy.
__ADS_1
Livy tersenyum anggun, dia tidak langsung menjawab pertanyaan para Lady itu.
"Itu...dia adalah tunangan ku" cicit Livy dengan wajah malu-malu, respon Livy yang malu-malu membuat tanggapan orang lain jadi berlebihan.
"Wah kalau begitu kapan acara pertunangan nya" tanya Lady Afdel putri dari visscount Afdel.
"Acaranya bulan depan, nanti saya akan mengundang kalian semua" ucap Livy sambil tersenyum anggun.
"Akan kami tunggu undangan nya Lady Reichburgh" Ucap Lady Matesia sedikit bersemangat. Ariel ingin memastikan sendiri karakter Juan karena dia tidak ingin Livy dipermainkan seperti Afgaren.
Sementara Livy hanya tersenyum lembut menanggapi ke antusiasan para Lady, Livy juga membiarkan mereka melakukan sesuka nya, Livy tidak ada niat ikut campur akan drama yang di buat mereka.
'Bukankah drama nanti akan sangat menarik' batin sambil tersenyum, dia sangat menantikan peristiwa itu terjadi, namun seketika perasaan senang Livy berubah menjadi kesal.
"Lady Reichburgh, apa yang Anda lamunkan" tanya Lady Matesia dengan penasaran, itu karena dari tadi ia melihat Livy melamun.
Livy tersentak dari lamunan nya karena lady Matesia menepuk pundaknya. Setelah sadar dari keterkejutan Livy dengan cepat memasang senyum anggun dan ekspresi malu-malu.
"Ah maaf, tadi saya sedang memikirkan tunangan saya" Ucap Livy dengan nada malu-malu dan pipi merona.
"Oh astaga kalian manis sekali" Ucap Lady Afdel sambil menutupi wajahnya dengan kipas, namun sebenarnya ia sedang menyembunyikan ekspresi kesalnya. Ia bukan kesal pada Livy namun pada Juan yang telah merebut Livy dari mereka.
__ADS_1
'bahkan Lady Reichburgh sampai memikirkan dia saat bersama kami' batin Lady Afdel sambil mencoba tetap tersenyum.
Begitu juga dengan lady lainnya, mereka sedang kesal dan memaki Juan karena telah merebut Livy yang merupakan Dewi pujaan mereka.
Meski begitu Livy bisa melihat dengan jelas rasa cemburu para Lady untuk Juan, tapi Livy tidak berniat ikut campur dan membantu Juan. Livy malah menantikan drama yang akan dibuat para Lady ini pada Juan.
Setelah itu mereka kembali berbincang dengan anggun, mereka membicarakan gosip terbaru dan lainnya. Sementara Livy hanya tersenyum atau kadang menjawab dengan ringan.
...
Waktu berlalu pesta pun akhirnya selesai dan para undangan lain sudah pulang, dan Livy pulang bersama Juan, sementara Duke dan kedua kakak Livy masih di istana untuk mengorganisir keamanan istana.
Dan hal itu juga bagian dari rencana Livy, Livy tau jika helras sedang mengincar dirinya, jadi dia mempermudah jalan rencana dengan menaiki kereta kuda sendirian. Sementara Juan menaiki kudanya seraya menuntun kereta kuda Livy.
"Kuharap dia tidak menyerang secara terang-terangan" gumam Livy sambil bersenandung senang, Livy berharap helras lebih pintar dan tidak bertindak gegabah agar Livy bisa lebih menikmati permainan yang dibuat oleh helras.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, maaf ya lama gak up sebab banyak kesibukan, hari ini juga kemaleman. Tapi tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See You
Next eps...