Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 51


__ADS_3

Livy kemudian menulis surat agar dalin tidak khawatir, dia juga meminta izin pergi dengan duke.


Setelah mendapat izin dari Duke Livy segera membaca mantra teleportasi.


Sring


Cahaya menyelimuti tempat Livy berdiri dan dalam sekejap Livy sudah tidak berada di sana lagi.


...


Wush


Livy tiba di kamarnya di kerajaan crastine, Livy kemudian pergi keruang kerja Juan dengan senyum riang mengembang diwajahnya.


Para pelayan juga hanya menunduk hormat saat Livy berjalan melewati nya, hal itu karena semua tau siapa Livy. Mereka tau jika Livy adalah putri duke Reichburgh dari kerajaan Trianty.


Setibanya di ruang kerja Juan, Livy segera menendang pintu membuat para pengawal hanya menggeleng pasrah.


"Juan, ayo jalan-jalan" ajak Livy sambil tersenyum manis, Livy tidak bisa melampiaskan sifat manja nya dirumah jadi dia mencari orang yang dapat memanjakan dirinya.


Juan melirik Livy kemudian tersenyum, ia sudah terbiasa dengan sifat Livy yang berubah-ubah dengan cepat. Namun dia paling menyukai Livy saat ia sedang manja.


"Sebentar, ada beberapa dokumen yang harus ku periksa" ucap juan sambil tersenyum, meski ia ingin segera pergi bersama Livy tapi ia harus menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu.


"Hmph...Juan ayo pergi" rengek Livy sambil mengguncang tubuh Juan.


"Sebentar saja ya, ini sangat penting" ucap juan dengan lembut, ia mengelus kepala Livy dengan pelan.


"Cih itu sebabnya aku benci bangsawan berpangkat tinggi, mereka sangat sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk bermain bersama ku" gerutu Livy kesal, Livy sangat kesal karena Juan mengabaikan dirinya.


'Hiks, menyebalkan aku harap penyatuan jiwa nya berjalan lebih cepat' batin Livy menangis.

__ADS_1


Livy kemudian duduk di kursi dengan wajah kesal, dua hal yang membuat Livy kesal adalah sifat manjanya dan juga Juan.


'Kenapa dia selalu membuat ku kesal' Livy kemudian memandang Juan dengan intens, Livy merasa aneh karena sebelumnya ia tidak pernah peduli dengan sesuatu seperti ini.


Bahkan di usia nya yang masih kecil dia bisa mengerti dan tidak mengeluh dengan pekerjaan orang tuannya. Yah walau demi mengisi kekosongan itu Livy jadi menganggap semua manusia adalah mainan dan kehidupan tidak lebih dari drama baginya.


Livy tidak percaya dengan takdir dan selalu percaya jika semua kebaikan yang ditujukan orang-orang untuk nya hanya lah sandiwara belaka.


Itu lah kenapa Livy tidak pernah merasa bersalah karena telah mempermainkan perasaan semua orang.


...


Setelah Juan menyelesaikan pekerjaan nya Juan pun mengajak Livy berjalan-jalan, namun kali ini mereka jalan-jalan di sekitar istana.


Livy juga tidak menolak, lagipula dia masih belum menelusuri semua bagian istana Crastine, juga istana memiliki berbagai tempat yang indah untuk dilihat.


"Wah...aku suka tempat ini" ucap Livy sambil tersenyum senang, Livy menelusuri taman yang penuh dengan bunga dengan senyum yang tidak luntur.


"Boleh, kau bisa datang kapanpun yang kau mau" jawab Juan sambil mengelus kepala Livy.


"Hehe taman ini milikku, jadi tidak ada yang boleh kesini selain aku" ucap Livy sambil tertawa senang. Juan hanya tersenyum melihat perilaku Livy.


...


Livy saat ini duduk dibawah pohon bersama Juan dan Luois, Tak lama kemudian Rise tiba dengan membawa teh dan beberapa cookies.


"bagaimana kabarmu" tanya Livy pada Rise sambil mengesap tehnya.


"Baik nona, apa anda ingin beberapa roti isi" balas Rise sambil menyodorkan roti isi buatan Rise.


Livy hanya mengangguk senang dan mengambil roti isi dengan toping keju dan telur.

__ADS_1


"Rise masakan mu sangat enak, sama seperti punya dalin" puji Livy sambil memakan roti isi itu.


"Terima kasih nona" Rise tersenyum senang mendengar pujian dari Livy yang mana itu berarti usaha nya tidak sia-sia.


"Juan Coba kau makan ini" ucap Livy sambil menyodorkan roti isi bertoping sayur dan daging pada Juan.


"hmm" Juan pun memakan roti itu langsung dari tangan Livy dan menjilat jari lentik Livy membuat wajah Livy merona saat Juan memakan roti dari tangannya.


"Tidakkah kau punya tangan" gerutu Livy kesal, sementara juan tertawa kecil karena berhasil menggoda livy.


"Aku pikir kau mau menyuapi ku" ucap Juan dengan raut wajah sedih dan mata berkaca-kaca.


"Hmph.. terserah" Livy memalingkan wajahnya dengan kesal, namun dia tidak membenci perlakuan Juan.


Livy kemudian memakan cookies untuk mengalihkan perhatiannya, ia tidak ingin jatuh dalam jebakan Juan lagi.


Dia tidak ingin menjadi salah tingkah dihadapan Juan.


...


Malamnya Livy pun pulang ke rumahnya, ia sangat senang bermain bersama Juan, namun dia tidak bisa berlama-lama pergi jika tidak ayahnya akan memarahinya.


Setibanya di kamar Livy segera meminta dalin menyiapkan air mandi untuknya. Setelah mandi Livy pun pergi ke ruang makan dan makan malam bersama ayah dan kedua kakak nya.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kelasalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You

__ADS_1


Next Eps...


__ADS_2