Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 49


__ADS_3

Dalin serta pergi untuk menyiapkan permintaan Livy, ia adalah tipikal pelayan sempurna ciptaan Livy. Livy bahkan telah mencurahkan begitu banyak perhatian dalam mendidik dalin dan jadilah dalin yang sekarang.


Berapa kali pun Livy memikirkannya dia hanya merasa lucu akan tindakannya sendiri.


'Ternyata memang benar jiwa livyana yang asli masih belum menghilang' batin Livy sambil membolak-balik tangannya.


Livy bisa merasakan terkadang dia tidak bisa mengendalikan tubuh ini sepenuhnya, tapi karena dia tidak muncul secara langsung berarti dia cukup puas dengan cara Livy dalam menjaga keluarga nya.


Bruk


Livy merasa cukup lelah dan dia hampir tidak bersemangat sama sekali.


'Untuk sekarang akan bagus jika jiwa livyana dapat menyatu dengan jiwaku' batin Livy sambil menatap langit-langit, meski Livy pintar dan berbakat, tapi di dunia nya dulu dia bahkan tidak lebih dari cangkang kosong tanpa jiwa.


Pikiran Livy robot, tanpa emosi yang asli membuatnya buta akan rasa iba pada sesama manusia dan bahkan nafsu.


Livy sudah seperti robot tanpa perasaan yang menganggap manusia sebagai boneka mainan saja, namun semenjak tiba di dunia ini Livy mulai bisa merasakan perasaannya yang dulu pernah hilang.


"Jika memang ini mimpi, kuharap aku tidak pernah bangun. aku lebih berharap ini adalah kenyataan" gumam Livy sambil mengangkat tangan dan mencoba meraih atap kamarnya.


Tok...tok...tok


Ketukan pintu membuat lamunan Livy buyar dan kembali ke kenyataan.


Kriet


Dalin masuk dengan membawa roti isi dan segelas susu cokelat panas, dalin mendorong troli dan menyusun piring keatas meja.


"Nona saya akan menyiapkan air mandi untuk anda" ucap dalin seraya membungkuk hormat dan melangkah pergi dari sana.

__ADS_1


"Hm" respon Livy sedikit malas, mungkin karena sudah lapar dia jadi malas berbicara.


Tap...tap


Livy melangkah menuju meja, tempatnya yang biasa. Livy kemudian memakan roti isi dengan lahap, sebelumnya ia tidak terlalu suka dengan sandwich atau semacamnya tapi ia bisa tau jika ini adalah makanan favorit livyana.


"Ini memang enak sih, atau hanya masakan dalin saja yang enak" gumam Livy sambil memotong roti dengan pisau, dari pada dia menggigit langsung Livy lebih memilih untuk memotong nya.


Karena Livy makan dengan lahap roti isinya cepat habis bahkan sebelum dalin kembali lagi.


"Enak" ucap Livy seraya tersenyum puas, Livy tidak tau masakan orang lain tapi roti isi buatan dalin sungguh enak baginya.


Tak lama kemudian dalin kembali, setelah itu dalin membantu Livy mandi.


...


"Dalin beritahu ayah jika aku sudah sadar dan sekarang kembali tidur, jelaskan saja apa yang kulakukan tadi" titah Livy seraya memejamkan matanya.


Alasan livy sebenarnya untuk membuat alasan agar tidak perlu hadir pada pesta ulang tahun afgaren, jadi karena semuanya terjadi secara kebetulan lalu kenapa dia tidak memanfaatkannya.


'Tak sia-sia aku membiarkan diriku teracuni seminggu ini' batin Livy senang, dia senang karena bisa mencari alasan tidak perlu hadir ke pesta nanti, tapi 2 Minggu bukanlah waktu yang singkat jadi tidak baik jika dia menggunakan alasan diracuni.


'aku perlu alasan yang lebih kuat' batin Livy sambil mencoba tidur, meski sulit bersama tidur, namun Livy tetap berusaha untuk tidur karena dia sudah sangat lelah.


Livy cukup senang setelah membuat jebakan untuk helras, dia pasti akan bermain dengan puas hingga rasa bosannya terobati.


'Hmph, kalau begitu hari ini cukup provokasi agar dia melakukan hal yang lebih nekat' batin Livy sambil menyeringai.


Livy juga berharap dia bisa menyaksikan klise yang seru dan menantang karena jik tidak diabakan mati kebosanan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Livy pun akhirnya tertidur dan pergi ke alam mimpi.


...


Keesokan harinya Livy kembali ke aktivitas sehari-hari nya.


(yah kalian cukup tau apa saja aktifitas biasa Livy)


Kini tinggal seminggu lagi hingga pesta ulang tahun afgaren tiba, gaun pesta Livy juga telah siap dan hari ini ia dan Audrey akan pergi mengambil gaun pesta dari Lucy.


Dan pagi ini dalin telah membantu Livy bersiap dan menyiapkan cookies dan beberapa roti isi, ia juga membawa teh hijau yang dimasukkan ke dalam botol sihir agar ia tetap hangat.


"Dalin tidakkah gaun ini terlalu mewah" ucap Livy sambil memutar tubuhnya untuk memamerkan gaunnya.


"Ini sudah cukup sederhana, ingat jika Anda akan ke ibukota bukan ke pasar" balas dalin sambil berwajah galak.


"Dasar cerewet" garutu Livy sebal, dia akui ia memang manja pada dalin tapikan dia tetap majikan nya, seharusnya dalin tidak perlu sampai memarahinya seperti itu.


Meski begitu sebenarnya Livy tidak mempermasalahkannya, dia cukup senang akan perhatian dalin untuk nya.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya.


See You


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2