
Audrey menatap madam elose dingin, dia tidak akan pernah membiarkan orang rendahan menghina Sahabat nya. Ia kemudian menarik Livy keluar dari sana, sungguh dia tidak ingin berlama-lama berada disana.
Livy tersenyum smirk, sudah sangat lama dia tidak merasakan perasaan ini, terakhir kali dia melakukannya dengan mata-mata Helras.
'Raut keputusasaan itu sangat indah' batin Livy sambil tersenyum, ia masih mengikuti langkah Audrey yang tengah menyeretnya.
Bruk
Livy menabrak punggung Audrey, itu karena dia berhenti secara tiba-tiba. Livy mengusap kepalanya walau tidak bisa dibilang sakit sih, Audrey berbalik dan menatap Livy dengan tatapan garang.
"Kamu ya, kalau orang menghinamu harus kamu balas! Tidak akan ada yang melarang mu bahkan jika kamu ingin membunuh orang itu?" ucap Audrey dengan nada galak.
Livy hanya menundukkan kepalanya dan hanya mendengar perkataan tak berfaedah dari Audrey.
"..." Livy hanya diam sambil mendengar ucapan Audrey, yah dia tidak ingin menyelanya karena dia malas berdebat.
...
Setelah puas memarahi Livy Audrey kemudian menyeret Livy ke toko butik lain, ia berhenti di toko yang terpencil dan tidak terlalu terkenal.
Kriet
Audrey dan Livy masuk kedalam toko itu, Livy bisa melihat kondisi toko yang tidak terlalu bagus. Namun saat Livy melihat desain pakaian yang terpapang rapi Livy sedikit takjub akan desain gaun itu.
"Ah Lady Fronderyte selamat datang" ucap seorang wanita dengan ramah.
"Lucy, apa kabar mu" tanya Audrey dengan senyum ramah.
"..." Percakapan mereka berlangsung lama dan Livy hanya melihat interaksi mereka karena tidak ingin ikut campur Livy mencari tempat duduk dan duduk sambil memakan cookies.
Livy tidak terlalu peduli dengan pakaian karena saat datang ke dunia ini dia telah membeli banyak gaun baru jadi bahkan jika dia tidak memesan gaun pun dirumahnya masih banyak gaun yang belum dipakainya.
__ADS_1
'Percakapan yang membosankan' batin Livy malas, sebenarnya tujuan Livy keibukota adalah untuk menemui Audrey dan bermain dengan madam elose.
Dan yah untuk selebihnya dia tidak terlalu tertarik. Livy masih memandang Audrey yang tengah berbincang seru dengan wanita bernama Lucy.
Dari interaksi mereka Livy bisa menyimpulkan jika Audrey mengenal akrab Lucy dan Lucy sendiri tidak terlalu canggung saat berbicara dengan Audrey.
...
Matahari telah meninggi entah apa yang dibicarakan Audrey dengan Lucy tapi dia sedikit kesal dan bosan menunggu.
Karena sudah waktunya makan siang jadi Livy tidak ingin membuang waktu dan ingin cepat kembali, Livy pun menghampiri Audrey dan menghentikan obrolan mereka.
"Ah maaf jika aku membuatmu menunggu lama" ucap Audrey sambil tertawa canggung, dia merasa bersalah karena telah melupakan keberadaan Livy.
Livy memasang wajah cemberut, entah kenapa dia tidak suka karena diabaikan oleh Audrey.
"Audy aku lapar, tidak bisakah kita cepat membeli gaun dan pulang" rengek livy dengan manja, meski begitu Livy tidak mengerti kenapa dia sering berperilaku seperti ini.
"Ugh Livy, baiklah ayo kita percepat proses nya" ucap Audrey sambil memalingkan wajahnya, meski dia wanita entah kenapa dia tersipu saat melihat Livy dalam mode manja.
'Bukankah harusnya aku telah terbiasa' batin Audrey sambil mengipas-ngipaskan tangannya.
"Lucy bisakah kau membuatkan gaun untuk ku dan Livy" ucap Audrey pada Lucy, Lucy hanya mengangguk setuju dia tau jika dalam waktu dekat akan ada pesta ulang tahun yang mulia Raja.
Tidak ingin membuang waktu lagi Lucy segera mengukur Livy, untuk ukuran Audrey tentu dia sudah tau jadi dia tidak perlu mengukur ulang.
...
Saat ini Livy dan Audrey telah selesai mengukur gaun, jadi mereka mampir ke toko perhiasan, Audrey membelikan Livy berbagai perhiasan yang cantik menurut nya.
Tidak hanya itu dia juga menyeret Livy ketoko lainnya, sementara Livy hanya bisa pasrah saat diseret Audrey.
__ADS_1
...
Bruk
Setibanya dikamar Livy langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur, dia sangat lelah dan kelaparan karena Audrey terlalu bersemangat berbelanja.
Bahkan dia membelikan Livy banyak barang sehingga Livy tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Meski lelah, namun Livy tidak membenci perilaku Audrey, entah kenapa dia merasa senang dengan tindakan Audrey.
Tok...tok..tok
Kriet
Dalin masuk dengan membawa troli makanan, dia tau jika nonanya lapar sehabis berbelanja. Namun untungnya dia membawa cukup banyak cookies agar Livy tidak kelaparan saat berbelanja.
"Nona tadi tuan muda pertama bertanya apa anda akan berlatih pedang" ucap dalin sambil menyusun piring diatas meja.
"Ya, bilang aku akan datang 1 jam lagi" ucap Livy sambil mendudukkan dirinya disamping kasur.
"Baik nona" Dalin pun pergi untuk menyampaikan pesan Livy.
Setelah Dalin pergi Livy melangkah menuju kursi dan duduk disana, kemudian Livy memakan makanan nya dengan lahap.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata, kemarin gak up? kalian sendiri tau kemarin itu hari apa, pasti pada sibuk dan gak punya waktu. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See You
Next eps...
__ADS_1