Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 64


__ADS_3

Setelah kembali dari penjara, Livy segera menaiki tempat tidur dan berbaring dengan nyaman. Livy awalnya ingin tidur namun saat ini dia tidak bisa tidur, dia merasa jika hari ini adalah hari yang sangat melelahkan.


"Aku benci dunia novel ini, tapi juga menyukainya" gumam Livy seraya menatap langit-langit kamar nya.


Livy benci saat disuruh berfikir keras seperti sekarang, namun dia juga menyukainya. Rencana Livy juga menjadi berbeda dan hal itu karena campur tangan Juan dalam kehidupan nya.


"Awalnya aku hanya ingin menghindari tragedi pembantaian keluarga ku saja, tapi sekarang aku pun harus menjauhi afgaren" gumam Livy dengan pandangan mata sendu.


Rencana awal Livy adalah menguatkan pondasi keluarga nya, kemudian membatalkan pertunangan dengan afgaren, lalu hidup santai dengan bahagia.


Namun rencana Livy pupus saat dia bertemu Juan, Livy juga menarik perhatian afgaren meski sedikit, juga Livy harus menghadapi musuh afgaren di novelnya pada bab ke 2.


Sementara Livy belum membaca sampai sana, hal itu membuat Livy harus bekerja lebih giat untuk mengatasi nya.


'Merepotkan' batin Livy dengan tatapan malas.


Livy kemudian menyungging sudut bibirnya, meski memakan waktu dan tenaga Livy bisa menyelesaikan setiap masalah yang datang padanya.


"Ingatan masa lalu sangat membantu, seharusnya itu datang lebih cepat" gerutu Livy kesal, Livy kesal sebab baru mendapat ingatan dari kehidupan livyana setelah penggabungan selesai.


"Menghilangkan rasa ketertarikan afgaren lebih sulit daripada menghadapi para mainan itu" gumam Livy pelan, Livy sudah cukup pusing dengan masalah internal dan sekarang dia harus memikirkan hal yang mungkin terjadi di pesta nanti.


"Kuharap pertunangan ini membantu" tutur Livy tersenyum seraya memandang cincin tunangan nya. Jujur dia sangat menyukai cincin ini, meski dia pun tidak tahu alasan nya.


"hoamm"


"Hari yang cukup panjang" lirih Livy kemudian memejamkan matanya. Tak lama kemudian Livy pun tertidur dan masuk kedalam mimpi indahnya.

__ADS_1


...


Keesokan paginya, Livy bangun cukup pagi bahkan mendahului Rise yang ingin membangunkannya.


"Hari ini Anda bangun terlalu pagi nona" ucap Rise seraya merapikan kamar Livy, sedangkan Livy tengah menikmati cookies dan cokelat panas.


"Aku tertidur terlalu awak, jadi bangun cukup pagi" balas Livy singkat, Livy kemudian kembali memakan cookies dengan lahap.


"Rise masakan mu semakin hari semakin enak" puji Livy sambil tersenyum, mungkin karena Livy jarang ke sini jadi dia merasa jika masakan Rise sedikit berbeda namun tetap sesuai dengan selera nya.


Selesai makan cookies Livy segera pergi mandi dan tentunya dibantu oleh Rise, setelah itu Livy berdandan.


(skip)


...


"..."


Tidak ada yang berbicara dan sarapan pun terjadi dalam keheningan. Selesai makan Livy berniat membuka pembicaraan.


"Juan kau akan datang kan pada ulang tahun raja Trianty" ucap Livy dengan senyum manis yang memikat.


Juan cukup peka sehingga tau apa maksud perkataan Livy, dia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Livy.


"Tentu saja dan aku sudah menyiapkan gaun yang serasi dengan ku untuk mu" jawab Juan seraya tersenyum tipis.


Livy hanya tersenyum, dan tidak melanjutkan pembicaraan lagi, dia sudah mencapai tujuan tanpa ketahuan sedikit pun.

__ADS_1


...


Setelah sarapan Juan pun mengantar Livy dan yang lainnya kembali ke mansion nya. Tentu dengan teleportasi, kemudian Juan kembali dengan teleportasi.


Karena tidak ada yang harus dilakukan Livy kembali melakukan aktivitas nya, yaitu belajar sihir, bersantai di taman dengah cookies dan teh, makan siang, berlatih pedang, tea party dengan Audrey, dan seterusnya hingga tidur.


Livy melakukan aktivitas nya yang membosankan seraya menunggu hari H dalam rencana nya tiba.


Waktu berlalu dengan cepat dan hari ini adalah hari ulang tahun afgaren atau Raja Trianty, meski enggan hadir namun Livy harus hadir karena berapa alasan.


Kemudian hari ini dari siang Livy sudah sibuk dengan perawatan kulit, dan Juan juga telah tiba di kediaman Duke kemarin. Tentu meski hal itu dilakukan secara rahasia, bisa dibilang untuk kejutan nantinya.


'Menyebalkan hanya pergi ke pesta ulang tahun saja harus begini' gerutu Livy didalam hati nya, Livy tidak memiliki cukup kesabaran hanya untuk ini.


Ritual kecantikan ini sudah membuat Livy kesal setengah mati, yah walau bisa dibilang lebih sederhana daripada saat dia bertunangan dengan Juan.


Para pelayan mendandani Livy secantik mungkin sebab hari ini adalah hari yang penting, karena selain pengumuman pembatalan pertunangan dengan afgaren hari ini juga merupakan pengumuman pertunangan Livy dengan Juan.


'Seketika aku menyesal membuat rencana seperti ini' batin Livy dengan wajah yang ditekuk kesal, meski begitu Livy mencoba tetap tenang dan bersabar.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You

__ADS_1


Next eps...


__ADS_2