Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 55


__ADS_3

Livy membalas pelukan hangat Juan, entah sejak kapan dia mulai merasakan kenyamanan saat bersama Juan, atau mungkin sejak pertama kali mereka bertemu.


"Juan, aku hanya ingin memastikan, bisakah..."


"Ya" sela Juan dengan senyum hangat.


'Aku tidak perduli apa pandangan mu untukku, aku hanya ingin memperjelas hubungan ini' batin Livy sambil menggigit bibirnya. Livy pun memantapkan hatinya untuk meminta Juan bersama dengan dirinya.


"apa kau akan menerima diriku yang seperti ini, aku... aku tidak terlalu mengerti cinta, jadi..."


"Livy, yang kusukai adalah kamu, aku suka dirimu baik dimasa lalu, sekarang maupun dimasa depan" sela Juan dengan wajah serius, sebelumnya Livy sangat dingin dan cuek, namun akhir-akhir ini ia menjadi manja dan tentu saja Juan memanfaatkan situasi untuk membuat Livy lebih dan lebih bergantung kepada nya.


'Aku ingin merasakan kehangatan itu' batin Livy sambil menatap mata Juan. Livy kemudian memejamkan matanya dan memeluk Juan dengan erat.


"Juan, dekap aku dalam pelukan mu, beri aku cinta dan kehangatan mu, aku ingin merasakan nya...mungkin sekarang aku hanya merasa nyaman dengan kehadiran mu, tapi cepat atau lambat aku akan menjadi milikmu, aku yakin itu" ucap Livy dengan nada yang menggoda.


Livy menyeringai, tapi bukan berarti dia hanya memanfaatkan Juan, ini hanya sifat barunya, Livy juga suka saat juan memanjakan nya.


'Rasanya sangat menyenangkan saat kau di beri cinta tulus oleh orang lain' batin Livy sambil menenggelamkan wajahnya di pelukan hangat Juan.


"Tentu, aku akan mendukung setiap langkah mu" jawab Juan singkat dan tenang, padahal sebelumnya ia hanya bisa membuat Livy kesal tapi entah keajaiban apa hingga Livy lebih cepat bergantung kepada nya. Sungguh ia sangat senang saat ini.


...

__ADS_1


Setelah pembicaraan yang emosional sekarang Livy duduk saling berhadapan dengan Juan, sambil minum teh hijau yang disiapkan oleh Rise.


"Juan kau tidak bertanya kenapa penampilan ku berbeda" tanya Livy sambil meminum teh.


Karena Livy telah memberikan kepastian akan hubungan nya dengan juan, jadi dia ingin lebih bergantung kepada Juan.


"Apa kau ingin menjelaskan nya" jawab Juan dengan pertanyaan, ia tau jika tampilan Livy saat ini bukan karena sihir jadi dia tidak bodoh untuk menganggap jika Livy mengubah penampilan nya.


"..."


Livy meletakkan cangkir tehnya kemudian memakan cookies.


"Tampilan ini memang sudah ada sejak dulu, hanya...baru sekarang aku bisa mengembalikan nya" jelas Livy sambil memakan cookies, Livy tidak berbohong tampilan ini memang miliknya, Livy tidak bodoh sehingga harus berbohong kepada Juan dan juga dia hanya ingin menyelesaikan klise yang sering terjadi didalam novel.


Karena Livy menganggap jika kehidupan livyana adalah bagian dari masa lalunya yang hilang dan juga jiwa mereka telah menyatu, Livy pun tidak perlu ambil pusing akan fakta jika livyana telah meninggal dan digantikan oleh dirinya.


'Kami adalah orang yang sama, kami hanya menjalani dua kehidupan yang berbeda di dunia yang berbeda, jadi intinya Livyana adalah diriku sendiri' batin Livy sambil memakan cookies dengan riang.


"Livy, apa kita bisa meresmikan pertunangan kita" tanya Juan sambil memandang Livy dengan intens.


Livy tertegun sebentar sebelum tersenyum manis.


"Lakukanlah, diskusikanlah besok di dengan ayahku" jawab Livy singkat, meski begitu Livy senang saat Juan melamar nya, namun untuk sekarang ada sesuatu yang lebih penting yang harus dilakukan.

__ADS_1


"Oh ya, Juan sebentar lagi adalah pesta ulang tahun Raja Trianty, hari itu nanti jadilah patner dansaku, juga kau bisa menyiapkan gaun ku yang sama dengan milikmu" jelas Livy acuh, pikiran Livy saat ini sedang teralihkan oleh cookies, jadi sikapnya sangat acuh.


"Tentu, itu akan terjadi" Juan tersenyum kemudian mengelus kepala Livy dengan lembut dan Livy hanya menikmati tidakan Juan yang memanjakan dirinya.


Juan kemudian meminta Rise untuk mengukur tubuh Livy, dia juga memanggil perancang busana terkenal di kerajaannya untuk membuatkan gaun untuk Livy juga pakaian untuk nya.


'Akhirnya kami akan segera bertunangan' batin Juan sambil tersenyum senang, dia bertekad untuk belajar banyak agar tidak mengecewakan Livy.


(Pikir positif ya, ini bukan novel 18+)


Setelah semua itu Livy membaca mantra berteleportasi untuk kembali kerumahnya, hari sudah malam dan dia tidak ingin masuk angin karena keluar malam.


Setibanya Livy segera mengganti pakaian nya dengan piyama yang baru saja dia beli lalu tidur di kasur nya yang empuk.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya.


Hari Senin adalah hari yang sibuk bagi sebagian besar orang lain, jadi author gak janji buat up🙏🙏


See You

__ADS_1


Next eps...


__ADS_2