
Selesai makan Livy berencana pergi jalan-jalan bersama juan di sekeliling istana, karena Livy bisa menyebarkan mana sebagai ganti GPS jadi dia tidak perlu pemandu.
"Juan nanti kau harus berperilaku dengan benar" ucap Livy sambil terus menelusuri lorong istana. Sesekali livy melirik lukisan dan hiasan-hiasan istana, Livy melihat nya hanya karena itu cukup menarik bagi nya. Walau tidak terlalu istimewa.
"Baiklah" respon Juan dengan enggan, meski begitu dia tetap mengikuti instruksi Livy, Juan hanya tidak ingin membuat kekacauan di rencana Livy yang mungkin mampu membahayakan Livy.
"Livy kau hanya bisa jadi milikku, tolong jangan berpaling dari ku, aku akan berperilaku seperti yang kau sukai" Juan menggenggam tangan Livy dengan gemetar, dia takut, Juan saat ini takut jika Livy akan meninggalkan dirinya.
Livy menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menatap Juan dengan pandangan rumit. Livy merasa konyol akan ketakutan Juan, Livy sudah sering mendengar perkataan yang serupa namun anehnya Juan tidak pernah berhenti untuk menayakan pertanyaan itu kembali.
Karena merasa lelah dengan tingkah Juan yang sering menayakan pertanyaan yang sama, Livy memilih cara menghibur yang membuat Juan tidak pernah menayakan pertanyaan itu lagi.
Livy mendekati Juan lalu mengalungkan tangannya ke leher Juan dan mencium bibir Juan dengan lembut.
Deg
Detak jantung keduanya berdetak cepat, kalau untuk Juan bisa ditebak jika dia merasa senang bercampur malu saat Livy mencium nya, namun bagi Livy debaran jantung itu adalah pertanda ketidak tenang-annya.
Livy tidak mengerti kenapa dia merasa tidak nyaman, serasa dia sedang ditontoni oleh banyak orang tanpa memakai busana. Bisa dibayangkan betapa malunya perasaan Livy saat ini.
...
Livy menjauhkan wajahnya dan menurunkan tangannya, lalu memalingkan wajahnya karena malu.
__ADS_1
"Kau puas, kau sudah menodai kesucian ku, dan aku juga menggoda dirimu. Jadi aku pasti akan bertanggung jawab, namun kau juga harus bertanggung jawab" ucap Livy dengan gugup dan kaku.
Meski loading otak Livy sedikit lama namun akhirnya livy mengerti kenapa dia merasa sangat malu saat mencium Juan.
Hal itu karena jiwa Livyana yang dari zaman ini sudah menyatu dengan nya, jadi pemikiran Livy tidak sepenuhnya modern yang mana terbuka dan bebas. Tapi pemikiran Livy bercampur dengan adap dari dunia ini.
'Hal seperti ini sangat tabu bagi para wanita bangsawan' batin Livy sambil memegang wajahnya dengan kedua tangannya.
Betapa malunya, saat memikirkan tindakan berani nya tadi, apa lagi status Juan yang masih tunangan nya.
"Ehem" Juan batuk ringan untuk memulihkan suhu atmosfer dan kecanggungan.
"Livy aku akan bertanggung jawab, karena itu bolehkah aku mencium bibirmu lagi" tanya Juan dengan pelan, namun Livy masih bisa mendengar nya.
Livy menjadi salah tingkah, dia tidak tau harusarun menjawab apa, karena selama ini dia pikir Juan tidak pernah berinisiatif untuk mencium nya karena aturan bangsawan namun ternyata hal itu salah.
"Hmm..dari awal kamu sangat menggoda sehingga aku ingin memonopoli dirimu sendiri, tapi aku tau kau tidak suka dengan pria yang terlalu posesif" jawab Juan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Jujur saja, sejak awal Juan bisa saja meculik Livy dan mengurung Livy dalam kerajaan nya, dan untuk masalah sihir ia bisa menggunakan alat pengekang sihir.
Tapi meski pikiran itu pernah terlintas di benaknya, Juan tidak melakukan nya karena tau jika Livy merasa nyaman dengan kehadirannya, dan hubungan ambigu mereka pada pertemuan pertama membatalkan niat Juan yang ingin mengurung Livy di istananya.
'Kalau kupikir lagi jika saja aku melakukan nya sudah pasti Livy akan sangat membenci ku, apalagi Livy tidak suka dikekang' batin Juan sambil mengingat-ingat.
__ADS_1
Meski tingkat posesif Juan hampir sama dengan Afgaren, namun Juan masih mencoba membuat Livy mencintainya.
Dan untung saja Juan melakukan hal yang benar, jika tidak Livy akan melakukan apapun untuk membuat juan menyesal dan menderita.
Livy bahkan tidak akan ragu untuk melukai tau bahkan membunuh dirinya sendiri, karena Livy belum lama beranda di dunia ini, bisa dibilang Livy belum memiliki keterikatan dengan dunia ini.
Lagipula Livy sudah pernah mati jadi dia tidak akan ragu untuk membunuh dirinya sendiri jika untuk membuat Juan putus asa dan menderita.
...
Juan tersadar dari lamunan nya dan memandang Livy dengan tatapan memanjakan dan penuh cinta.
'Livy kau adalah matahari ku' batin Juan sambil tersenyum lembut, Juan bersyukur karena tidak melakukan hal itu jadi dia bisa memiliki Livy tanpa paksaan.
"Ayo lanjutkan" ajak Livy sambil menggandeng tangan Juan, dan Juan hanya tersenyum lembut pada Livy.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, mungkin nanti sore atau malam akan ku up lagi jika tidak sibuk, kau sibuk yah mungkin gak up deh.
Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See You
Next eps...