
Tak lama kemudian Louis datang dengan membawa makan malam, mereka pun makan dalam diam. Setelah selesai Juan melanjutkan pekerjaannya, dia berencana menyelesaikan malam ini agar besok dia memiliki banyak waktu untuk berkencan dengan Livy.
...
Matahari mulai terbit mengganggu Livy yang tertidur pulas. Ia menerjapkan matanya, karena Livy tidur lebih awal jadi dia bangun cukup pagi. Jika di dunia modern mungkin sekitar jam 6 pagi.
"Hoamm..." Livy meregangkan tubuhnya dia tau pasti Juan yang membawanya ke kamar.
"Cookies" Livy melihat cookies dan susu coklat berada di atas meja dalam sekejap wajah Livy berubah menjadi cerah. Sungguh dia cukup lapar karena semalam melewatkan makan malam.
'Untung saja Juan cukup pengertian' batin Livy sambil mengambil cookies. Livy memakan cookies itu namun tidak gurih karena sudah dari semalam.
Livy meletakkan kembali cookies itu di atas piring kemudian dia mengalirkan mana ke piring dan gelas susu kemudian membaca mantra.
"Heating fire" sebuah api biru muncul dari tangan Livy dan menjalar ke piring dan gelas. Dalam sekejap susu itu menjadi hangat kembali dan cookies menjadi gurih seperti baru diangkat dari pemanggangan.
Livy pun memakan cookies dan meminum susu coklat hingga tandas.
"Lebih enak buatan dalin" gumam Livy sedikit cemberut, meski cookies ini enak namun terlalu manis.
"Mereka terlalu banyak memberi gula, juga susunya sangat manis hampir membuat ku sakit gigi" gerutu Livy kesal, entah karna selera mereka yang berbeda atau karena selera Livy yang aneh.
Livy juga tidak menyukai cookies dan teh buatan orang lain selain dalin, nyatanya Dalin sangat mengetahui selera Livy hanya dalam sekali penjelasan.
"Hiks aku merindukan dalin" gumam Livy pelan, dia merasa susah tanpa Dalin jadi dia bertekad untuk selalu mengajak Dalin kemanapun dia pergi.
Tok...tok..tok
"Masuk" jawab Livy malas. 'Jika itu Dalin dia pasti tidak perlu disuruh masuk lagi' batin Livy semakin kesal dia hampir tidak tahan disini lagi dan ingin segera pulang.
Kriet
__ADS_1
3 pelayan yang cukup muda masuk kedalam, Livy memandang pelayan itu satu persatu, tak menemukan tanda permusuhan Livy pun mulai berbicara.
"Apa air mandiku sudah siap" tanya Livy datar.
"..." tidak ada yang berbicara membuat Livy bertambah kesal. Sungguh dia sangat merindukan dalin saat ini.
"Kalian pergi saja" ucap Livy dingin dia tidak ingin berlama-lama dan membuang waktu. Livy berencana berteleport kerumah untuk mandi dan bersiap, Livy sudah sangat kesal dengan pelayanan disini. Karena jika itu Dalin dia pasti sudah membangunkan Livy agar tidak tidur dengan perut kosong.
"Tapi nona..."
"Pergi" sela Livy dengan penuh penekanan, Livy mungkin suka bermalas-malasan namun dia tidak suka dengan pekerja yang tidak kompeten.
Ketiga pelayan itu ketakutan karena aura Livy, namun tidak ada yang berani melangkah pergi sebab ini perintah Raja mereka.
'hisk calon Yang mulia Ratu sangat menyeramkan' batin ketiga pelayan itu.
"Aku ingin sendiri" ucap Livy menghela nafas, bagaimanapun dia baru disini jadi dia bisa memaklumi nya.
"..."
Ketiga pelayan itu pun pergi dengan ketakutan karena aura livy yang meledak-ledak.
Livy mengunci pintu dari dalam kemudian berteleport kerumahnya.
...
Wush
Livy tiba-tiba muncul di kamarnya, dia melihat jika duplikat dirinya masih terbaring di tempat tidur.
Tok..tok..tok..
__ADS_1
Dalin masuk kedalam sambil membawa troli makanan. Dia membawakan cookies dan teh untuk nonanya. Tidak ada hal khusus dia tau jika duplikat Livy tidak bisa makan dan minum namun dia hanya melakukan aktivitas nya seperti biasa agar tidak dicurigai.
Saat masuk Dalin terkejut karena nonanya sudah kembali, "Anda kembali nona, bukankah harusnya besok" ucap dalin seraya tersenyum, sungguh dia sangat senang melihat nonanya kembali.
"Untuk siapa kau membawa itu" tanya Livy penasaran, sebab dia tidak memberitahu Dalin jika dia akan kembali hari ini.
"Tidak, saya hanya melakukan pekerjaan saya seperti saat nona ada disini" jelas Dalin sambil tersenyum, dia kemudian meletakkan piring cookies dan teh di meja.
"Anda ingin mandi dulu atau makan cemilan terlebih dahulu" tanya Dalin masih merapikan meja.
"Mandi saja dan untuk cookies itu kau bungkus saja, masih ada yang perlu aku lakukan jadi besok baru akan pulang" jelas Livy masih dengan wajah datar.
"Baiklah nona, air mandi Anda sudah siap" jawab dalin masih tersenyum manis. Dia sungguh senang mengetahui jika nona nya mampir pulang untuk mandi dan makan.
Livy pun pergi kekamar mandi dan mandi tentu dibantu oleh Dalin, entah kenapa dia merasa nyaman saat Dalin berada di sisi nya.
Selesai mandi Dalin merias Livy dan membantu Livy memakai gaun sederhana namun tetap elegan.
"Nona tetap cantik" puji Dalin setelah membantu Livy memakai gaunnya.
"Hm.." respon Livy, dia pun duduk di kursi dan meminum tehnya tidak lupa dia memakan cookies yang ada dimeja. Dalin juga membawakan Livy setoples kecil cookies buatan nya sebab dia tau nonanya tidak suka cookies buatan orang lain.
Meski sebelumnya Livy membeli cookies namun dia tidak menghabiskannya dan akhirnya dia memberikan nya pada orang lain sementara ia meminta Dalin membuatkan cookies yang serupa.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. So tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya
See you
__ADS_1
next eps...