Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 81


__ADS_3

Wush


Tap


Juan menghentikan langkahnya, sebab dia bisa merasakan esensi sihir livy, dan benar saja tidak lama kemudian livy muncul dari ketiadaan.


Livy membuka matanya perlahan, namun tiba-tiba...


Bugh


Juan segera memeluk livy dengan posesif, dia khawatir dan juga takut, dia ingin melontarkan banyak pertanyaan tapi mulutnya terasa tercekat.


"..." Livy sedikit terkejut saat merasa jika ada seseorang yang memeluknya, livy ingin meronta tapi ia urungkan karena merasakan pelukan hangat yang familiar.


Livy pun membalas pelukan juan, dia bisa merasakan jika tubuh juan bergetar,ia merasa deja vu, sebelumnya livy merasa pernah menemui situasi seperti ini.


"Sudah tidak apa, aku berhasil kabur dari mereka" ucap livy sambil mencoba menenangkan juan.


"Tapi kau bisa terluka" lirih juan sambil menatap livy dengan sendu, baru kali ini dia merasa gagal, ia merasa jika dirinya tidak berguna. Livy yang merasa jengah, karena merasa lelah livy kemudian memeluk juan lebih erat dan memejamkan matanya.


"Juan aku sangat lelah, bisa kau hubungi ayah dan bisakah antar aku pulang" lirih livy kemudian menutup matanya.


Juan tersenyum lalu menggendong livy ala bridal style dan membaca mantera teleportasi menuju mansion duchy Reichburgh.


...


Di sebuah ruangan dengan nuansa modern, Seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang, ia sedang tidur di kasur putihnya yang empuk.


Cahaya matahari memantul dari jendela hingga mengganggu tidur nyenyaknya. Perlahan dia membuka matanya,pupil hitamnya gelap dan dalam, hanya ada kekosongan dimatanya, namun hal itu segera menghilang.


Tatapan matanya yang penuh misteri dan ekspresi wajahnya yang datar dan dingin, hingga...


Tok...tok...tok


"Nona anda sudah bangun, ini adalah hari pertama anda sekolah" ucap wanita diluar pintu.


"..."


Ia tidak menjawab panggilan diluar, dia masih tetap menatap datar kearah pintu.


Tok...tok...tok


"Nona livy anda akan terlambat, cepatlah bangun" ucapnya lagi dengan nada kesal.

__ADS_1


Livy yang masih menatap datar ke arah pintu, segera mengubah ekspresinya seperti orang yang baru bangun tidur.


"Bi nana cerewet" ucap livy sambil meregangkan tubuhnya yang sedikit kaku.


Setelah itu livy berjalan menuju pintu dan membukanya, tak lupa juga dengan wajah lesu seperti baru bangun dari tidur.


"Nona cepatlah bersiap"


"hmm" respon livy dengan lesu dan melangkah kekamar mandi.


...


Setelah bersiap livy menuruni tangga dengan ceria. Livy duduk dimeja makan dan menyantap sarapannya. Setelah itu Livy melangkah keluar menuju mobil, dan pergi kesekolahnya.


Sepanjang perjalanan livy hanya menatap ke arah jendela dalam diam.


'hari pertama kesekolah, bukankah cukup menyebalkan' batin livy sambil memandang datar kearah jendela.


Hingga setibanya disekolah, livy turun dari mobil dan memandang sekolah barunya dengan tatapan datar, livy bisa melihat para siswa dan siswi yang ramai dimana-mana.


Livy menghela nafas lalu menutup matanya,dan seketika livy yang tadi nya memandang sekolah dengan tatapan datar kini berubah menjadi bersemangat.


Tak lupa juga dia tersenyum manis sepanjang perjalanan menuju kelasnya.


(Skip...waktu istirahat)


Livy sedang merapikan mejanya, hingga ada 3 siswi yang menghampirinya.


"Halo namaku Yalni Ayeta," ucap gadis berambut lurus sepinggang.


"Aku Dena Afyni"sahut gadis berambut sebahu.


"Helna Juvins, salam kenal"ucap gadis dengan rambut ikal meimpali perkataan Dena.


"..." Livy terdiam sebentar dan menatap mereka acuh tak acuh dalam 2 detik lalu mengubah ekspresinya kembali.


"Ah namaku Livy Adera, Salam kenal" balas livy sambil tersenyum manis.


"..." Mereka bertiga tertegun sebentar kemudian saling memandang seperti orang bodoh.


Blush


Wajah mereka seketika berubah menjadi merah padam karena gemas dengan livy yang imut dan menggemaskan.

__ADS_1


'Astaga aku suka pria, aku suka pria' batin mereka serempak sambil memalingkan wajahnya karena tidak kuat menghadapi pesona livy.


"..." Livy memiringkan kepalanya dan menatap mereka dengan tatapan mata polosnya.


"Kalian kenapa?" tanya livy dengan wajah polos yang menambah pesonanya.


Jleb


Deg


Jantung mereka seperti tertembak panah cinta yang membuat jantung mereka deg-deg-an.


"Ki..kita tidak apa-apa, cuma lapar, iya lapar...ayo kekantin" ucap yalni mencoba mengalihakan pembicaraan.


"I-iya ayo" timpal dena setelah sadar dari jeratan pesona livy.


"Hmm...Baiklah, aku juga merasa sangat lapar" ucap livy sambil mengerutkan dahinya dan mengembungkan pipinya, hingga terlihat sangat menggemaskan.


'Kyaaaa....Imutnya'batin ketiganya sambil mimisan.


(Skip, ajalah ntar gak habis-habis)


...


Dikantin livy makan dengan riang bersama ketiga teman barunya, namun mereka tidak sadar jika mereka sudah menjadi pusat perhatian, itu karena livy sangat menggemaskan dan mempesona terutama saat tertawa.


"Astaga dia sangat imut dan cantik"


"Benar, dia murid kelas satu! Sungguh sangat beruntung bisa melihat dewi"


"Jika memang ini mimpi tolong jangan bangunkan"


Begitulah bisik-bisik dikantin, namun yang sedang dibicarakan hanya acuh tak acuh, livy asik mengobrol dengan teman-temannya.


...


Thanks For Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Maaf ya baru bisa up sekarang, karena tugas numpuk, jadi gak bisa muncul ide buat kelanjutannya.


But, Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya


See You

__ADS_1


Next Eps...


__ADS_2