Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 74


__ADS_3

Livy memejamkan matanya, dia sedang menunggu pertunjukan yang akan ditampilkan oleh helras, meski bisa dibilang dia sedikit malas.


Brak


Kareta berhenti secara tiba-tiba, namun livy tidak memasang wajah panik atau pun cemas. Livy bahkan tidak penasaran dengan keadaan diluar, meski Livy bisa mendengar suara pedang yang saling berhantaman.


'Tidakkah mereka terlalu bodoh' gerutu Livy dengan kesal, Livy tidak mengharapkan hal ini, awalnya Livy berharap mereka lebih pintar namun sepertinya Livy terlalu meninggikan helras.


Bruk


Livy bisa mendengar suara hantaman pada kereta yang menyebabkan Livy berdecak sebal.


"Apa yang menyebabkan mereka membuat keributan besar ini" gumam livy dengan wajah kesal, saat Livy ingin keluar dia harus terjatuh kembali karena kereta tiba-tiba berjalan dengan kecepatan tinggi.


Bruk


Livy menghela nafas panjang sebelum kembali duduk dengan tenang. Livy berfikir dengan tenang dan mencoba menganalisis situasi.


'Tidak mungkin pertarungan selesai dengan cepat, satu-satunya kemungkinan adalah mereka dari awal memang berencana menculik ku' batin Livy sambil menunggu nganalisis situasi.


Setelah mengetahui situasi dan kondisi Livy bahkan tidak bergeming, dia tau jika dia berhasil diculik, namun Livy tidak tertarik untuk membuang tenaga. Jujur saja Livy lebih memilih pura-pura tidur, walaupun akhirnya dia tidur sungguhan.


...


Sementara Livy yang tengah tertidur di kereta dengan tenang, namun berbeda dengan Juan yang sedang panik, meski dia setuju membiarkan mereka diserang namun dia tidak menduga jika mereka akan menculik Livy.


"Sial" umpat Juan sambil menghadapi puluhan musuh, apa lagi mereka sangat ahli dan profesional, bahkan Juan pun sampai didesak oleh mereka.


Klang


Juan menghunuskan pedangnya ke orang terdekat, namun serangan nya ditahan, Juan kemudian memutar tubuhnya dan menebas orang dibelakang nya.


Bruk

__ADS_1


Dua musuh jatuh begitu saja, namun Juan tidak memiliki waktu untuk berurusan dengan mereka, karena dia harus segera menyusul Livy. Meski Juan tau Livy akan bisa menjaga dirinya namun kemungkinan keselamatan Livy terancam masih cukup besar.


'Aku harus cepat menyelesaikan ini' batin Juan sambil memasang kuda-kuda.


Slash


Dengan kecepatan tinggi ia menerjang ke depan dan menebas setiap musuh nya, Juan berlari menuju arah tempat kereta kuda Livy pergi.


Juan kemudian mengeluarkan telepon dari light room, ia juga bisa menggunakan light room karena dia juga bisa sihir teleportasi jadi sangat mungkin dia bisa sihir light room.


Juan lalu memasukkan nomor, dia menelepon lisgred, awalnya dia ingin menelepon Duke namun dia yakin Duke tidak akan bisa cepat tiba.


Tut...Tut....Tut...


(Siapa?tanya lisgred dengan nada datar)


Juan sedikit kaget namun hanya sebentar, dia tau jika ini bukan waktunya untuk kaget, jadi Juan segera memberi tahu maksud nya.


Tut...


Setelah menyampaikan pesan Juan segera mematikan teleponnya dan melemparkan nya kedalam light room.


Wush


Juan lalu menambah kecepatan nya, dan untuk orang yang mengejar nya mereka sudah tidak mampu untuk mengikuti kecepatan lari Juan. Mereka bahkan kehilangan jejak Juan.


"Dimana dia" ucap salah seorang, mereka berhenti dengan nafas yang tersengal-sengal dan mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari Juan. Namun tiba-tiba.


Srash


Sring


Juan datang dari atas dan melompat untuk menyerang musuh dan dalam sekejap ia membunuh mereka. Juan memandang mereka dengan tatapan dingin dan mematikan.

__ADS_1


Bruk


Juan mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi. Dan mereka hanya bisa menunggu dibunuh seperti domba yang menunggu untuk di sembelih.


Crash


Bruk


Juan berhasil membunuh semua pembunuh itu, pandangan Juan dingin dan tajam saat menatap tumpukan mayat yang berserakan disekitar nya, pedangnya telah berlumuran darah bahkan wajah tampan Juan juga terkena percikan darah.


Pandangan Juan yang setajam elang yang seakan-akan penuh akan rasa haus darah, namun tatapan dingin itu berubah dalam sekejap menjadi cemas dan khawatir.


'Livy tunggulah' batin Juan sambil melesat mencari Livy, awalnya Juan ingin berteleportasi namun dia tidak bisa menemukan lokasi Livy, Juan yakin jika Livy membuang manik sihir nya sebelumnya berangkat.


'Livy semoga kau tetap aman jika tidak aku pasti akan membantai helras' batin Juan dengan nada marah bercampur cemas.


Dia marah karena Livy membuang manik sihir nya, namun dia juga mencemaskan keselamatan Livy, dia tidak tau apa yang akan dia lakukan jika terjadi sesuatu pada Livy.


...


Sedangkan disisi Lisgred, setelah dia mendapat kabar dari Juan dia segera memberitahu informasi ini kepada Duke dan Isgrid.


Sama dengan Lisgred, Duke dan Isgrid juga sangat khawatir dengan keadaan Livy, Bahkan Duke merasa bersalah, jika saja dia tau hal ini akan terjadi dia tidak akan membiarkan Livy pulang terlebih dahulu.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, akhir-akhir ini aku kesulitan buat up, itu karena ada urusan pribadi, tapi tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See You


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2