
Aura dingin dari duke meyerbak keseluruhan ruangan, tapi tidak ada yang merasa gelisah maupun takut, itu karena semua yang ada diruangan itu juga memiliki sisi sedingin es.
"Ayah" Livy menarik lengan baju duke sambil memasang wajah cemberut, Livy tidak ingin membuang waktu lagi, dia ingin segera bersantai.
'Sebentar lagi klimaks awal akan segera dimulai, jadi akan sangat melelahkan nantinya' batin Livy kesal, meski dia suka perilaku ayahnya yang memojokkan Juan namun jika hal ini dibiarkan akan memakan waktu yang lama
...
Duke menghela nafas berat, ia kemudian menutup matanya, suhu disekitar kembali naik dan tidak serendah tadi.
"Baiklah,kalian akan resmi bertunangan setelah ulang tahun Raja Trianty" terang duke dengan nada datar, duke bisa mengerti jika Livy juga menginginkan pertunangan ini jadi sebagai ayah yang menyayangi putrinya ia rela berbuat apapun.
"Ayah, kalau bisa kami ingin bertunangan sekarang, tidak perlu formalitas lagi pula bukankah pertunanganku dengan dia sudah lama dibatalkan" jelas Livy merujuk pada pembatalan pertunangan dengan Afgaren.
"Baiklah, peresmian nya akan di adakan satu minggu lagi" ucap Duke sambil mengelus kepala Livy dengan lembut, meski wajahnya tetap datar.
"Duke saya telah menyiapkan upacara pertunangan di kerajaan Crastine" ucap Juan menyela pembicaraan antara Livy dan Duke.
Brak
Isgrid menggeprak meja karena marah akan pernyataan dari Juan.
"Itu berarti Anda sangat percaya diri bisa bertunangan dengan Livy" ucap lisgred dengan nada dingin dan tatapan tajam.
"Menarik sekali, Anda bahkan tidak menghargai pendapat kami sebelum melakukan sesuatu" lanjut Isgrid menimpali perkataan Lisgred, tentunya dengan nada tidak kalah dingin.
"Maaf sebelumnya karena telah bertindak seenaknya tanpa izin dari kalian" ucap Juan dengan membungkukkan kepalanya di hadapan Duke.
__ADS_1
'Hahaha, tidak ku sangka Raja agung Crastine menundukkan kepalanya didepan Duke dari kerajaan lain' tawa Livy didalam hatinya, itu karena tidak mungkin jika Livy tertawa lepas dihadapan ayah dan kakaknya.
"Sebagai Raja Anda sangat tidak bermartabat, bagaimana bisa Anda dengan mudah menunduk dihadapan orang lain" cibir Isgrid dengan pandangan merendahkan, bukan karena apa, Isgrid hanya benci jika ada laki-laki yang ingin merebut adik perempuan nya. Bahkan meski itu orang lain dia tidak akan menyukai hal itu.
"Aku jadi ragu apa anda bisa melindungi adik saya" lanjut Isgrid berhasil memojokkan Juan.
'Sepertinya ini akan menjadi pembicaraan yang lama' batin Juan sambil memandang Livy yang sedang menahan tawa, tanpa sadar Juan tersenyum saat melihat nya. Namun Isgrid mengartikan kalau Juan tersenyum untuk mengejek nya.
Brak
Dan untuk kesekian kalinya Isgrid memukul meja hingga mengeluarkan bunyi yang keras, namun hal itu tidak membuat yang lainnya bergeming sedikitpun. Bisa dibilang mereka sudah sangat terbiasa atau hanya acuh tak acuh dengan sikap Isgrid.
'Kasihannya' batin Livy sambil memandang Juan dengan tatapan iba, walau Livy sengaja tidak ikut campur agar bisa mengerjai Juan lebih lama.
"Tenang lah Isgrid" ucap Duke dengan aura yang mencekam, membuat semuanya merinding termasuk Livy.
"Ayah sebenarnya aku yang meminta Juan untuk menyiapkan pertunangan kami, lalu tadi aku hanya sedikit mengerjai juan saja" lirih Livy pelan namun masih bisa didengar oleh semua orang yang ada di sana.
"Baiklah kita akan ke kerajaan Crastine" ucap Duke pasrah, untuk saat ini dia bisa memahami situasi begitu juga dengan Lisgred namun sayangnya Isgrid masih tidak terima akan hal ini.
Livy yang tau kegelisahan kakaknya itu mencoba membujuk nya.
"Kak isg, kami akan menikah setelah ulang tahunku yang ke 18, karena itu boleh ya" bujuk Livy dengan nada manja pada Isgrid.
Sementara Isgrid hanya bisa mengalah atas keinginan adiknya itu, ia tau jika cepat atau lambat adiknya pasti akan pergi dari rumah untuk menikah, tapi tetap saja dia masih tidak bisa menerima nya.
"Kalau itu memang keinginan mu" jawab Isgrid sambil tersenyum hangat pada Livy.
__ADS_1
...
Setelah pembicaraan panjang, Juan segera menggunakan mantra teleportasi untuk membawa mereka ke kerajaan Crastine.
Saat tiba Livy terkagum-kagum akan dekorasi istana, bukan karena apa Livy hanya kagum karena persiapan nya bisa dilakukan dalam satu malam.
"Juan bagaimana persiapan nya bisa selesai secepatnya ini" tanya Livy sambil berbisik agar tidak didengar oleh yang lainnya.
"Sihir bisa melakukan apapun" jawab Juan sambil tersenyum bangga.
"Ck menyebalkan" gerutu Livy dengan kesal, setelah itu Livy pergi ke kamar nya dengan kesal.
"Tunggu Livy bagaimana kamu bisa tau jalan" tanya Isgrid heran, dia yakin jika ini pertama kalinya mereka kesini, begitu juga dengan Livy.
Tentu Isgrid tidak tau jika Livy bisa sihir teleportasi, itu karena Livy adalah mage penyerang, jadi harus nya ia tidak bisa sihir teleportasi yang merupakan mantra mage pelindung.
"Aku mengedarkan mana agar bisa mencari jalan" jawab Livy masih dengan nada kesal, bahkan meski sedang kesal Livy tidak akan membiarkan ayah dan kakaknya tau jika dia pernah pergi ke sini.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See You
Next eps...
__ADS_1