Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 105


__ADS_3

Livy kembali bersama dalin setelah menghabiskan waktu cukup lama di menara sihir. Meski dia masih belum mendapatkan jawaban yang dia ingin kan namun suasana hati nya cukup baik karena mengetahui jika Reim adalah orang yang berasal dari tempat yang sama dengannya.


Livy memutuskan untuk pulang lebih awal dan dia mengutus sarmael untuk memberitahu kakak nya jika dia akan pulang kerumah.


Perjalanan kali ini tidak ada hambatan sama sekali, jadi Livy tiba di mansion dengan lancar.


"datang ke kamarku nanti" ucap Livy pada dalin dengan nada datar. Dalin membungkuk kepada livy kemudian pamit terlebih dahulu.


Setelah dalin pergi livy kembali sendiri kekamarnya.


.


.


.


30 menit kemudian dalin datang bersama troli makanan. Dia menyajikan nya di meja di depan Livy duduk lalu menunggu dalam diam di samping Livy.


Livy tidak memulai pembicaraan dia mengabaikan dalin dan fokus pada makanannya.


"Ceritakan apa yang terjadi setelah aku kembali dari perpustakaan hari itu" ucap Livy sambil menyesap tehnya.


Dalin pun menceritakan dimulai dari saat Livy bertemu dengan gadis bangsawan yang jatuh yang bekerja sebagai pelayan putri count asgrey dengan kejadian tidak menyenangkan. Setelah itu Livy bertemu dengan Isgrid yang mengantarnya sampai kamar. Lalu tingkah aneh Livy kepada dirinya dan saat kembali dia menemukan catatan kecil untuknya.


"Catatan apa?" tanya Livy sambil menatap mata dalin, dia ingin melihat apa dalin berbohong atau tidak.


"Nona menulis bahwa anda baik-baik saja" jawab dalin sambil menunduk patuh.

__ADS_1


"Apa kamu menunjukkan catatan itu pada ayah atau orang lain" tanya Livy sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Tidak nona"


Livy mengangguk melihat kesungguhan di mata Dalin kemudian Livy menanyakan hal-hal yang terjadi setelah dia memutuskan pertunangan nya.


Dalin menceritakan dari awal dari dia yang membuang semua gaun lamanya dan membeli yang baru, dia yang belajar sihir secara diam diam dan membaca semua buku di perpustakaan.


Dalin juga menceritakan tentang beberapa konspirasi yang dia buat untuk menyingkirkan mata-mata, lalu hubungannya dengan Juan. Dalin juga menunjukkan alat sihir yang di buat nya. Kemudian pertunangannya di Crastine dan pertunangan kembali di Trianty beberapa hari lagi.


"Seperti nya aku cukup memberitahu banyak hal kepadamu." Livy menatap Dalin dengan tatapan yang mengintimidasi namun hal itu tidak berpengaruh terhadap Dalin karena di sudah terbiasa.


"Apa aku memberitahu mu kemana aku biasa pergi?" tanya Livy dengan nada datar.


"Nona selalu memberitahu saya meski tidak dengan tujuan anda pergi" jawab Dalin sambil membungkuk hormat.


Livy diam saja dan memilih melanjutkan makannya. "Pergilah" Dalin membungkuk dan pergi meninggalkan Livy sendirian.


Livy sekarang sudah mengerti setidaknya apa yang terjadi pada nya. Hilangnya sebagian ingatan dirinya dan juga ingatan pemilik tubuh di sengaja oleh dirinya sendiri.


Intinya dia lah yang sengaja menghilangkannya. Saat menggabungkan tentang kehidupan pemilik sebelumnya dan tindakan yang dia lakukan setelah datang ke dunia ini dia akhirnya mengerti tujuannya.


.


.


.

__ADS_1


Livy melihat jendela dengan tatapan rumit cukup lama dan berguman "Untuk mewujudkan keinginan yang tidak tercapai".


Jika dia menebak dengan benar Jiwanya dan pemilik tubuh ini telah menyatu namun ego pemilik tubuh ini tetap ada sehingga menyebabkan tubuh ini memiliki kepribadian ganda.


Apa lagi dia tidak bisa mengontrol hal itu karena itu dia memutuskan untuk melepaskan obsesi pemilik asli dan menguasai tubuhnya dengan penuh.


Jika obsesi itu untuk mendapatkan cinta keluarga makan dia tidak perlu menghapus ingatannya sendiri dan juga ingatan pemilik asli.


Livy berjalan mendekati jendela dan melihat istana dari kejauhan. Livy cukup aneh saat bisa melihat istana dengan jelas dari balkon kamarnya "Dia ingin di cintai Afgaren" ucap Livy dengan nada dingin.


Jika pemilik tubuh ingin di cintai Afgaren makan situasi akan rumit karena sepertinya dia menyukai Juan, tapi Livy tidak ingin mengejar Afgaren seperti pemilik tubuh jadi dia memanfaatkan musuh yang ingin mencelakai nya sehingga dia tidak akan menyakiti Juan secara tidak sengaja.


"Dia sangat tahu jika aku tidak berperasaan" Livy tersenyum dingin, jika dia yang sebelumnya Ratu manipulatif makan dia yang sekarang adalah psikopat kejam tanpa perasaan.


Meski perasaannya telah melunak sejak dia mendapat cinta dari keluarga dan tunangan nya Juan. Tapi yang membuatnya sedikit manusiawi adalah keberadaan Reim.


Livy berfikir mungkin sebenarnya dia sudah mengetahui jika Reim itu adalah kakaknya dan hanya berpura-pura tidak mengingat karena ingin melakukan pertunjukan ini.


"Memang ratu manipulatif bahkan bisa membohongi dirinya sendiri" ucap Livy sambil tersenyum.


...


Thanks for Reading


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya!.


See you

__ADS_1


next eps...


__ADS_2