Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 24


__ADS_3

Livy tidak pernah menyangka bahwa dia akan bisa memerah karena malu, sungguh ini bukanlah dirinya yang biasanya.


'Bagus juga aku mati dan datang ke dunia ini, setidaknya sekarang aku tidak sendirian lagi dan aku bisa mendapatkan kasih sayang yang tidak pernah kudapat kan dulu' batin Livy melamun.


Bagaimanapun semenjak Livy berada di dunia ini dia dapat belajar dan merasakan hal baru. Walau nyatanya dia benci belajar.


"Livy"panggil Juan sambil mencubit hidung Livy.


"Awh, itu sakit bodoh" gerutu Livy pelan namun masih bisa didengar Juan. Sungguh dia sangat menggemaskan dimata Juan.


"Hahaha, baik maaf. Itu salahmu karena terus melamun, aku hanya tidak ingin kamu mengalami kekacauan mana"ucapnya seraya menetralkan kembali ekspresi nya.


"Kapan kamu akan selesai membuat alat sihir itu" tanya Juan mencoba mengalihkan pembicaraan. Livy melirik Juan dengan kesal, dia masih marah akan hal tadi.


"Sore ini" jawab Livy datar, dia sedang malas untuk berdebat. Karena jika meladeni Juan maka tidak akan ada habisnya. Dia juga masih harus menyelesaikan pekerjaan nya.


"Kalau begitu besok kau senggang kan, bagaimana jika aku mengajakmu berkeliling kerajaan?" Tanya Juan sambil tersenyum cerah, sungguh dia saat ini tidak ada Citra Raja agungnya.


"Apa kau tidak ada pekerjaan? Bukankah seorang raja memiliki segudang pekerjaan!" balas Livy masih dengan nada datar.


"Tidak ada, aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang memerlukan diriku dan sisanya ada asisten ku yang mengerjakan" ucap Juan sambil tersenyum.


"Jadi kau mau pergi?"lanjut Juan lagi dengan nada imut dan mata cuby nya.


"Ugh..terserah"Livy memalingkan wajahnya, dia tidak menduga bahwa Juan akan sangat mempesona saat berwajah memelas.


'Mirip anak anjing' batin Livy dengan wajah yang bersemu merah. Dulu selain suka membaca novel Livy juga menyukai anjing besar berbulu lebat yang imut. Bahkan dia memiliki taman bermain untuk anjing nya. Wajar saja karena dia itu pecinta hewan berbulu lebat.


...


Setelah pembicaraan panjang dengan Juan, Livy kembali menyelesaikan alat sihirnya. Livy membuat desain telepon seperti telepon kabel di zaman modern namun dia membuat tanpa kabel karena tidak perlu listrik.

__ADS_1


Livy hanya perlu memasang batu sihir dan Matra pengayaan pada alat sihir yang dibuatnya dan alat sihir pun selesai


Beberapa jam kemudian, Livy berhasil membuat telepon 10 buah dengan kode nomor 001 sampai 010.


"Oke selesai" Livy membaringkan tubuhnya dilantai, sungguh dia sangat kelelahan membuat telepon sebanyak ini.


Livy menyimpan telepon kedalam Light room nya kemudian lanjut bermalas-malasan.


"Bukankah seharusnya aku menimbun kekuasaan, semua ini karena Juan" gerutu Livy kesal dia jadi melenceng dengan rencana awalnya. Namun setidaknya sekarang dia tau siapa yang berniat melenyapkan keluarga nya.


"Hmph...aku akan membuatnya menyesali karena telah dilahirkan"Livy tersenyum smirk, dia tidak akan pernah melepaskan orang yang telah mengusiknya.


Livy sudah sangat lelah saat ini, dia terus membuat alat sihir sejak kemarin. Dan sekarang dia merindukan Dalin, biasanya Dalin akan datang ke perpustakaan dengan cookies dan teh.


"Mungkin lain kali aku harus mengajaknya pergi" gumam Livy pelan, sungguh merepotkan tanpa Dalin. Livy telah terbiasa dimanja oleh Dalin semenjak datang ke dunia ini.


"Hoamm..." kantuk menyerang Livy dia sudah sangat kelelahan dan tidak mampu melawannya. Dalam sekejap Livy langsung tertidur pulas.


...


"Yang mulia apa anda akan pergi" tanya Louis asisten Juan. Dia harus mencegah Juan pergi jika tidak dia harus begadang hari ini. Itu karena Juan memberikan tugas berlebih pada Louis.


Louister Victor Van Gesiele dia adalah putra kedua dari Duke Gesiele sekaligus teman masa kecil Juan. Setelah Juan naik tahta dia menjabat sebagai asiten Juan untuk membantunya sekaligus menghindari perebutan kekuasaan dengan kakaknya.


"Louis aku harus pergi makan malam bersama Livy, tidak kah kau tau dia adalah calon ratuku. Bukankah kau terus menyuruhku untuk menikah" ucap Juan dengan nada datar. Sebenarnya dia hanya mencari alasan untuk berduaan dengan Livy.


"Tapi yang mulia..."


"Diamlah, besok adalah hari terakhir dia ada disini. Setelahnya akan sulit menemuinya" Sela Juan dingin. Dia tau jika Livy sibuk untuk seterusnya jadi selagi ada waktu dia ingin menghabiskan waktu dengan Livy lebih lama.


Louis menciut dia tidak berani membantah Juan. Akhirnya dia hanya bisa pasrah bekerja semalaman ini.

__ADS_1


'Hiks.. sungguh atasan kejam' batin Louis menangis, dulu saja saat disuruh menikah Juan menolak mentah-mentah dengan alasan sibuk bekerja. Namun apa ini? setelah Juan kepicut cinta dia menjadi malas bekerja dan melimpahkan semua pekerjaan pada dirinya.


Juan pun pergi meninggalkan Louis yang tengah menggerutu kesal. Dia tidak ingin menghiraukan temannya yang satu itu, akan lebih baik jika dia menghabiskan waktu dengan wanita pujaannya.


...


Setibanya di perpustakaan, Juan melangkah kan kakinya kedalam. Dia menyeringitkan alisnya karena tidak menjumpai Livy.


'Apa Livy telah kembali kekamarnya' batin Juan heran. Juan tidak yakin jika Livy telah kembali jadi dia menelusuri perpustakaan.


Bruk


Juan tersandung sesuatu dan terjatuh. Juan heran karena tidak merasakan sakit malah merasa empuk. Dia membuka matanya dan dilihatnya Livy yang tertidur dibawah nya.


Blush


Wajah juan langsung merona, dia tidak menyangka jika dia akan terjatuh dan menimpa Livy apalagi wajahnya tadi menyentuh gundukan kenyal Livy.


Juan segera bangun dan duduk, dia mencoba menetralkan rasa gugupnya.


'Sangat memalukan' batinnya sambil menutupi wajahnya.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Maaf ya up nya kesore-an sebab aku lagi ada kesibukan.So Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See you


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2