Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 44


__ADS_3

Disebuah kamar mewah dengan warna hitam dan putih, seorang gadis berusia 17 tahun tertidur di atas kasur berukuran king size.


Cahaya masuk melalui jendela kamarnya, perlahan gadis itu membuka matanya, ia melihat sekeliling dengan bingung.


"Dimana ini, kenapa aku disini" tanya gadis itu dengan kebingungan hingga suara ketukan pintu mengganggu pikirannya.


Tok... tok...tok


"Nona Livy, apa anda sudah bangun? sebentar lagi waktunya sekolah" ucap seorang wanita dari luar.


Livy kebingungan, entah kenapa dia merasa asing dengan tempat ini, namun juga familiar.


"Nona ini sudah jam 7, bangunlah jika tidak Anda akan terlambat" teriak wanita itu memecah lamunan Livy.


"Ah ya" teriak Livy dengan panik, dia tidak mengerti apa yang terjadi tapi dia harus bergegas bersiap dan pergi ke sekolah.


Selesai bersiap Livy turun kebawah dan mengambil kotak makan yang ada dimeja makan kemudian berlari keluar. Setelahnya Livy masuk kedalam mobil dan memakan roti isi di kotak bekalnya.


"Pak cepat jalan" ucap Livy dengan terburu-buru, meski Livy merasa ada sesuatu yang mengganjal namun dia akan memikirkan itu nanti dan untuk sekarang dia harus sampai ke sekolah tepat waktu.


...


Crit


Mobil Van hitam berhenti diparkiran sekolah, Livy pun turun dari mobil dan masuk ke sekolah dengan sedikit terburu-buru.


Setibanya dikelas Livy segera mendudukkan dirinya di kursi paling depan dari baris kedua dekat pintu.


"Livy kau baru datang" siswa perempuan dengan rambut panjang sepinggang.


"Ya aku kesiangan" ucap Livy sambil tertawa canggung.


"Eh, tidak biasa nya kau bangun siang" ucap gadis dengan rambut sebahu.


"Hehe, ups kalian pasti tau" ucap Livy sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ah kamu pasti tidur larut kan, pasti membaca novel lagi" ucap wanita dengan rambut ikal


Tring


Bel berbunyi dan semua siswa dan siswi duduk ditempat nya masing-masing. Tak lama kemudian guru masuk ke kelas dan memulai pelajarannya.

__ADS_1


"Baiklah anak-anak hari ini kita akan belajar Tentang anotomi hewan, jadi..."Guru menjelaskan tenang struktur anatomi hewan, namun entah kenapa Livy merasa heran.


'Kenapa belajar biologi, bukankah harusnya pagi hari belajar sihir' batin Livy bingung, dia merasa jika hal ini terasa familiar namun juga asing.


...


Tring


Bel berbunyi tanda waktu istirahat, para wanita yang tadi bertanya pada Livy kembali mengerubungi nya.


"Livy ayo kita ke kantin" ajak wanita dengan rambut sepinggang.


"Oke" jawab Livy singkat, dia merasa jika ada yang terlupakan namun dia tidak tau apa itu.


Livy berjalan di lorong kelas bersama ketiga temannya, Livy berjalan dalam bingung sehingga tidak memperhatikan panggilan temannya.


"Aduh Livy kita sudah sampai" ucap wanita dengan rambut sebahu, dia kemudian menyeret Livy menuju meja dan duduk.


"Livy kau ingin pesan apa" lanjutnya


"Seperti biasa" jawab Livy singkat


Namun disisi lain Livy tau jika ini adalah dengan dirinya.


'Aku tidak ingin mengerti' batin Livy kesal, tak menghiraukan pikiran nya lagi dia pun makan dengan sedikit mengobrol bersama temannya.


...


Bruk


Sepulang sekolah Livy menjatuhkan dirinya di atas kasurnya, entah kenapa dia merasa sangat lelah dengan hari ini.


"Apa yang sebenarnya aku lupakan" gumam Livy sambil melihat atap kamarnya.


"Dalin, aku ingin cookies" ucap Livy sedikit berteriak dia merasa lapar saat ini.


"..."


Namun setelah beberapa lama tidak ada jawaban atau ketukan pintu.


"Ugh... kemana Dalin pergi" gerutu Livy kesal, dia turun dari kasur dan keluar dari kamarnya. Livy kemudian menuju dapur namun tidak menemukan Dalin.

__ADS_1


Setelah mencari keseluruh rumah namun dia tidak menemukan Dalin. Merasa lelah Livy pun menjatuhkan dirinya di atas sofa di ruang keluarga.


"Kemana dia pergi, apa dia cuti? tapi kenapa ayah tidak memberitahuku" gerutu Livy sebal, dia merasa jika Dalin pergi tanpa pamit pada dirinya.


"Hmph, lihat saja nanti aku akan menghukumnya" gerutu Livy sebal kemudian dia kembali kekamarnya.


Setibanya Livy pun pergi mandi, dia harus mengganti seragam sekolah nya.


...


Srash


Livy mandi dengan shower namun sekali lagi Livy merasa kebingungan, entah kenapa dia merasa asing dan juga familiar.


Selesai mandi Livy memakai pakaian kasual kemudian menjatuhkan dirinya kembali ke atas kasur.


Dret... dret


ponsel Livy berdering, dia pun mengangkat telepon yang masuk.


"Halo" ucap livy masih tiduran di kasurnya


(Livy kau tidak lupakan malam ini pesta ulang tahun ku) ucap suara wanita ditelpon.


"Iya aku akan datang" balas Livy dengan malas. Namun dia akui, dia lupa akan ulang tahun temannya itu.


"Ugh aku harus beri kado apa" ucap Livy sambil berguling-guling di atas kasur.


"Ah tas limited edition saja, bukankah dia suka barang bermerek" Livy pun mengambil salah satu tas bermerek nya yang paling mahal dan langka kemudian ia membungkusnya.


"Selesai" ucap livy bangga, yah dia tidak perlu susah-susah membeli hadiah lagi karena dia bisa memberikan miliknya lagipula dia juga tidak menggunakannya.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See you


Next eps...

__ADS_1


__ADS_2