
Kuda Duke dan isgrid melaju dengan kecepatan tinggi, ini menandakan jika mereka sangat mencemaskan keamanan Livy, meski bisa dibilang keadaan Livy sangat baik tanpa kekurangan apapun.
Sepanjang perjalanan Duke memasang wajah dingin dan tatapan membunuh yang sangat kental, bahkan nyamuk pun akan menghindari dan tidak berani mengusiknya.
Berbeda dengan Isgrid yang memasang wajah khawatir, dia lebih khawatir dengan keadaan Livy dari pada hal lainnya, berkat itu lah dia mengabaikan aura membunuh Duke yang kental.
"Ayah sebentar lagi kita kita tiba di lokasi tempat Livy diserang" ucap Isgrid dengan nada datar, namun dia tidak bisa menghilang kan kekhawatiran nya, bahkan meski Lisgred sudah pergi lebih dulu, tapi dia masih belum bisa tenang sebelum ada kepastian tentang keadaan Livy.
"Hmm" respon Duke singkat, namun Isgrid bisa mengetahui jika saat ini Ayahnya sedang sangat marah. Jadi dia tidak ingin mengusik ayahnya.
Isgrid mengacukan kudanya lebih cepat, dan dari jauh ia bisa melihat siluet hitam yang sedang berdiri didepan namun dia tidak bisa melihatnya dengan jelas.
"Apa itu Lisgred, tapi tidak mungkin dia menunggu di sana" Isgrid mengerutkan keningnya, dalam situasi seperti ini tidak mungkin Lisgred akan menunggu jadi satu-satunya kemungkinan siluet itu adalah musuh atau dalang dari insiden ini.
Setelah semakin dekat dengan siluet itu duke dan Isgrid menghentikan laju kuda nya lalu turun.
"Saya telah menunggu Anda Duke Reichburgh" ucap pria dengan rambut hijau sebahu dan mata kuning, dia mengenakan kacamata di satu matanya.
Sring
Duke mencabut pedang nya dan mengacungkan nya ke leher pria itu, namun pria itu tetap memasang senyum diwajahnya.
"Siapa kau" tanya Duke dengan nada dingin dan tatapan membunuh, dia tau dengan pasti jika orang didepan nya adalah orang yang menculik putri nya.
__ADS_1
Ia ingin sekali menebas kepala pria di hadapannya, tapi ia tidak bisa melakukan nya karena hal itu menyangkut keselamatan putri nya.
Sedangkan Isgrid sedang mencoba menahan amarahnya, dia ingin rasanya mencabik-cabik penculik Livy, namun situasi sedang tidak memungkinkan jadi dia akan mengingat wajah pria di hadapannya agar nanti dia bisa mencabik-cabik nya.
Pria itu tersenyum smirk saat melihat tatapan marah dari Isgrid dan tatapan membunuh dari Duke.
"Anda bisa memanggil saya Axe dan bisakah Anda menyimpan pedang ini agar kita bisa berdiskusi dengan nyaman" ucapnya masih dengan senyum diwajahnya namun terdapat sedikit ancaman dinada nya.
Duke menatap Axe dengan dingin, ia menghela nafas lalu menurunkan pedang nya, ia kemudian memasukkan nya kembali ke sarungnya.
Sring
"Katakanlah" ucap Duke dengan nada dingin, dia menutup matanya untuk merendam amarahnya setelah dirasa telah hilang ia kemudian membukanya kembali.
"Apa mau mu" ucap Duke masih dengan nada datar, ia cukup mengerti situasi jika pihak musuh ingin bernegosiasi dengan nya untuk syarat kebebasan putrinya, namun tentunya itu tergantung dengan syarat yang diminta oleh nya.
'Dia ingin mengancam ku menggunakan Livy, maka aku akan menunjukkan apa akibat dari tindakan nya' batin Duke dengan penuh amarah.
Dia pasti tidak akan melepaskan semua orang yang terlibat dalam penculikan ini. Dan dia tau dengan pasti siapa dalang dari penculikan ini.
Axe tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Duke. "Anda sangat tidak sabaran".
"Jangan berbasa-basi" sela Duke dengan nada dingin, dia tidak ingin mendengar lelucon yang dibuat oleh Axe.
__ADS_1
"Ahhaha, baiklah. Duke Reichburgh tuan saya ingin Anda bekerja sama dengan kami" ucapnya seraya membungkuk hormat.
"Kau bercanda, kenapa aku harus bekerja sama dengan orang yang telah menculik putri ku" ucap Duke dengan tatapan setajam pedang.
Axe tersenyum setelah mendengar jawaban Duke namun da segera memasang wajah serius, Ia menunduk kan badannya sedikit sebagai tanda jika dia tidak main-main.
"Tuan saya benar ingin bekerja sama dengan Anda. Anda pasti tau tujuan beliau, dan untuk putri anda kami hanya mengundang nya untuk minum teh, sambil menunggu diskusi kita selesai" terang Axe dengan senyum terlukis diwajahnya namun nadanya sedikit mengancam.
"Apa kau ingin kami percaya dengan ucapan mu" ucap isgrid dengan penuh amarah, ia menatap Axe dengan tatapan membunuh, ia ingin melangkah untuk menebas leher Axe namun duke menghentikan nya.
"Kenapa aku harus menuruti mu" ucap Duke dengan nada datar.
"Tentu saja demi kenyamanan kita semua"Axe merentangkan kedua tangannya, ia memiringkan kepalanya dan menatap Duke sambil tersenyum smirk.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See You
Next eps...
__ADS_1