Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 78


__ADS_3

Lisgred terbang menggunakan alat sihir yang bisa membuat orang mengapung, dan ia menggunakan sihir angin nya untuk menggerakkan tubuhnya.


Setibanya di lokasi yang diberitahukan Juan, Lisgred segera mencari keberadaan Juan.


"Kau disini yang mulia" ucap lisgred setelah menemukan lokasi Juan, Juan tersentak kaget, lalu berbalik dan tersenyum.


"Jangan formal kak Lisg, aku tunangan adikmu" balas Juan dengan senyum tipis, dia tidak bisa tersenyum hangat pada orang lain selain Livy dan ini adalah batasan nya.


"Jangan paksa kan tersenyum jika tidak bisa" ucap lisgred datar seraya melambaikan tangannya, dia tau jika juan kesulitan bersikap sopan didepan nya dan yang lainnya.


"Tidak kah itu terkesan buruk" lirih Juan sambil mengerutkan dahinya, dia ingin bersikap sopan didepan keluarga Livy tapi hal itu sulit dengan sifat nya yang seperti ini.


'Aku tidak bisa bertingkah sopan didepan keluarga Livy, tapi kenapa didepan Livy sikap ku terlalu manja' pikir Juan sambil mengingat perilaku manis dan manjanya di depan Livy, bahkan dia ragu jika itu adalah dia.


'Sungguh memalukan, sudah berapa kali aku bertindak memalukan seperti itu, pantas saja Livy mengejekku lembek dan bodoh' batin Juan sambil membuat lingkaran di tanah.


Lisgred yang sedari tadi melihat ekspresi Juan yng berubah-ubah merasa aneh, dia merasa jika yang dihadapannya bukan Juandres Exlius Van Crastine, yang terkenal kejam, pintar dan bijaksana.


'Cinta memang mengerikan, bahkan bisa membuat Raja yang terkenal akan kejeniusan nya menjadi bodoh' batin Lisgred sambil menatap Juan dengan datar, namun ada secercah rasa simpati dimatanya.


"Sebaiknya kita fokus, ini bukan waktunya untuk meratapi masa lalu" tegur Lisgred dengan ekspresi datar, meski dia terlihat tidak peduli namun dia bisa tau apa yang membuat juan murung.


Juan bangun dari keterpurukan nya dan segera memasang wajah serius, dia juga tau jika Lisgred benar, saat ini bukan lah saatnya untuk murung karena yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan Livy.


"Maaf" ucap Juan singkat, Lisgred melirik Juan lalu kembali melirik gubuk yang berada ditengah hutan. Ia bisa melihat ada 2 orang berjaga di depan pintu dan 2 orang berpatroli.


Srek


Juan mendekati Lisgred dan ikut mengintai sekitar, ia sedang membaca situasi dan menilai kondisi yang tepat untuk menyerang.


"Juan kau pergi selamat kan livy dan aku mengalihkan mereka" ucap lisgred dengan pelan namun bisa didengar oleh Juan.

__ADS_1


"ya" balas Juan singkat dan...


Wush


Juan melesat pergi sambil menghilangkan hawa keberadaan nya, sementara Lisgred berjalan dengan santai menuju gubuk itu.


tap...tap... tap


"Penyusup" teriak oang yang menjaga pintu, dia ingin melangkah masuk namun...


Crash


bukh


Kepala orang itu terjatuh, pria yang disampingnya menatap horor pada mayat temannya. Wajahnya pucat pasi dan menatap Lisgred seperti menatap iblis.


Sring


Lisgred melempar pisau angin dan membelah tubuh pria itu menjadi dua, sekarang didepan pintu gubuk sudah penuh dengan genangan darah.


Pria lainnya menggerubuni Lisgred namun ia masih memasang wajah datar. Baginya membunuh orang-orang ini sangat mudah namun yang menjadi masalah nya adalah Livy yang berada ditangan mereka.


"Kalian ingin mati atau menyerahkan wanita yang kalian culik" ucap lisgred dengan wajah datar namun nadanya penuh dengan penekanan.


"Serang" teriak salah satu orang itu.


Wush


Mereka menyerang Lisgred dengan membabi buta namun ekspresi nya masih Lisgred masih datar, dia bisa saja menghabisi orang-orang ini namun tugas nya adalah mengalihkan perhatian.


Sebelum Livy aman dia tidak bisa terlihat mengancam jika tidak orang-orang ini akan menggunakan Livy sebagai tameng.

__ADS_1


"Merepotkan" gumam Lisgred sambil menangkis serangan orang itu. Karena Lisgred tidak melawan mereka merasa berada diatas angin, mereka pun tambah menyerang Lisgred d membabi buta.


'Orang-orang bodoh' batin Lisgred sambil menatap mereka datar, dia merasa kasihan pada orang-orang itu karena kebodohan mereka.


...


Di sisi Juan dia menyusup kedalam gubuk dengan perlahan, dia mencari keberadaan Livy disetiap ruangan karena meski bangunan ini terlihat seperti gubuk namun ukurannya dan ruangan nya cukup besar.


Ia juga harus berjalan dengan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi, Juan tidak ingin mengambil resiko, dia tidak tau apa yang akan dilakukan penculik itu pada Livy, jika ia ketahuan.


Hingga Juan mendengar suara seseorang, dia menghentikan langkahnya dan bersembunyi.


"Ada keributan apa diluar" tanya pria yang yang merupakan ketua kelompok itu.


"Ada penyusup ketua, tapi tenang saja dia sedang kewalahan menghadapi kelompok kita" jawab pria lainnya.


"Ya sudah kalau begitu, aku ingin mengecek kondisi wanita itu" ucap pria yang dipanggil ketua, lalu pergi. Dan pria yang bersamanya itu pun pergi namun...


Bugh


Juan memukul nya hingga pingsan lalu pergi mengikuti pria yang dipanggil ketua itu, dia yakin jika wanita yang dimaksud nya adalah Livy.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata.


Untuk Readers, maaf aku jarang up karena ada urusan pribadi dan juga aku sedikit ada kendala saat ingin membuat novel.


But, tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.

__ADS_1


See You


Next eps...


__ADS_2