Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 34


__ADS_3

selesai sarapan bersama Juan Livy kembali kekamarnya kemudian berteleportasi ke mansion Duchy Reichburgh.


Sring


Livy muncul dikamar seperti biasa, sebelumnya dia berencana akan sarapan bersama Juan namun tidak disangkanya kalau dia tidak akan berselera untuk memakan masakan istana Juan.


"Lapar" gumam Livy pelan meski begitu dia harus sedikit menunggu, Livy menduduk kan dirinya di kursi, saat ini Livy tidak memiliki cukup tenaga dan tidak bersemangat.


"Bau cookies" gumam Livy sambil mencari sumber bau, Livy terpaku didepannya dia sedikit merendahkan kepalanya dan kembali mengendus.


"Cookies" ucap Livy senang, dia senang jika memang dia tidak berhalusinasi karena lapar, Livy pun membuka matanya dilihatnya di atas meja terdapat sepiring cookies dan cokelat panas. Dengan sigap Livy memakannya, sungguh dia sangat lapar dan tak mampu menahan nya lagi.


Tok...tok...tok


Kriet


Dalin datang dengan membawa troli makanan, saat Dalin datang dia bisa melihat jika nonanya memakan cookies dengan lahap, tanpa sadar dia tertawa kecil saat melihat nya.


Karena terlalu lapar Livy pun menghabiskan cookies dalam sekejap,


Untung saja dalin telah datang dan membawa sarapan untuknya.


Dalin pun meletakkan sarapan Livy dan cokelat panas di atas meja kemudian dia mengambil piring dan gelas yang kosong lalu keluar dari sana. Livy tidak mempermasalahkannya, dia tau jika Dalin cukup sibuk karena dirinya.


"Sepertinya aku harus mencari pelayan pribadi baru, agar bisa makan meski tanpa dalin" gumam Livy sambil memakan sarapannya.


Livy yakin dia akan baik-baik saja karena sebelumnya Dalin juga belum menjadi pelayan pribadi nya, jadi dia bisa mengajari pelayan baru seperti dia mengajari Dalin.

__ADS_1


Livy menyampingkan dulu untuk perekrutan pelayan pribadi nya, yang perlu dia urus sekarang adalah Helras, Paman dari si Afgaren itu.


"ck"


Livy berdecak sebal, kenapa dia tidak bisa menikmati waktu santai dan harus pergi mencari musuh.


"Sudahlah" Livy melanjutkan acara makan nya dengan tenang dan nikmat, Livy menikmati setiap gigitannya.


"Enak" gumam Livy senang. Selesai sarapan Livy pun kembali berteleportasi ke kamarnya di Crastine.


...


Sring


Livy muncul dari ketiadaan, saat tiba dia disambut dengan suara bariton pria.


"Sudah tiba" ucap Juan sambil melipat tangannya di dada. Livy hanya mengangguk, meski dia merasa Dejavu namun kenyataannya berbeda dengan apa yang dia pikirkan, Juan disini bukan untuk memarahinya namun karena menunggu dirinya.


...


Juan telah mengumpulkan semua pelayan muda dan baru dari kalangan menengah, dia tau jika Livy tidak suka orang yang tidak kompeten dan lambat jadi dia memilih para pelayan muda dari kalangan menengah.


Livy menelusuri para pelayan itu hingga dia berhenti pada pelayan dengan rambut merah muda dengan mata ungu gelap, pelayan itu memiliki tampilan cukup cantik dengan rambut panjangnya yang lurus dan indah.


"Siapa namamu" tanya Livy datar


"Rise, yang mulia" jawab Rise dengan takut, dia adalah pelayan baru di istana, jadi saat kepala pelayan mengumumkan jika calon Ratu mereka akan memilih pelayan dia menjadi bersemangat.

__ADS_1


Livy melirik Rise dari atas hingga bawah, kesan pertama Livy saat melihatnya adalah mirip dalin. Tatapannya yang lugu dan polos membuat Livy tertarik, juga melihat posturnya pasti Rise bisa melakukan pekerjaan rumah dengan handal.


"Rise mulai sekarang kamu adalah pelayan pribadi ku, sebagai tambahan kamu bisa mengakses semua fasilitas di istana ini dan dapat pergi kemanapun" jelas Livy masih dengan nada datar.


Semua pelayan lain terkejut, mereka tidak menyangka jika menjadi pelayan pribadi Yang mulia Ratu memiliki keuntungan seperti ini, bahkan kuasannya mampu melebihi kepala pelayan.


Juan tidak ikut campur dengan urusan Livy, dia dengan sukarela melakukan apapun demi Livy, semuanya juga bisa mengerti kalau diamnya raja mereka adalah persetujuan dirinya.


"Yang lain boleh bubar" Juan menyuruh yang lain untuk keluar dari kamar Livy dan hanya meninggalkan dirinya, Livy dan Rise.


Livy pun menjelaskan peraturan nya seperti selalu menyiapkan air panas sebelum Livy bangun, jika Livy melewatkan makan siang atau makan malam dia harus selalu menyiapkannya sesuai kondisi.


Livy juga menjelaskan tentang hal-hal yang Livy sukai dan tidak sukai, Livy juga memberi instruksi dalam membuat cookies dan susu cokelat. Intinya Livy sangat menuntut kepekaan dari pelayan pribadinya karena pada dasarnya Livy sedikit ceroboh dan bahkan mengabaikan kesehatan nya.


Juan hanya mendengar kan dengan seksama, dia mencatat diotaknya semua tentang Livy. Dia bisa mengetahui kenapa saat itu Livy sangat emosional hal itu tidak lain karena dia memakan cookies yang tidak enak.


Juan hanya mampu menghela nafas panjang dan kembali menyimak penjelasan Livy.


Dan sesuai ekspektasi Livy , Rise sangat cermat dan cepat tanggap dia mampu mengingat semua penjelasan livy dalam singkat.


'Pilihanku tidak salah' batin Livy sambil tersenyum kecil.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.

__ADS_1


See You


Next eps...


__ADS_2