
Juan mematung karena Livy mengecup bibirnya, dia tidak menduga jika Livy akan melakukan hal itu. Livy kemudian mengelus kepala Juan dengan lembut, dia sebenarnya ingin memeluknya namun ia merasa canggung untuk memeluk pria di pertemuan pertama mereka.
Walau dia tau jika sebelumnya mereka pasti sering bertemu, tapi karena sekarang dia hanya memilki ingatannya saat berumur 14 tahun jadi dia masih polos dan naif.
Apalagi dia tidak memiliki teman karena dia sangat pendiam dan dingin kepada orang lain. Livy hanya fokus untuk belajar agar bisa lulus tes dari universitas ternama didunia.
Juan kembali sadar dari lamunannya, dia sedikit menyesal karena diam mematung. Seharusnya dia menggunakan kesepatan untuk mendapat sebuah ciuman bukan kecupan singkat.
Meski begitu dia tidak berani bertindak gegabah, karena bagi Livy ini adalah pertemuan pertama setelah dia pulih. Apalagi saat ini Livy memperlakukannya seperti anak kecil.
'Tidak masalah! asalkan dia bisa semakin menyukaiku' Juan tidak peduli dengan harga dirinya dihadapan Livy. Karena dia benar-benar ingin membuat Livy mencintai dirinya tanpa ada paksaan.
Bahkan jika Livy memperlakukannya seperti hewan peliharaannya, dia akan sukarela melakukannya asal hal itu bisa membuat Livy melirik dan menyayanginya.
Sungguh hal itu tidak sesuai dengan statusnya yang seorang Raja dari sebuah kerajaan. Juan sudah berubah menjadi budak cinta Livy.
"Kamu tampan"gumam Livy tanpa sadar, dia terpesona melihat juan yang tampan dan penurut. Juga manik biru nya yang menatap dirinya dengan kelembutan dan kasih sayang.
Juan sangat senang saat Livy memuji dirinya, dia merasa seperti terbang diawan. Juan memegang tangan Livy lalu memciumnya.
Livy yang sudah terbuai dengan pesona Juan tidak menolak saat dia mencium tangannya. Entah kenapa wajahnya memerah karena hal itu.
__ADS_1
Deg
Livy bisa mendengar detak jantungnya yang berdetak lebih cepat. Dia ingin menarik tangannya namun saat melihat mata juan yang terlihat menyedihkan dia mengurungkan niatnya.
Greb
Juan menarik Livy kedalam pelukannya, dia bisa menghirup aroma bunga mawar dari tubuh Livy. Livy ingin memberontak namun dia kalah dari Juan yang memiliki kekuatan lebih besar.
"Aku sangat mengkhawatirkanmu! saat kamu sakit aku berharap bisa menggantikanmu yang sakit" ucap juan dengan nada rendah. Sungguh dia saat itu berharap ia bisa menggantikan Livy, dia tidak ingin melihat Livy sakit lagi.
Hati Livy menghangat mendengar perkataan Juan, dia belum pernah di berikan cinta sebesar ini oleh orang lain. Meski Duke dan kedua kakak kembarnya sangat perhatian padanya namun entah mengapa dia merasa jika yang mereka sayangi adalah Livyana yang asli.
Namun berbeda dengan Juan, dia merasa jika Juan benar-benar mencintai dirinya bukan Livyana asli. Meski begitu Livy takut akan kecewa, dia harus memastikannya terlebih dahulu siapa yang dicintai oleh Juan.
"Semuanya, aku suka tatapan dingin dan datarmu, aku juga suka kecerdasanmu, kemandirianmu, dan suka saat melihatmu bersemangat ketika memakan makanan manis dan masih banyak lagi" jelas Juan sambil tersenyum lembut.
Tes...
Cairan bening mengalir dari kelopak mata Livy, dia senang dengan jawaban tulus dari Juan. Livy sudah bertanya pada Dalin tentang dirinya, dia bisa tau jika Juan mencintai dirinya bukan Livyana yang asli.
Livy membenamkan kepalanya di dada bidang Juan, dia ingin menyembunyikan wajahnya malu, dia tidak ingin Juan melihatnya menangis.
__ADS_1
Juan merasa tegang saat merasakan nafas Livy di dadanya. Juan mengangkat dagu Livy agar dia melihatnya. Ia bisa melihat matanya yang basah karena air mata.
"Uhm..." Juan mencium Livy dengan lembut, dia ingin memberi Livy rasa aman pada Livy.
"Uh.."Livy terkejut saat Juan mencium bibirnya, dia bisa merasakan bibir Juan. Livy menatap mata juan yang berkabut dan memabukkan.
Livy terbuai dengan pesona Juan, tanpa sadar dia membuka mulutnya. Juan kaget dia tidak menduga jika Livy akan menerimanya. Dia sebenarnya hanya ingin mengecup singkat bibir Livy.
Namun dia sedikit tidak rela untuk melepaskan bibir Livy yang manis dan lembut. Tapi karena Livy membiarkan dia bertindak lebih jauh, Juan tidak akan ragu.
Juan memasukkan lidahnya kedalam mulut Livy, dia memainkan lidahnya dengan lembut.
"Uhmm..ah...uhm" permainan lidah juan lama-kelamaan semakin panas dan menuntut. Livy mulai kehabisan nafas, namun Juan semakin menggila. Dia bisa merasakan tangan Juan di pinggangnya.
"Ju-an...ummm" Livy sudah tidak tahan lagi dia memukul pundak juan dengan keras, dia tau jika di biarkan Juan akan semakin menggila.
Namun dia tidak bisa menyalahkan Juan, ini salahnya yang terbuai akan pesona Juan sehingga dia hampir membangunkan singa yang tertidur.
...
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya
__ADS_1
See you
Next Eps...